Makin Banyak Masalahnya


516

Makin Banyak Masalahnya

Oleh: Ndaru Anugerah

Saat membahas penggunaan vaksin AstraZeneca beberapa hari yang lalu, seorang meminta kepada saya untuk membahas data yang lebih lengkap tentang vaksin tersebut terutama yang berkaitan dengan efek sampingnya. (baca disini)

Oke. Saya akan bahas dengan skup terbatas di Eropa saja ya, biar nggak buang waktu saya untuk membahas masalah yang lain.

Di Eropa sana tempat vaksin AstraZeneca berasal, sudah banyak negara yang melakukan penangguhan atas penggunaan vaksin tersebut. Tiga terakhir adalah Islandia, Norwegia dan Denmark. Ini dilakukan setelah ada laporan pembekuan darah pada orang yang divaksin. (https://www.euronews.com/2021/03/11/denmark-suspends-astrazeneca-covid-19-vaccinations-as-a-precaution-after-blood-clot-report)

Khusus di Denmark, mereka menangguhkan penggunaan vaksin tersebut saat wanita berusia 60 tahun meninggal akibat pembekuan darah. (https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-denmark/denmark-suspends-astrazeneca-covid-shots-for-two-weeks-after-blood-clot-reports-idUSKBN2B319K)

Dan vaksin yang sama juga sebelumnya digunakan di Austria dan menghasilkan kasus yang sama, dimana seorang wanita berusia 49 tahun meninggal akibat koagulasi darah. (https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-austria-nurse/austria-suspends-astrazeneca-covid-19-vaccine-batch-after-death-idUSKBN2AZ0AO)

Di Latvia, Lithuania, Estonia dan Luxemburg juga telah menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah kasus koagulasi alias pembekuan darah merebak begitu seorang disuntik vaksin. (https://www.france24.com/en/europe/20210311-covid-19-denmark-pauses-use-of-astrazeneca-vaccine-over-blood-clot-fears)

Sedangkan di Italia, penangguhan dilakukan setelah 2 orang pria ditemukan meninggal setelah disuntik vaksin tersebut. (https://news.trust.org/item/20210311125932-ieva4/)

Karena banyaknya kasus tromboemboli alias pembekuan darah, maka Uni Eropa menyaring laporan yang masuk pada lembaga Eudra Vigilance. (https://stanfordhealthcare.org/medical-treatments/u/uterine-fibroid-embolization/complications/thromboembolic-events.html)

Atas kejadian aneh ini, 12 dokter dan ilmuwan terkemuka menuntut agar regulator Uni Eropa untuk menarik vaksin-vaksin Big Pharma dari peredaran karena dinilai nggak aman untuk digunakan. (https://doctors4covidethics.medium.com/urgent-open-letter-from-doctors-and-scientists-to-the-european-medicines-agency-regarding-covid-19-f6e17c311595)

Lalu apa sih bahayanya koagulasi?

Pembekuan darah yang terjadi di paru-paru, jantung, otak dan organ tubuh lainnya, dapat mengarah ke stroke dan serangan jantung. Kasus koagulasi pada paru-paru malah dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen dan juga merusak organ tersebut. (https://www.halodoc.com/artikel/ini-bahaya-pembekuan-darah-bagi-kesehatan)

Lantas, dibandingkan dengan vaksin Pfizer, apakah pabrikan AstraZeneca lebih aman?

Nggak juga.

Laporan yang dibuat pemerintah Inggris menyatakan bahwa AstraZeneca 25% lebih buruk dalam hal menyumbang angka kematian daripada Pfizer. (https://childrenshealthdefense.org/defender/uk-data-deaths-following-covid-vaccines/)

Kesimpulannya, kalo nggak berbahaya ngapain juga vaksin-nya ditangguhkan? Karena ini sudah menyangkut nyawa manusia. Semoga ini dapat menjawab kegalauan anda.

Jangan lupa, sruput lem-nya dulu, Kawan. (sambil nunggu vaksin-nya dipakai di Wakanda)

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!