Menyoal Bangsa Pilihan (*Bagian 2)

In Sejarah

Menyoal Bangsa Pilihan (*Bagian 2)

Oleh: Ndaru Anugerah

Lalu, bagaimana dengan penganut hipotesis Khazarian lainnya yang bernama Arthur Koestler?

Arthur Koestler merupakan jurnalis sekaligus novelis Inggris berdarah Yahudi yang menuliskan buku The Thirteenth Tribe di tahun 1976 yang cukup fenomenal.

Dalam bukunya tersebut, Koestler menyebut bangsa Khazar sebagai suku ke-13 Yahudi, mengingat sebagian besar penduduk Khazaria beragama Yahudi.

Lalu darimana asalnya bangsa Khazar?

Campuran, antara Ugyur (Turki), Magyar (Hungaria) dan Hun. Bangsa campuran tadi kemudian mendirikan kerajaan Khazaria yang terletak di Utara Kaukasus, diantara laut Hitam hingga laut Kaspia.

“Mayoritas orang Yahudi saat ini bukan keturunan (nabi) Yakub, melainkan keturunan bangsa Khazar yang bermigrasi ke Eropa Timur pada abad ke 12 dan 13 setelah kerajaan Khazaria runtuh,” demikian ungkap Koestler.

Dengan kata lain, Koestler berkeyakinan bahwa sebagian besar Yahudi Ashkenazi bukanlah keturunan Bani Israel melainkan keturunan Khazar. (https://www.semanticscholar.org/paper/The-Thirteenth-Tribe-Koestler/a08a0a7ee2e968a07c368ea7a2508a5df1d0e505)

Sontak, begitu buku tersebut meluncur langsung menuai kontroversi. Dari kalangan Yahudi sendiri, buku tersebut dianggap hoax. “Kami adalah bangsa pilihan Allah, jangan samakan dengan bangsa Khazar,” demikian kurleb bunyi umpatannya.

Belakangan buku tersebut sempat hilang dari peredaran selama beberapa tahun.

Apa sih isi buku tersebut?

Dalam salah satu bab, dikisahkan tentang perasaan senangnya seorang Hasdai Ibnu Shaprut (yang merupakan seorang Yahudi asal Spanyol) sebagai seorang menteri kerajaan Umayah, manakala mendengar kabar tentang Raja Joseph Ben Aaron alias raja Khazaria saat itu yang beragama Yahudi.

Singkat kata terjadilah surat menyurat antara keduanya.

Pada mulanya Hasdai mengira bangsa Khazar adalah salah satu dari 10 suku bangsa Israel yang dinyatakan hilang. Namun jawaban yang diberikan Raja Joseph sungguh mengejutkan. “Kami bukan keturunan Abraham tapi dari keturunan Togama, anak ke 3 Gomer alias cucu dari Japeth (anak nabi Nuh).”

Dalam literatur Yahudi, Togama adalah moyangnya bangsa Turki. Togama punya sepuluh anak, yang salah satunya bernama Khazar (anak ketujuh) yang merupakan cikal bakal moyang dari bangsa Khazar. Kerajaan Khazaria sendiri berdiri sekitar tahun 630.

Lalu kenapa bangsa Khazar bisa memeluk agama Yahudi?

Karena alasan politis. Saat itu, kerajaan Khazar diapit oleh dua kerajaan besar, Abasiyah (yang beragama Islam) dan Byzantium (yang beragama Kristen). Raja Bulan (sebagai seorang raja Khazar saat itu), enggan terpolarisasi pada dua kerajaan besar tersebut.

Setelah berdiskusi dengan para ahli agama Khazar, ditetapkan agama resmi bangsa Khazar adalah Yahudi di tahun 740.

Penetapan ini bukan tanpa alasan, mengingat terdapat komunitas kecil bangsa Yahudi (berjumlah sekitar 50 ribu orang) yang ada pada kerajaan Khazar. Sementara jumlah bangsa Khazar non Yahudi mencapai 1,4 juta orang.

Inilah yang bisa menjawab spekulasi mengapa jumlah bangsa Yahudi bisa mencapai jutaan orang pada perang dunia kedua. Ya karena sudah bercampur dengan bangsa Khazar. Jadi istilah hyper-boom alias ledakan penduduk yang diklaim oleh penganut hipotesis Rhineland, bisa terjawab. (baca disini)

Selama bertahun-tahun, perdebatan tentang asal-usul bangsa Yahudi, tidak berakhir. Hingga akhirnya kemajuan sains dan teknologi yang dapat menelusur nenek moyang suatu bangsa berdasarkan asal usul genetik-nya, akhirnya bertindak sebagai jurinya.

Setidaknya ada 2 penelitian. Pertama penelitian yang berjudul “A substantial prehistoric European ancestry amongst Ashkenazi maternal lineages” yang dibesut oleh Prof. Martin B. Richards, dan kedua penelitian yang dibesut oleh Prof. Eran Elhaik yang berjudul “The Missing Link of Jewish European Ancestry: Contra sting the Rhineland and the Khazarian Hypotheses”.

Pada penelitian pertama, yang dipublikasi oleh Nature Communications tersebut menemukan bahwa asal-usul garis matrilineal bangsa Yahudi Ashkenazi berasal dari Eropa dan bukan dari Timur Tengah. (https://www.nature.com/articles/ncomms3543)

Prof. Martin Richards menegaskan bahwa berdasarkan sampel DNA menunjukkan sebagian besar orang Yahudi Eropa (80%) adalah keturunan penduduk lokal yang kemudian memeluk Yudaisme. Jadi mereka bukan individu yang meninggalkan Timur Tengah sekitar 2000 tahun yang lalu, seperti banyak diklaim selama ini.

Para peneliti telah menunjukkan bahwa Yahudi Ashkenazi merupakan populasi yang terisolasi di Eropa selama kurleb 1000 tahun. Ini bisa terjadi karena mereka tidak membuka diri terhadap orang (komunitas) lain.

Penelitian kedua yang dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Prof. Eran Elhaik yang merupakan ahli genetika kenamaan di AS dari Universitas John Hopkins School of Public Health. Hasil penelitiannya kemudian dipublikasi di Jurnal Genome Biology and Evolution pada Januari 2013. (https://academic.oup.com/gbe/article/5/1/61/728117)

Prof. Elhaik yang merupakan ilmuwan kelahiran Israel tersebut menyatakan, “Temuan kami mendukung hipotesis Khazarian. Genom Yahudi Eropa adalah sebah mosaik dari berbagai masyarakat kuno, dan asal-usulnya berasal dari Khazar.”

Bukankah bangsa Khazar sudah nggak ada akibat serangan bangsa Mongol di abad ke 13? Lalu bagaimana cara membuktikannya?

Untuk DNA bangsa Khazar, Prof. Elhaik mengambil sampel pada kaum yang diduga kuat berkaitan dengan orang Khazar, yaitu: Armenia, Georgia dan orang Kaukasia lainnya. Lalu dia membandingkan DNA yang didapatnya dengan DNA Yahudi Eropa. Dan hasilnya, sumber genetika mereka ternyata sama.

“Ada komponen Khazar pada Yahudi Eropa, dengan komposisi dominan sekitar 30-38%” demikian ungkap Prof. Elhaik.

Lalu berapa persen genom orang Yahudi Eropa yang berasal dari Kanaan atau Timur Tengah?

“Sangat kecil hingga tidak cukup signifikan untuk mengklaim bahwa mereka adalah orang Yahudi dari kerajaan Yudea/Yehuda yang telah bermigrasi ke Eropa.”

“Hasil temuan tersebut, walaupun sangat tidak populer bagi sejumlah kalangan, namun memperlihatkan TIDAK ADANYA KEPENTINGAN POLITIK di dalamnya,” demikian ungkap Danielle Venton dalam Highlight: Out of Khazaria – Evidence for Jewish Genome Lacking yang diterbitkan oleh Jurnal Genome Biology and Evolution. (https://europepmc.org/abstract/med/23325386)

Dalam satu sesi wawancara dengan harian Israel – Haaretz, Prof. Elhaik mengungkapkan, “Kesamaan genom Yahudi Eropa terkonsentrasi di satu titik di kawasan Pegunungan Kaukasus antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, (dimana) mayoritas tidak memiliki komponen gen Timur Tengah dalam kuantitas yang bisa diharapkan, untuk menyatakan bahwa mereka adalah keturunan Yahudi di masa lalu.” (https://www.haaretz.com/jewish/dna-links-prove-jews-are-a-race-says-genetics-expert-1.5220113)

Jadi clear ya sampai sini, bahwa yang selama ini diklaim sebagai ‘Bangsa Pilihan’ nyatanya hanya bualan semata, karena mereka bukan berasal dari Tanah Kanaan melainkan dari Khazaria.

Dan bangsa Khazar bukanlah bangsa yang dijanjikan Tuhan seperti yang ada tertulis dalam kitab suci.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah mantan Aktivis 98 GEMA IPB)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

2 commentsOn Menyoal Bangsa Pilihan (*Bagian 2)

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu