Menuju Kemenangan

In Politik

Menuju Kemenangan

Oleh: Ndaru Anugerah

Perhitungan suara pada pilpres di AS sana memang belum final. Jadi belum ketahuan siapa pemenangnya. Namun sebagai analis, saya sudah kasih panduan siapa yang kira-kira bakal melenggang ke Gedung Putih. (baca disini)

“Percaya deh, pemilu kali ini Trump bakalan menang untuk yang kedua kalinya,” ungkap seorang netizen middle class kepada saya.

Ya gimana mau percaya wong ngomongnya nggak pakai data alias asal njeplak. Harusnya, kalo melontarkan pendapat, bisa dilakukan dengan 2 cara. Pertama buat analisa pembanding, yang kedua, copas tulisan atau analisa orang lain yang anda anggap representatif. Itu baru apple to apple. Pembaca yang membaca juga bakal nambah wawasan dari paparan tersebut.

Sebaliknya, saya punya argumen yang bisa saya pegang sebagai bahan analisa saya.

Maksudnya apa?

Saya coba jelaskan pakai bahasa yang sederhana.

Hasil sementara perolehan suara pada pilpres adalah 248 untuk Joe Biden dan 214 untuk Trump. Karena jumlah electoral college seantero Amrik adalah 538, maka butuh sekitar 270 bagi seorang kandidat untuk bisa menang. (https://www.theguardian.com/international)

Kalo begitu Trump masih punya peluang untuk menang karena masih ada sekitar 76 electoral college yang diperebutkan? Itu benar.

Cuma sangat sulit untuk mendapatkan hal tersebut, kalo bisa dikatakan nggak mungkin.

Kenapa demikian?

Walaupun ada sekitar 5 negara bagian yang belum mendapatkan hasil pada Rabu malam yaitu: Nevada, Carolina Utara, Georgia, Michigan dan Pennsylvania, nggak mudah bagi Trump untuk meraih suara disana.

Untuk dapat 56 electoral college, Trump butuh kemenangan di Pennsylvania dan setidaknya di 3 negara bagian lainnya. Atau kalo Trump gagal di Pennsylvania, artinya dia harus menang di 4 negara lainnya.

Masalahnya, di negara bagian Michigan, sudah rahasia umum merupakan ladang suara Demokrat. Belum lagi di Pennsylvania state seperti di Pittsburg dan Philadelphia, suara Trump bakal babak belur. Jadi bagaimana mungkin dapat 56 electoral college?

Sebaliknya, Biden hanya butuh 22 electoral college untuk menang. Coba kalo misalnya di negara bagian Great Lakes seperti Pennsylvania dan Michigan digabung, maka akan ada 36 electoral college yang bisa diraih Biden.

Let’s say, di Pennsylvania si Biden punya masalah, toh Biden masih bisa menang di Michigan dan Nevada. Di situ, Demokrat punya pangsa suara yang mumpuni. Belum lagi di Georgia dan Carolina Utara, seperti hasil banyak jajak pendapat, suara bagi Biden bakal moncer disana.

Jadi apakah Trump akan memenangkan pilpres tahun ini?

Saya katakana: butuh mukjizat untuk dapat mewujudkannya.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Jejak Gates di Indonesia

Jejak Gates di Indonesia Oleh: Ndaru Anugerah Siapa nggak kenal Bill Gates? Saya yakin, sedunia pasti kenal lah dengan sosok yang satu

Read More...

Krisis di Chad

Krisis di Chad Oleh: Ndaru Anugerah Presiden Idriss Deby terbunuh ditangan pemberontak Front Chad untuk Perubahan dan Kesesuaian (FACT), setelah kurleb

Read More...

Proyek Nyamuk Gates (*Bagian 2)

Proyek Nyamuk Gates (*Bagian 2) Oleh: Ndaru Anugerah Pada bagian pertama tulisan, saya sudah mengulas tentang rencana Oxitec dalam mengendalikan nyamuk

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu