Ekspektasi Berlebihan

In Sejarah

Ekspektasi Berlebihan

Oleh: Ndaru Anugerah

Awalnya RS melakukan aksi offside dengan menghina korps pemegang bedil pada perayaan keagamaan yang digelarnya bersama para pengikutnya. (https://wartakota.tribunnews.com/2020/11/20/video-pangdam-jaya-respon-hinaan-habib-rizieq-ke-tni-polri-saat-acara-maulid-di-petamburan)

Hal ini dibalas dengan tindakan mempreteli baliho RS yang ada diseputaran Jekardah oleh korps bersenjata yang telah dihina oleh RS tersebut. (https://www.republika.id/posts/11835/tentara-turunkan-baliho-rizieq-shihab)

Kasus bergulir dengan ‘seruan’ sang jenderal agar laskar RS bisa dibubarkan karena dianggap telah memicu keresahan di tengah masyarakat. (https://republika.co.id/berita/qk2wk2328/seruan-pangdam-jaya-agar-fpi-dibubarkan-saja)

Merespon seruan sang jenderal, maka masyarakat langsung kasih dukungan dengan mengirimkan karangan bunga. Tujuannya jelas, agar laskar RS bisa dibubarkan. (https://www.liputan6.com/news/read/4415712/banjir-karangan-bunga-dukung-pangdam-jaya-turunkan-baliho-rizieq-shihab)

Pertanyaan sederhana: mungkinkah laskar RS dibubarkan oleh pemerintah Wakanda?

Sebenarnya ini pertanyaan retorik, kalo anda telah membaca analisa saya sebelumnya. (baca disini)

Cuma biar anda nggak ‘orgasme’ ditengah jalan, saya akan bahas biar anda paham duduk masalahnya. Setelah itu anda mau melanjutkan euforia anda, ya silakan saja.

Wikileaks pernah kasih bocoran file sebanyak 60.000 dokumen rahasia dari Saudi. Dari sekian banyak dokumen yang berhasil ‘dibuka’ tersebut salah satunya menyasar Republik Wakanda perihal ‘arahan’ agar penyebaran sekte Ahmadiyah bisa dihentikan di sana. (https://wikileaks.org/saudi-cables/doc69005.html)

Adalah Pangeran Naif bin Abdil Aziz yang kasih surat bagi Menlu Saudi yang kemudian diteruskan kepada Kedubes Saudi di Jekardah.

Apa isi pesannya?

Masalah Ahmadiyah telah dibahas oleh komite persiapan Majelis Tertinggi Urusan Islam yang berencana untuk menghentikan penyebaran Ahmadiyah di Republik Wakanda dengan memakai tangan Majelis Ulama Wakanda,” kurleb-nya demikian isi tuh surat dari Pangeran Saudi.

Sebulan setelah surat dilayangkan, dampaknya sungguh dahsyat. Sekelompok orang secara brutal menyerang masjid Ahmadiah di desa Cipakat, di Singaparna, dengan cara dilempari batu dan menyerbu masjid tersebut hingga akhirnya dibakar. (https://regional.kompas.com/read/2013/05/05/12295392/Masjid.Ahmadiyah.di.Singaparna.Dibakar.Massa)

Surat kedua berasal dari Raja Saudi Abdullah bin Abdulaziz Al Saud yang intinya kasih rekomendasi kepada sang Pangeran untuk mengambil tindakan terkait Ahmadiyah di Republik Wakanda. (https://wikileaks.org/saudi-cables/doc58385.html)

Sebelum peristiwa penyerangan di desa Cipakat tersebut, ada peristiwa serupa yang menyerang anggota sekte Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang secara brutal. (https://nasional.tempo.co/read/311441/kronologi-penyerangan-jamaah-ahmadiyah-di-cikeusik)

Kenapa Ahmadiyah diserang? Karena dianggap sebagai aliran ‘bidah’ dalam Islam. Namun karena tetap ‘membandel’ dan terus beroperasi walaupun sudah diperingati, maka nggak ada jalan lain untuk menghentikannya selain pakai cara ‘preman’.

Lantas siapa pelaku pengeroyokan tersebut?

Pelaku pengeroyokan tersebut adalah kelompok binaan Saudi yang telah lama dijadikan proxy di Republik Wakanda. Jadi kalo ada kepentingan Saudi yang diusik, pasti mereka digerakkan untuk beraksi. Siapapun itu.

Dengan kata lain, para proxy digunakan Saudi untuk menekan pemerintahan Wakanda agar membatasi kegiatan Ahmadiyah di sana. Dan ini nggak gratis, karena sokongan dana jumbo ada dibalik ‘arahan’ sang Raja Saudi.

Dan ‘jatah kue’ juga dinikmati media mainstream di Wakanda sekelas Kompor dan Jekardah Post dalam mendukung pemberitaan yang condong ke Saudi. (https://www.rabwah.net/wikileaks-saudi-cables-reveal-secret-push-to-stop-ahmadiyya-in-indonesia/)

Kenapa Ahmadiyah menjadi ancaman tersendiri buat Saudi?

Nggak lain karena sekte ini punya banyak pengikut di kolong langit yang tingkat perkembangannya lumayan signifikan. Di tahun 2010 saja ada sekitar 30 juta penganutnya di dunia. Dan ada trend bahwa aliran ini punya ‘pangsa pasar’ yang bagus di masyarakat. (https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42642858)

Dan ini jelas ancaman bagi Saudi yang ingin pegang kendali atas dunia Islam. Lha sekte Syiah saja dibabat, apalagi cuma sekelas Ahmadiyah? (https://www.nytimes.com/2015/07/17/world/middleeast/wikileaks-saudi-arabia-iran.html)

Dr. Usama Hasan selaku peneliti senior studi Islam di Quilliam Foundation di London mengatakan, “Ada ribuan organisasi dan pengkhotbah di seluruh dunia yang berada dalam pengaruh Saudi karena telah mendapatkan pendanaan,” (https://theweek.com/articles/570297/how-saudi-arabia-exports-radical-islam)

Bisa disimpulkan adanya simbiosis mutualisme antara Saudi dan para proxy binaannya.

Jangan aneh bila seorang RS yang dianggap sosok ‘rusuh’ di Republik Wakanda, bisa aman-aman saja melarikan diri ke Saudi selama kurleb 3 tahunan, ya karena dia juga proxy Saudi. Kalo bukan proxy, mana mungkin dikasih ‘suaka’?

Kesimpulannya: apakah organisasi RS yang telah menjadi proxy Saudi bisa dibubarkan? Tentu sekarang anda bisa menjawabnya sendiri, bukan?

Anyway, turut berduka atas korban teror di Sigi sana.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Apa Trump Lebih Berbahaya Dari Kopit?

Apakah Trump Lebih Berbahaya Dari Kopit? Oleh: Ndaru Anugerah Di AS sana, ada 2 topik panas yang saat ini kerap diperbincangkan.

Read More...

Rencana Besar Elite Global (*Bagian 2)

Rencana Besar Elite Global (*Bagian 2) Oleh: Ndaru Anugerah Pada bagian 1 saya telah mengulas tentang Oded Yinon’s Plan (OYP) yang

Read More...

Kado Perpisahan Trump

Kado Perpisahan Trump Oleh: Ndaru Anugerah Apa yang telah dilakukan Trump buat Israel selama 4 tahun kepemimpinannya? Sangat banyak dan bukan kaleng-kaleng

Read More...

3 commentsOn Ekspektasi Berlebihan

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu