Pelajari Cara Kerjanya


516

Pelajari Cara Kerjanya

Oleh: Ndaru Anugerah – 17022024

Kita tahu bersama bahwa tatanan dunia baru yang berbentuk multipolar tengah mendapatkan endorsement dari banyak media independen.

Dikatakan bahwa tatanan multipolar (dengan BRICS plus sebagai motornya) akan menggantikan tatanan unipolar yang selama ini menghegemoni di dunia. (https://www.sabcnews.com/sabcnews/brics-summit-rejects-a-western-led-unipolar-world-and-its-abuses-particularly-sanctions/)

Apa iya?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, ada baiknya anda tahu beberapa hal.

Berdasarkan fakta, saat ini kita hidup dalam tatanan dunia unipolar dengan AS dan sekutunya sebagai pemimpinnya. Dan konsep unipolar serta merta muncul ke diskusus geopolitik pasca ambruknya kekuatan Uni Soviet di awal 1990an.

Sejak saat itu nggak ada satu kekuatan berarti di dunia, yang bisa menandingi hegemoni unipolar yang berkiblat pada negara-negara Barat, dengan AS sebagai pemimpinnya.

Dengan kekuatan tersebut, menjadi masuk akal jika negara-negara Barat saling bersekutu untuk menjarah sumber daya alam, membentuk pemerintahan boneka hingga mengeksploitasi negara-negara lemah, seenak jidat mereka.

Kita semua sepakat, bahwa sistem ini tidaklah berperikemanusiaan dan berperikeadilan.

Siapa yang menciptakan sistem tersebut?

Anda pasti kenal sosok Rockefeller. Di tahun 1945, John D. Rockefeller (JDR) mendonasikan tanahnya di kota New York sebagai tempat berdirinya markas lembaga dunia yang bernama PBB. (https://americanprofile.com/articles/john-d-rockefeller-jr-donated-land-for-united-nations-headquarters/)

Siapakah JDR sesungguhnya?

Nggak lain adalah sosok oligarki. Karenanya sudah menjadi diktum bahwa nggak ada makan siang yang gratis, yang disediakan oleh sosok oligarki manapun, apalagi sekelas JDR.

Apa tujuan pemberian lahan tersebut?

Yah tentu saja ‘kontribusinya’ pada lembaga dunia tersebut. Dari pertama berdirinya hingga kini, berapa uang yang berasal dari kocek dinasti Rockefeller mengalir ke badan dunia ini? (http://www.connectingtheagenda.com/2016/11/connecting-rockefellers-to-united.html)

Menjadi wajar jika kemudian Rockefeller (dalam hal ini yayasan-yayasannya), kerap dijadikan mitra kerjasama PBB dalam banyak hal, dari bidang investasi, kesehatan hingga pengobatan, yang belakangan dikemas sebagai target SDG 2030. Bahasa sederhananya sebagai mitra swasta. (https://sustainabledevelopment.un.org/partnership/partners/?id=2103.)

Jadi kita tahu siapa yang mengendalikan badan dunia sekelas PBB?

Tentu saja oligarki yang punya jaringan global.

Seiring berjalannya plandemi Kopit, inisiasi terbentuknya tatanan dunia baru multipolar, makin menguat. Diharapkan dunia multipolar akan menjunjung spirit egalitarian antar semua negara anggota dan tidak boleh lagi ada penindasan di muka bumi ini. Model ekonomi global yang baru kelak akan tercipta dari sini.

Sekilas bagus yah jargon yang dikumandangkan.

Lantas dimana peran oligarki pada dunia multipolar?

Menurut kliam-nya, bakal di bumi hanguskan. “Oligarki mungkin memanipulasi banyak negara, tapi tidak semua negara. Negara-negara tertentu seperti China, Rusia dan Iran bisa menjadi negara berdaulat karena lepas dari pengaruh oligarki,” demikian kurleb-nya.

Singkatnya, sistem multipolar bakal menentang oligarki Barat yang faktamya kerap dijadikan mitra kerjasama PBB. (https://www.meridian.org/programs/g3p/)

Apakah begitu adanya?

Adalah fakta jika semua negara sangat mendukung SDGs yang ditetapkan sebagai target bersama di 2030 mendatang, demi terciptanya tata kelola global di bawah PBB.

Nggak hanya itu, sebab semua negara di muka bumi ini tengah diarahkan pada program global bersama dari mulai vaksinasi Kopit, digitalisasi, penggunaan mata uang digital, sensor disinformasi hingga pengawasan populasi. Sekali lagi semua ada dalam bingkai tata kelola global yang sama.

Jika tatanan dunia baru multipolar memang menentang jaringan oligarki Barat yang bersifat global, lantas kenapa mereka juga ikutan menjalankan program global yang sama dimana para oligarki-lah yang memegang kendali atas program-program tersebut?

Selain itu anda perlu tahu bahwa BRICS yang dirikan pada 2001 silam, karena adanya inisiasi dari seorang Jim O’Neill yang merupakan bankir Goldman Sachs.

Pertanyaannya: apakah mungkin bankir yang masuk jaringan Ndoro Besar nggak punya vested-interest sama sekali atas berdirinya BRICS yang didesain-nya sejak awal? (https://www.goldmansachs.com/intelligence/archive/archive-pdfs/build-better-brics.pdf)

Lalu, tatatan dunia baru yang multipolar itu sebenarnya apa?

Menarik untuk mengutip apa yang dikemukakan China’s Proposal and Actions pada September 2023 silam.

“Pemerintahan Tongkok menyatakan bahwa hanya ada satu sistem yang berlaku di dunia, yakni sistem internasional dengan PBB sebagai intinya. PBB-lah yang menjalankan sistem internasional tersebut. Karenanya China ikut serta secara aktif berpartisipasi dan memimpin proses reformasi sistem pemerintahan global.” (https://www.mfa.gov.cn/eng/zxxx_662805/202309/t20230926_11150122.html)

Jadi tatanan dunia baru yang multipolar nggak lain adalah proses reformasi kepemimpinan global yang tengah menjalankan proses transisi ke tata kelola global baru yang dilengkapi dengan SDGs, mata uang digital, sensor dan pengawasan serta kontrol global terpusat atas semua negara.

Dan ini memang sejalan dengan skenario yang dibesut oleh oligarki global yang selama ini dikenal sebagai ‘mitra kerjasama swasta’ PBB.

Dengan demikian, hancurnya tatanan dunia unipolar yang sebentar lagi bakal terjadi, menuju tatanan dunia baru multipolar, nggak serta merta menghancurkan jaringan oligarki global. Lha wong program-program mereka nyatanya dijalankan oleh semua negara di dunia, termasuk negara-negara poros perlawanan sekelas Rusia, China ataupun Iran sekalipun.

Mungkinkah semua negara-negara di dunia menerapkan platform kebijakan yang sama secara bersamaan, tanpa adanya koordinasi global dan pengendalian kebijakan terpusat?

Itu terlalu cliché untuk ditanyakan.

Singkatnya, kita bakal lepas dari mulut singa, dan beralih ke mulut buaya.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


2 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. Berarti sama dong ya pak? Sekalipun unipolar atau Multipolar yang pegang kuasa iya ndoro juga. Tapi jujur cara mereka mengecoh luar biasa utamanya brics seolah menentang “mereka” nyatanya brics yang buat ya “mereka” juga

error: Content is protected !!