LOADING

Type to search

Sang Penguasa Dunia (*Bagian 2)

Sang Penguasa Dunia (*Bagian 2)

Oleh: Ndaru Anugerah

Pada bagian pertama tulisan, saya telah mengulas siapa saja yang mengusai saham mayoritas pada berbagai merek terkenal di dunia, dari mulai industri pangan, hingga komunikasi. Investigasi yang dilakukan oleh Tim Gielen, mengonfirmasi hal tersebut. (baca disini)

Kesimpulannya, ada 4 nama perusahaan investasi institusional yang kerap bercokol pada brand terkenal di dunia, yakni: Vanguard, BlackRock, State Street Corporation dan Berkshire Hathaway Inc.

Apakah perusahaan investasi terbesar di kolong jagat tersebut hanya menguasai sektor yang primer dan sekunder?

Nggak juga.

Gielen menyatakan, saat kita mau liburan dan mencari penerbangan atau hotel termurah melalui web Skyscanner, Booings.com, AirBnB.com atau Expedia, kelompok investasi yang sama menguasai situs tersebut, yakni: Vanguard, BlackRock dan State Street Corporation. (https://money.cnn.com/quote/shareholders/shareholders.html?symb=EXPE&subView=institutional)

Begitu naik pesawat, semisal American Airlines, KLM hingga United Airlines, dia-dia juga yang jadi investor kakap-nya. (https://money.cnn.com/quote/shareholders/shareholders.html?symb=UAL&subView=institutional)

Bahkan saat anda mau tulis atau baca review atas hotel atau penerbangan yang anda sudah pakai atau mau pakai selama liburan (misalnya di Trip Advisor), sekali lagi nama perusahaan investasi kakap itu lagi yang muncul. (https://money.cnn.com/quote/shareholders/shareholders.html?symb=TRIP&subView=institutional)

Di industri pertanian juga sama saja. Anda tahu Bayer yang merupakan produsen benih terbesar di dunia? Kalo anda telusuri, perusahaan investasi kakap yang sama yang pegang kendali. (https://money.cnn.com/quote/shareholders/shareholders.html?symb=BAYZF&subView=institutional)

Dan hal yang sama terjadi saat anda belanja online melalui eBay, Amazon ataupun AliExpress. Memang siapa investor kakapnya selain perusahaan yang itu-itu juga? (https://markets.money.cnn.com/research/quote/shareholders.asp?symb=AMZN&subView=institutional)

Dengan kata lain, dari mulai traveling hingga perusahaan asuransi, dari jaringan restauran hingga merek kosmetik ternama, yang kuasai ya mereka-mereka juga. Kecuali jaringan warteg yang tersebar luas di seantero Wakanda.

Jadi kalo ditanya, siapa yang pegang kendali atas sistem yang ada di dunia?

Jawabannya tentu saja perusahaan investasi raksasa yang nggak lain adalah jaringan kartel sang Ndoro besar.

Sekarang kita mau tahu, siapa sih yang menguasai perusahaan investasi tersebut?

Menurut investigasi Gielen, di puncak piramida hanya ada 2 nama yang muncul, yaitu Vanguard dan BlackRock. Di bawahnya ada investor institusi yang lebih kecil dari mulai Northern Trust, Capital Group 3g Capital dan KKR.

Kalo anda tahu CitiBank, ING dan T. Rowe Price, perusahaan ini akan menginduk pada keempat perusahaan yang sudah saya sebutkan di atas.

Karena berada di puncak piramida, menjadi lumrah jika total investasi yang dikelola oleh kedua perusahaan tersebut juga spektakuler. Angkanya bahkan mencapai USD 20 triliun di tahun 2028 mendatang. (https://www.bloomberg.com/news/features/2017-12-04/blackrock-and-vanguard-s-20-trillion-future-is-closer-than-you-think)

Saking digdayanya, Bloomberg mendaulat BlackRock sebagai cabang pemerintahan keempat, karena mereka bukan saja meminjamkan uang ke bank sentral, tapi juga menjadi penasihat utama institusi keuangan tersebut. (https://www.bloomberg.com/news/articles/2020-05-21/how-larry-fink-s-blackrock-is-helping-the-fed-with-bond-buying)

Bahkan lusinan karyawan BlackRock telah bercokol pada pemerintah Biden kini yang tentu saja ini bukan tanpa maksud tertentu. Tentang ini saya pernah ulas. (baca disini dan disini)

Lalu, siapa yang menguasai BlackRock?

Disinilah masalah muncul. Kalo merujuk pada tokoh sentralnya, tentu saja Larry Fink. Tapi kalo ditanya siapa yang punya saham mayoritas pada BlackRock, jawabannya Vanguard. (https://money.cnn.com/quote/shareholders/shareholders.html?symb=BLK&subView=institutional)

Apakah lantas Vanguard semata yang punya hak dalam membuat keputusan pada BlackRock?

Ini yang nggak bisa dijawab secara gamblang. “Vanguard memiliki struktur unik yang menghalangi kita untuk melihat siapa pemegang saham sebenarnya,” demikian ungkap Gielen.

Gielen menambahkan, “Elit yang memiliki Vanguard tidak ingin ada yang tahu bahwa mereka adalah pemilik perusahaan yang paling kuat di dunia.”

Bagaimana kita tahu siapa pemilik Vanguard?

Di tahun 2016 silam, Oxfam merilis laporannya bahwa kekayaan gabungan 1% orang terkaya di dunia, setara dengan 99% kekayaan sisanya. (https://www.oxfam.org/en/press-releases/richest-1-will-own-more-all-rest-2016#:~:text=Wealth%3A%20Having%20It%20All%20and,than%2050%20percent%20in%202016.)

Dan laporan Oxfam di tahun 2018 menyatakan bahwa orang terkaya di dunia mendapatkan 82% dari semua uang yang diperoleh di seluruh dunia setahun sebelumnya. (https://www.oxfam.org/en/press-releases/richest-1-percent-bagged-82-percent-wealth-created-last-year-poorest-half-humanity)

Pertanyaannya: darimana miliarder tersebut mendapatkan kekayaannya?

Berdasarkan laporan Oxfam, Gielen menyimpulkan bahwa 2/3 miliarder tersebut memperoleh kekayaan awal melalui warisan, monopoli dan kronisme. Artinya, Vanguard dipunyai kelompok ini karena merekalah keluarga tajir mlintir di kolong jagat.

Siapa saja mereka?

Ada beberapa nama: Rothschild, DuPont, Rockefeller dan Morgan. Merekalah pemimpin kartel Ndoro besar yang sesungguhnya.

Karena mereka menguasai jaringan bank sentral hingga semua produk yang bersentuhan dengan kita setiap harinya, otomatis merekalah yang pegang kendali atas jalannya sistem di dunia ini.

Dan ini selaras dengan pernyataan yang dikemukakan Catherine Austin Fitts selaku pakar keuangan dunia, “Para bankir bank sentral-lah yang mengontrol dunia saat ini. Siapa yang punya kuasa untuk menentang mereka?” (https://truthcomestolight.com/whistleblower-catherine-austin-fitts-w-dark-journalist-daniel-liszt-on-the-central-banking-reset-plan/)

Setidaknya kalo kita ditanya, siapa yang pegang kontrol atas jalannya dunia, kita nggak meraba-raba lagi siapa pihak yang dimaksud. Bahkan saat plandemi Kopit berlangsung, apakah mereka nggak punya kendali atas kejadian ini?

Yang bokir aja!

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Tags::

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up

error: Content is protected !!