LOADING

Type to search

Wabah Hepatitis Akut, Asalnya Darimana?

Wabah Hepatitis Akut, Asalnya Darimana?

Oleh: Ndaru Anugerah

Kasus Hepatitis akut yang terjadi secara misterius dan menyasar ratusan anak di Inggris, merebak di penghujung April 2022 silam, cukup mencuri perhatian dunia. Kira-kira apa penyebabnya? (https://www.dailymail.co.uk/health/article-10738619/Mysterious-spate-hepatitis-cases-children-partly-lockdowns-experts-say.html?ito=email_share_article-top)

Saat itu, banyak pakar memberikan pendapatnya.

Secara garis besar, ada 2 kemungkinannya.

Pertama karena treatment yang diberikan kepada anak-anak untuk belajar secara daring dari rumah, yang secara nggak langsung mengisolasi mereka dan ini dapat menurunkan sistem imun mereka. Dan yang kedua karena adanya kemungkinan infeksi dari adenovirus.

Lalu apa penyebab sesungguhnya?

Seorang virolog kondang asal Swedia yang bernama Dr. Ann-Cathrin Engwall menulis surat kepada British Medical Journal (BMJ) yang isinya menjelaskan bahwa hepatitis akut yang menyasar anak-anak belakangan ini adalah akibat dari vektor virus Kopit yang dipakai pada vaksin AstraZeneca. (https://expose-news.com/2022/07/16/hepatitis-children-astrazeneca-vaccine-lockdown-letter-bmj/)

Sebenarnya ini nggak mengejutkan amat, karena penelitian yang dilakukan oleh Dr. Tobias Boettler dan rekan-nya juga menyatakan hal sama.

“Jutaan anak di Inggris telah disuntik dengan vaksin yang dapat menyebabkan kerusakan hati kronis sehingga memerlukan transplantasi hati,” begitu kurleb-nya. (https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0168827822002343)

Kalo digabungkan, keduanya menyuarakan hal yang sama, yang secara otomatis menjawab misteri kasus hepatitis misterius yang menyasar anak dan apa yang menyebabkannya.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Menurut Dr. Engwall, infeksi adenovirus biasanya nggak menyebabkan hepatitis. Namun hepatitis yang disebabkan infeksi adenovirus kali ini, lebih ganas mengingat 70% anak yang terinfeksi akan mengalami hepatitis akut. Dengan kata lain, adenovirus ini terbilang jenis baru.

Darimana asalnya adenovirus jenis baru ini?

Dr. Engwall menegaskan bahwa sebagian besar populasi di Inggris telah menerima vaksin Vaxzevria buatan AstraZeneca. Vaksin ini dikembangkan oleh Jenner Insitute yang ada di Oxford, dimana bahan dasarnya adalah kotoran anak simpanse yang telah dimurnikan.

Dari situ, vektor vaksin dikembangkan dengan cara direkayasa secara genetis, sehingga memiliki urutan DNA yang mengekspresikan protein lonjakan yang mirip dengan SARS-CoV-2 yang asli.

Di sini masalah bermula, karena virus buatan tersebut bisa saja memunculkan rekombinan jenis baru.

Memangnya bisa?

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Jepang di tahun 1971 menemukan bahwa adenovirus memiliki sifat yang dikenal sebagai multiplicity reactivation (MR). Dengan kemampuan ini, maka genom adenovirus yang rusak sekalipun, masih dapat berinteraksi dengan adenovirus lainnya dalam sel untuk membentuk genom virus yang sama sekali baru. Jadi semacam proses reproduksi seksual. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/4328814)

Berdasarkan temuan Dr. Engwall, mayoritas individu yang terganggu sistem kekebalan tubuhnya, setelah diteliti ternyata kedapatan membawa adenovirus laten pada tubuhnya. Tentu saja ini didapat dari vaksin yang disuntikkan dalam tubuh mereka.

Ini sebabnya kemunculan hepatitis akut bisa terjadi karena hadirnya adenovirus yang bersarang pada tubuh anak-anak yang telah menerima enjusan vaksin AZ.

Itu menurut pemaparan ahli virus asal Swedia yang bukan kaleng-kaleng reputasinya.

Tentang hal ini saya pernah bahas pada tahun lalu, dimana vaksin-vaksin hasil rekayasa genetik tersebut akan membawa dampak merugikan bagi orang yang menerimanya. (baca disini dan disini)

Masalahnya, sudah berapa juta dosis vaksin tersebut diaplikasikan pada tubuh manusia, utamanya anak-anak yang ada di seluruh dunia? Alih-alih mengentaskan Kopit, pertanyaan-nya: apakah itu nggak akan membawa dampak susulan?

Yang Bokir…

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Tags::

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up

error: Content is protected !!