Semua Bersama Sang Ndoro


519

Semua Bersama Sang Ndoro

Oleh: Ndaru Anugerah – 18122023

Apa yang membuat dunia multipolar begitu menarik untuk dicermati?

Jawabannya ada pada narasi yang dikembangkan. Dikatakan bahwa dunia multipolar (dengan Rusia dan China sebagai kepala gerbongnya), akan hadir menggantikan dunia unipolar yang selama ini dipimpin oleh AS dan kroninya.

Narasi ini akan membuat orang sedunia punya harapan baru, termasuk tatanan dunia baru yang berkeadilan, egalitarian dan keberlanjutan.

“Nggak ada lagi tangan Ndoro besar saat tatanan dunia baru yang multipolar terbentuk,” demikian kurleb-nya.

Apa iya begitu adanya?

Untuk kesekian kali, saya coba membahasnya, agar anda tidak punya harapan semu atas tatanan dunia baru multipolar yang selama ini anda nantikan.

Kita tahu bersama, bahwa Rusia yang katanya ‘anti Ndoro besar’ juga hadir dalam pertemuan COP28 yang telah berlangsung di Dubai, November silam.

Asal tahu saja, bahwa pada pertemuan tersebut delegasi Rusia diwakilkan oleh tim yang selama ini menggarap ESG dan regulasi karbon di Rusia. Pihak Sberbank juga ikutan dalam konferensi iklim tersebut.

Lha ESG itu program-nya siapa kok bisa dijalankan di Rusia yang katanya melawan Ndoro besar? (baca disini dan disini)

Kalo bisa disederhanakan, maka Rusia melalui kedua perwakilannya yang hadir pada pertemuan COP28, nggak lain menggarap program iklim milik sang Ndoro besar juga.

“Perubahan iklim menyebabkan kerusakan pada perekonomian Rusia sebesar 580 miliar Rubel,” ungkap Tatyana Zavyalova selaku wakil presiden senior perbankan yang getol membahas ESG pada konferensi iklim. (https://tass.ru/ekonomika/19502003)

Nggak hanya itu, sebab Zavyalova juga menyatakan bahwa di beberapa wilayah yang paling rentan di Rusia terhadap perubahan iklim, akan mengalami kehilangan total PDB-nya sekitar 5-6%.

Solusi atas masalah ini adalah penerapan kebijakan iklim yang tepat di bidang ekonomi.

Pihak Sberbank juga sami mawon. Bank ini malah menawarkan pembentukan platform bersama dalam organisasi BRICS yang mendiskusikan agenda iklim pada setiap anggotanya. Caranya dengan membentuk dewan iklim. (https://tass.ru/ekonomika/19502075)

Anda jangan lupa bahwa Sberbank juga telah mengusulkan penggunaan AI untuk mengubah setiap aspek kehidupan warga Rusia, kepada presiden Vladimir Putin. (https://katyusha.org/oczifrovka/prezident-v-novom-divnom-mire-iskusstvennogo-intellekta-germana-grefa.html)

Jadi, apapun namanya itu, baik Rusia, multipolar dan segala tetek bengek lainnya, semua punya tujuan yang sama, yakni menjalankan program besar sang Ndoro demi terciptanya tatanan dunia baru yang berkeadilan, berkelanjutan dan tentu saja bebas karbon.

Jika Rusia diposisikan menentang hegemoni sang Ndoro, bagaimana mungkin Rusia malah larut dan menjalankan program besar sang Ndoro yang ‘katanya’ jadi musuh bebuyutannya?

Kesimpulannya: semua hanya sandiwara, bukan?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

 


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!