Bukan Cuan Yang Jadi Tujuannya


523

Bukan Cuan Yang Jadi Tujuannya

Oleh: Ndaru Anugerah

“Plandemi ini semata-mata hanya ladang bisnis untuk mencari keuntungan. Nggak aneh jika plandemi akan terus diperpanjang karena ‘cuan’ yang didapat sangat besar,” begitu ungkap seorang netizen di laman media sosialnya.

Benarkah plandemi ini hanya sekedar ajar cari keuntungan dan nggak ada rencana yang lebih dari sekedar nyari untung?

Tentang keuntungan dibalik plandemi, saya pernah bahas berkali-kali. (baca disini, disini dan disini)

Bahkan laporan terakhir yang dirilis kartel Big Pharma, Pfizer, mereka menyatakan bahwa keuntungan yang didapat perusahaan dari hasil jualan vaksin, suntikan booster hingga pil yang digunakan dalam mengobati si Kopit, akan melebihi target yang mereka canangkan.

Memangnya berapa cuan yang akan mereka kantongi?

Berdasarkan proyeksi yang dibuat Pfizer, mereka akan mendapatkan pendapatan sebesar USD 98 milyar hingga USD 102 milyar, di tahun 2022 ini. Angka yang fantastik! (https://s28.q4cdn.com/781576035/files/doc_financials/2021/q4/Q4-2021-PFE-Earnings-Release.pdf)

Kok bisa sebesar itu? Bagaimana perinciannya?

Dari hasil jualan vaksin Kopit saja, pendapatan yang diperoleh perusahaan sekitar USD 32 milyar. Sedangkan pendapatan dari jualan obat anti Kopit Paxlovid, mereka proyeksikan sekitar USD 22 milyar. Ini belum lagi booster yang mereka genjot, lho ya?

Jadi kalo ditotal jendral, maka ketemu angka sekitar USD 100 milyar itu tadi.

Perlu anda tahu, jika di tahun 2021 silam, pendapatan perusahaan dari jualan vaksin mencapai USD 37 milyar dan total pendapatan secara keseluruhan mencapai angka USD 81,3 milyar. Angka ini meningkat lebih dari 2 kali lipat dibandingkan pendapatan perusahaan di tahun 2020.

Ya jelas aja. Tahun 2020 kan vaksin mRNA mereka belum ada. Obat anti Kopit Paxlovid, juga belum mereka produksi. Mau dapat untung darimana?

Tapi sekarang, Pfizer merupakan salah satu kartel Big Pharma yang banjir keuntungan akibat plandemi dari hasil jualan vaksin Kopit plus booster. “Produk yang paling menguntungkan dalam sejarah,” ungkap media mainstream. (https://www.theguardian.com/business/2022/feb/08/pfizer-covid-vaccine-pill-profits-sales)

Apakah margin keuntungan semata yang dijadikan tujuan akhir dari plandemi ini?

Tentu saja tidak.

Saya berkali-kali katakan, bukan ‘cuan’ yang jadi bidikan kartel sang Ndoro besar di balik plandemi, karena kalo memang itu yang dijadikan sasaran, apa relevansinya mengingat mereka punya jaringan keuangan terbesar di dunia, dari mulai Bank Sentral hingga Lembaga Bretton Woods.

Lantas kalo bukan cuan, lalu apa targetnya?

Silakan baca-baca ulasan saya, agar anda paham narasi ini mau dibawa kemana. Masa sudah 2 tahun plandemi masih saja gagal paham? (baca disini, disini dan disini)

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!