Lebih Digdaya (*Bagian 1)


518

Lebih Digdaya (*Bagian 1)

Oleh: Ndaru Anugerah

Siapa perusahaan yang paling berpengaruh dalam mengatur tata kelola global? Banyak tentunya. Salah satunya perusahaan pengelola dana investasi terbesar di dunia, yang bernama BlackRock Inc., Perusahaan ini punya aset sekitar USD 9 trilyun untuk dikelola. Warbiyasah!

Dengan dana investasi jumbo sebanyak itu, siapa yang bisa menandingi eksistensinya? (https://www.reuters.com/business/blackrock-quarterly-profit-jumps-assets-rise-over-9-trillion-2021-04-15/)

Tentang BlackRock, saya pernah ulas pada beberapa analisa beberapa bulan yang lalu. (baca disini dan disini)

Memang seberapa berpengaruhnya BlackRock?

Mari kita lihat datanya.

Sejak Larry Fink mendirikan perusahaan tersebut di tahun 1988 silam, BlackRock kian hari kian tak terbendung. Bahkan saking powerful-nya, perusahaan tersebut punya software sendiri yang dinamakan Aladdin BlackRock.

Anda tahu bagaimana cara software tersebut bekerja?

Software tersebut disebut-sebut dapat melacak dan menganalisis perdagangan serta memantau aset lebih dari USD 18 trilyun dari banyak perusahaan keuangan, termasuk The Fed dan bank sentral lainnya yang ada di berbagai dunia. (https://www.institutionalinvestor.com/article/b1dn7pgfhbxpsg/BlackRock-s-Aladdin-Adds-Alts-Power)

Dengan kata lain, ‘kemampuan’ BlackRock jauh di atas dari bank sentral, termasuk The Fed sekalipun. Nggak heran jika kemudian analis kasih julukan BlackRock sebagai bank bayangan (shadow bank) yang lebih besar pengaruhnya ketimbang bank sentral sekalipun. (https://prospect.org/economy/blackrock-rules-world/)

Bagaimana BlackRock dapat dikatakan sangat berpengaruh? Setidaknya ada 3 lembaga yang berada dalam kungkungannya.

Apa saja?

Yang pertama pemerintah AS. Perlu anda tahu, bahwa secara de facto yang pegang kendali ekonomi pada pemerintahan Biden adalah BlackRock. Silakan anda baca ulasan saya sebelumnya. (baca disini)

Saat Biden melangkah nyapres pada 2019 silam, dia sadar bahwa untuk mengalahkan Trump jelas bukan hal yang mudah. Singkatnya, Biden perlu backing kuat agar dapat memenangkan kontestasi. Dan pihak yang ditemuinya adalah Larry Fink selaku owner dari BlackRock. (https://campaignforaccountability.org/middle-class-joe-biden-courts-wall-street-oligarch-blackrocks-larry-fink/)

Ini juga yang menjadi dasar alasan saya bisa secara tepat memprediksi kemenangan Biden pada pilpres 2020 silam, jauh-jauh hari sebelumnya. (baca disini)

Apakah kemenangan tersebut gratis?

Dalam politik, tidak ada makan siang yang gratis.

Anda tahu Brian Deese yang ditunjuk Biden selaku Direktur Dewan Ekonomi Nasional saat ini, yang secara operasional menjadi penasihat utama Biden dalam kebijakan ekonomi? Kalo anda jeli, Deese terkoneksi dengan BlackRock. (https://www.bloomberg.com/news/articles/2020-11-30/biden-picks-blackrock-s-deese-to-lead-national-economic-council)

Dan Deese juga yang pegang peranan saat Obama berkuasa, sebagai negosiator dalam Kesepakatan Paris tentang Pemanasan Global. (https://www.eenews.net/stories/1063719549/print)

Apakah campur tangan BlackRock pada ekonomi hijau hanya kebetulan? (https://www.reuters.com/business/sustainable-business/blackrock-ceo-calls-stronger-climate-finance-plan-g20-meet-2021-07-11/)

Selain Deese, ada juga nama Adewale Adeyemo yang dikenal dengan sebutan Wally yang bertindak sebagai Wakil Menkeu di bawah Sekretaris Janet Yellen. Sosok ini juga terkoneksi dengan BlackRock. (https://marketrealist.com/p/wally-adeyemo-blackrock/)

Nama ketiga yang ada pada pemerintahan Biden adalah Michael Pyle, selaku Penasihat Ekonomi Senior untuk Wapres AS Kamala Harris. Dan sama dengan yang lain, Pyle juga ‘orangnya’ BlackRock. (https://prospect.org/cabinet-watch/another-blackrock-veteran-will-join-biden-administration-michael-pyle/)

Lantas, apakah dengan menaruh orang-orangnya selaku upah balas budi, nggak mendatangkan ‘manfaat’ bagi BlackRock? Itu jelas pertanyaan retorik, bukan?

Terus, bagaimana dengan The Fed?

Memang anda pikir, siapa yang kasih masukan kepada The Fed untuk memberikan bailout pada 2019 silam saat pasar keuangan diambang kehancuran dipicu oleh ambruknya Lehman Brother di tahun 2008 dan juga krisis ekonomi global lainnya? (https://catalyzewm.com/the-feds-700-billion-repo-market-bailout-september-28-2019/)

Nggak lain ya BlackRock.

Dan sebagai ucapan terima kasih, BlackRock mendapatkan ‘proyek’ dari The Fed berupa hak untuk mengelola semua program pembelian korporasi The Fed, termasuk obligasi tempat dimana BlackRock sendiri berinvestasi. (https://www.reuters.com/article/uk-usa-fed-blackrock-idINKCN24U38E)

Dengan kontribusi yang diberikan The Fed kepada BlackRock, maka makin digdaya-lah perusahaan investasi tersebut. Dan tentu saja ini menempatkan BlackRock sebagai perusahaan yang sangat penting secara sistemik dalam sistem keuangan.

Mengingat pentingnya perusahaan sekelas BlackRock, apakah perusahaan ini ada yang mengawasi? Misalnya, jika total aset yang dikelolanya tetiba collapsed dan mampu memicu kejadian yang sistemik layaknya bank, apakah ada yang bertanggungjawab akan hal ini?

Sayangnya, perusahaan yang satu ini nggak pernah bisa kena ‘pengawasan’ dari lembaga yang berwenang. Meskipun total asetnya jauh melebihi GDP yang ada di Jerman, nyatanya BlackRock nggak pernah ‘tunduk’ pada otoritas yang berlaku. (https://wallstreetonparade.com/2020/06/blackrock-authored-the-bailout-plan-before-there-was-a-crisis-now-its-been-hired-by-three-central-banks-to-implement-the-plan/)

Kenapa BlackRock menjadi demikian digdaya? Apa yang menyebabkan hal itu dapat terjadi?

Pada bagian kedua nanti saya akan membahasnya.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


One Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. When the corporate rule the world di barat.

    Sekarang di China, pemerintahnya mengatur orang kaya dan miskin agar tidak ada kesenjangan yang semakin melebar, itulah fungsinya negara.

    Bagaimana dengan Wakanda apakah sama seperti di blok barat!!!. Apakah sudah mengadministrasi keadilan bagi rakyatnya!!!

error: Content is protected !!