Semua Dalam Kendali Gates

In Politik

Semua Dalam Kendali Gates

Oleh: Ndaru Anugerah

Siapa orang yang paling berkuasa dalam pandemi kali ini? Bill Gates adalah jawabannya. Walaupun demikian masifnya netizen mem-bully dirinya dimana-mana, namun toh semua berhasil dipatahkan dengan bantuan media mainstream plus pasukan pemeriksa fakta alias fact-checker.

Jadi, kalo ada yang coba mengungkapkan keterlibatan BG dalam pandemi si Kopit, langsung pihak tersebut diserang oleh pasukan tuyul yang bernama media mainstream dan fact-checker.

Bisa ditebak, informasi yang disajikannya akan dipatahkan dengan labelling: informasi yang salah atau teori konspirasi.

Saat orang mulai membongkar keterlibatan BG dalam investasinya pada chip biometrik, langsung fact checker kasih status: informasi yang salah atau teori konspirasi. (https://worldwide.espacenet.com/patent/search/family/067396975/publication/WO2020060606A1?q=WO2020060606 &queryLang=en:de:fr)

Saat orang mulai membuka tabir keterlibatan BG dalam vaksinasi berbasis sistem ID, nggak pakai lama fact checker langsung kasih label: teori konspirasi. (https://vigilantcitizen.com/latestnews/bill-gates-calls-for-a-digital-certificate-to-identify-who-is-vaccinated/)

Saat ada pihak yang mulai buka suara tentang keterlibatan BG dalam program pengawasan manusia dengan memakai satelit, kembali fact checker kasih label: teori konspirasi. (https://returntonow.net/2020/03/24/bill-gates-backs-1-billion-plan-to-blanket-earth-in-video-surveillance-satellites/)

Bahkan saat BG tersudut karena ketahuan ambisinya untuk dapat menciptakan beberapa varian vaksin si Kopit dengan mendanai sejumlah perusahaan farmasi, kembali fact-checker beraksi dengan kasih status: teori konspirasi. (https://www.businessinsider.com/bill-gates-factories-7-different-vaccines-to-fight-coronavirus-2020-4)

Kenapa lembaga fact-checker demikian keukeuh membela BG? Apakah BG seorang yang tanpa cacat celah alias nggak berdosa?

Sebenarnya, tentang modus operandi BG terhadap Big Tech, media mainstream dan fact-checker, saya pernah ulas beberapa bulan yang lalu. (baca disini, disini dan disini)

Cuma karena masih banyak yang bertanya, terpaksa saya buat ulasan tambahan. Ya hitung-hitung supaya anda mengerti duduk masalah yang sebenarnya.

Prinsipnya sederhana. Pelajari kemana uang mengalir.

Baru-baru ini, Columbia Journalism Review mengungkapkan bahwa untuk dapat mengendalikan media, BG dipaksa menggelontorkan fulus yang nggak sedikit. USD 250 juta, nilainya. Uang sebanyak itu disalurkan kemana saja?

Macam-macam, mulai dari BBC, NPR, NBC, Al Jazeera, The Guardian, the Financial Times, the Atlantic, Texas Tribune, New York Times dan sederet nama media mainstream lainnya. (https://www.cjr.org/criticism/gates-foundation-journalism-funding.php)

Angka itu belum seberapa, mengingat BG juga menyalurkan dana hibah jumbo kepada outlet media lainnya. Setidaknya begitu ungkap Columbia Journalism Review.

Jadi jangan heran saat pandemi si Kopit, media-media yang telah menerima dana dari surga tersebut, otomatis akan memperlakukan BG sebagai pakar kesehatan masyarakat kelas dunia, meskipun nyatanya BG bukan seorang yang memiliki latar belakang medis.

Lalu gimana dengan lembaga fact-checker?

11-12, karena BG juga telah mendanai pasukan pemeriksa fakta independen, (termasuk Poynter Institute dan Gannet) dalam rangka membungkam banyak pihak yang mencoba membongkar skenario si Kopit yang disutradarai BG.

Bahkan sebagai bonus atas dana hibahnya, ulasan yang isinya menyudutkan BG boleh dikatakan hampir nggak pernah terjadi pada media mainstream.

Untuk mengkonfirmasi apa yang telah ditemukan, (biar nggak disangka fitnah) maka Columbia Journalism Review berencana mewawancara Bill & Melinda Gates Foundation. Mereka cuma ingin tahu, kebenaran temuan yang mereka dapatkan. Kalo memang benar, berapa uang yang sesungguhnya digelontorkan BMGF dalam menyuap pihak media?

Begitu tahu rencana Columbia Journalism Review untuk wawancara, maka pihak BMGF langsung menampik permintaan tersebut.

Artinya apa? Silakan simpulkan sendiri.

Ini bukan sekali ini saja. Pada 2007 silam, LA Times pernah buat laporan tentang aliran dana BMGF terhadap industri yang banyak mempekerjakan anak-anak dibawah umur. (https://www.latimes.com/archives/la-xpm-2007-jan-07-na-gatesx07-story.html)

Bahkan belakangan BG juga kasih kucuran dana ke badan kesehatan dunia, yang bertujuan agar ambisi pribadi BG terhadap vaksin dan tanaman transgenic dapat diwujudkan. (https://www.gatesfoundation.org/Media-Center/Press-Releases/2010/01/Bill-and-Melinda-Gates-Pledge-%2410-Billion-in-Call-for-Decade-of-Vaccines) (https://www.businessinsider.com/bill-gates-supports-gmos-reddit-ama-2018-2)

Lalu bagaimana jika ada jurmalis independen yang coba mengungkap sisi gelap seorang BG?

Sah-sah saja jika kemudian liputan tersebut dipatahkan dengan cara apapun. (https://www.nakedcapitalism.com/2020/08/columbia-journalism-review-publishes-detailed-expose-on-gates-foundation-buys-influence-with-journalists.html)

Setelah tahu skenarionya, apa masih ada yang nekat menguliti BG?

 

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Jejak Gates di Indonesia

Jejak Gates di Indonesia Oleh: Ndaru Anugerah Siapa nggak kenal Bill Gates? Saya yakin, sedunia pasti kenal lah dengan sosok yang satu

Read More...

Krisis di Chad

Krisis di Chad Oleh: Ndaru Anugerah Presiden Idriss Deby terbunuh ditangan pemberontak Front Chad untuk Perubahan dan Kesesuaian (FACT), setelah kurleb

Read More...

Proyek Nyamuk Gates (*Bagian 2)

Proyek Nyamuk Gates (*Bagian 2) Oleh: Ndaru Anugerah Pada bagian pertama tulisan, saya sudah mengulas tentang rencana Oxitec dalam mengendalikan nyamuk

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu