Lampu Hijau dari Eropa

In Lite

Lampu Hijau dari Eropa

Oleh: Ndaru Anugerah

Laporan yang diturunkan Reuters sebagai media mainstream Ndoro besar cukup mengagetkan.

Apa yang buat kaget?

Bahwa Eropa, yang semula menolak menggunakan vaksin Rusia, nyatanya di balik layar justru mengupayakan untuk menyuntik sekitar 450 juta warganya dengan Sputnik V tersebut.

Dan yang memberi keterangan adalah sumber resmi alias pejabat di Uni Eropa. Jadi cukup kredibel sumbernya. (https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-eu-vaccines-insigh/unthinkable-eu-considers-getting-a-vaccine-boost-from-russias-sputnik-idUSKBN2B70KO)

Setidaknya 4 negara di Uni Eropa telah mengupayakan pengadaan vaksin tersebut bagi negaranya, yaitu Hongaria, Slovakia, Republik Ceko dan Italia.

Dan pihak Brussels secara kelembagaan, telah memberikan ‘lampu hijau’ atas penggunaan vaksin Rusia tersebut di dataran Eropa.

Dengan rencana penggunaan vaksin Sputnik V, artinya secara diplomatis Rusia punya posisi tawar yang cukup tinggi di mata Eropa. Kalo nggak, ngapain juga Eropa bersedia menjilat lidah mereka sendiri atas vaksin tersebut?

Implikasinya apa?

Pertama bahwa vaksin-vaksin Big Pharma nggak cukup aman untuk dipakai. Kalo aman, ngapain Uni Eropa mau pakai vaksin yang beri legitimasi Rusia untuk masuk ke komunitas mereka?

Kedua, langkah ini jelas membuka akses yang selama ini menutup rapat Rusia untuk bisa masuk ke komunitas Uni Eropa.

Ketiga, program besar Ndoro besar bisa gatot gegara vaksin sempalan Rusia tersebut. (baca disini)

Asal anda tahu, kalo selama ini Uni Eropa memberikan sanksi ke Rusia akibat tindakannya menganeksasi Krimea dan intervensinya di bagian Timur Ukraina. (https://www.consilium.europa.eu/en/policies/sanctions/ukraine-crisis/history-ukraine-crisis/)

Ini ironis. Padahal sebelumnya, pejabat Uni Eropa menegaskan bahwa intervensi Rusia sekelas vaksin sekalipun nggak boleh diberikan ruang untuk bisa masuk pada komunitas Eropa. (https://www.scmp.com/comment/opinion/article/3125404/wests-sicken-thy-neighbour-fight-over-vaccine-access)

Lantas kenapa Uni Eropa mau pakai vaksin Sputnik V?

Ya karena vaksinnya terbilang paling aman. Saya pernah mengulasnya dengan detil soal itu. (baca disini dan disini)

Sementara, salah satu vaksin kebanggan Barat pabrikan Astrazeneca justru ‘ditolak’ di banyak negara pada Benua Biru tersebut. (baca disini)

“Wakanda juga menunda pemakaian vaksin Astrazeneca, Bang. Cuma alasannya gegara belum dapat ijin dari ulama. Ntar juga tetep dipakai.”

Anyway, angkat topi setinggi-tingginya untuk Bro Putin.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Jejak Gates di Indonesia

Jejak Gates di Indonesia Oleh: Ndaru Anugerah Siapa nggak kenal Bill Gates? Saya yakin, sedunia pasti kenal lah dengan sosok yang satu

Read More...

Krisis di Chad

Krisis di Chad Oleh: Ndaru Anugerah Presiden Idriss Deby terbunuh ditangan pemberontak Front Chad untuk Perubahan dan Kesesuaian (FACT), setelah kurleb

Read More...

Proyek Nyamuk Gates (*Bagian 2)

Proyek Nyamuk Gates (*Bagian 2) Oleh: Ndaru Anugerah Pada bagian pertama tulisan, saya sudah mengulas tentang rencana Oxitec dalam mengendalikan nyamuk

Read More...

8 commentsOn Lampu Hijau dari Eropa

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu