Siapa Bermain di Haiti? (*Bagian 2)


528

Siapa Bermain di Haiti? (*Bagian 2)

Oleh: Ndaru Anugerah

Pada bagian pertama tulisan saya sudah mengulas tentang ‘kejanggalan’ proses tewasnya mantan presiden Jovenel Moise dan juga pihak-pihak yang terlibat dalam ‘mengatur’ jalannya pemerintahan di Haiti. (baca disini)

Pertanyaan awalnya adalah: apakah semua pihak mempercayai narasi resmi yang dikeluarkan pemerintah Haiti tentang kematian sang mantan presiden Moise tersebut?

Pastinya tidak.

Seperti kita ketahui bahwa menurut versi resmi, sebuah regu pembunuh beranggotakan 28 orang yang terdiri dari orang Kolombia dan AS, berhasil membunuh Moise. “8 orang masih buron,” menurut sumber resmi. (https://www.moneycontrol.com/news/world/two-haitian-americans-detained-in-connection-with-assassination-of-haiti-president-7148811.html)

Sekarang coba jawab: apakah mungkin 28 orang tetiba membunuh Moise tanpa ada juntrungannya? Jelas nggak logis. Artinya ada yang ‘kasih’ order ke mereka buat menghabisi Moise.

Setidaknya Steven Benoit sebagai politisi Haiti menyangsikan narasi resmi yang dikeluarkan pemerintah. “Banyak kejanggalan di dalamnya,” begitu kurleb-nya. (https://www.cnn.com/2021/07/11/americas/haiti-assassination-investigation-intl-cmd/index.html)

Lalu, jika narasi resmi yang dikeluarkan pemerintah Haiti nggak cukup valid, lantas bagaimana yang sebenarnya terjadi?

“Dari beberapa warga Kolombia yang terlibat dalam pembunuhan Moise, salah satunya adalah mantan serdadu yang pernah mendapatkan pelatihan dari AS,” ungkap Menhan Kolombia Diego Molano. (https://twitter.com/Diego_Molano/status/1413302546584719365)

Asal tahu saja, kalo Kolombia telah lama jadi sekutu regional utama AS dikawasan Amerika Latin.

Tujuannya satu: agar destabilisasi di wilayah tersebut bisa dilakukan lewat Kolombia. Sah-sah saja jika kemudian AS melatih dan mempersenjatai serdadu Kolombia untuk kepentingan tersebut. (https://www.washingtonpost.com/wp-srv/national/longterm/overseas/stories/priest0525.htm)

Salah satu dari tim eksekusi Moise adalah Manuel Antonio Grosso Guarin, yang merupakan mantan pasukan khusus Kolombia, (https://www.semana.com/nacion/articulo/exclusivo-lancero-paracaidista-y-contraguerrilla-la-particular-hoja-de-vida-de-manuel-antonio-grosso-colombiano-capturado-por-asesinato-del-presidente-de-haiti/202122/)

Di tahun 2013, Grosso pernah terdaftar sebagai pasukan elit rahasia yang ditugaskan untuk mengatasi operasi kontra-terorisme dengan melakukan penculikan dan pembunuhan. (https://special-ops.org/agrupacion-de-fuerzas-especiales-antiterroristas-urbanas-afeur/)

Sudah mahfum jika kemudian sekelas Grosso kerap mendapatkan instruksi untuk menjalankan operasi-operasi rahasia dari Pentagon yang selama ini menyokong pasukan binaannya tersebut di Kolombia. (https://www.eltiempo.com/unidad-investigativa/asi-llegaron-a-haiti-colombianos-acusados-de-asesinar-al-presidente-moise-601890)

Selain Grosso, ada juga nama Francisco Eladio Uribe Ochoa yang merupakan pensiunan AD Kolombia sebagai tim eksekusi Moise. 11-12 dengan Grosso, Uribe juga terkoneksi dengan pihak militer AS. (https://www.eltiempo.com/unidad-investigativa/haiti-un-exmilitar-detenido-es-investigado-por-falsos-positivos-601977)

Kemudian ada James Solages yang dulunya adalah CEO dari sebuah LSM. Solages pernah tercatat sebagai kepala komandan pengawal untuk kedubes Kanada di Haiti. (https://www.washingtonpost.com/world/2021/07/08/haiti-president-assassinated/)

Solages juga pernah bekerja sebagai bodyguard dari Reginald Boulos yang jadi musuh bebuyutan Moise. Selain itu sosok Boulos juga dikenal sebagai lawan mantan presiden Jean-Bertrand Aristide yang dikudeta pada tahun 2004. (https://haitiantimes.com/2021/07/08/haitian-american-arrested-in-assassination-allegedly-worked-security-for-moise-opponents/)

Banyak orang Haiti percaya kalo Boulos adalah sosok dibalik tewasnya Moise. Sekarang silakan lihat video yang pernah saya share pada bagian pertama tulisan. Disitu terlihat bahwa gerombolan pengeksekusi mengendarai Nissan Patrol.

Apakah kebetulan kalo Boulos sebagai pemilik dealer yang menyediakan kendaraan operasional tersebut?

Belum lagi kalo kita tahu sosok Claude Joseph yang merupakan boneka AS sebagai pengganti Moise saat ini. (https://wikileaks.org/plusd/cables/05PORTAUPRINCE1792_a.html)

Nggak susah untuk mencari siapa dalang dibalik kematian Moise, bukan? Kecuali anda percaya kalo semua itu adalah kebetulan semata.

Lalu, apa kepentingan mereka di Haiti?

Haiti itu kaya SDA, utamanya emas. Pada 2012 silam, sebuah eksplorasi berhasil menemukan kandungan emas di daerah pegunungan Haiti dengan potensi mencapai USD 20 miliar. (https://www.nbcnews.com/id/wbna47398045)

Itu baru emas. Ada juga perak dan tembaga yang nggak kalah pamor. (https://www.mining-technology.com/features/featurehaitis-gold-is-the-country-ready-to-exploit-its-unearthed-riches-4531167/)

Wajar jika kartel Ndoro besar berkepentingan atas kekayaan alam yang ada di Haiti. (https://jamaica-gleaner.com/article/focus/20190421/norris-mcdonald-haiti-give-me-your-gold-not-your-weak-and-weary)

Masalah muncul saat Moise mulai sulit ‘diatur’.

Saat China mencoba menggeser peran Taiwan pada pemerintahannya, Moise justru kasih jalan. Wajar. Siapa juga yang menolak bantuan gratis, pinjaman tanpa bunga dan pinjaman lunak lainnya dari China? (https://www.taiwannews.com.tw/en/news/3776905)

Jika kemudian Moise menyatakan dukungannya pada ‘Prinsip Satu China’, apa nggak bermasalah bagi AS yang sudah mati-matian mendukung Taiwan? Belum lagi kalo konsesi penambangan emas jatuh ke Tiongkok. (baca disini)

Masalah lainnya adalah saat si Kopit melanda Haiti. Bukannya stay alert terhadap proyek besar sang Ndoro besar tersebut, Moise terkesan acuh. Padahal propaganda Kopit demikian masif di Haiti. (https://www.nbcnews.com/news/world/almost-no-one-western-hemisphere-s-poorest-country-has-been-n1272342)

Mungkin karena tahu sikap Moise, Biden bahkan ‘sengaja’ melewatkan donasi vaksin Pfizer ke Haiti. Brazil yang posisinya lebih jauh malah dapat jatah duluan ketimbang Haiti. “Ngapain juga kirim vaksin kalo nggak dipakai?” (https://www.nbcnews.com/politics/white-house/u-s-sending-1-35-million-doses-j-j-vaccine-n1270820)

Ditambah sikap rakyat misqueen Haiti yang sangat menginginkan Moise untuk mundur, tentu nggak sulit untuk ‘melenyapkan’ seorang nggak tahu caranya balas budi, bukan? (https://theconversation.com/haitians-protest-their-president-in-english-as-well-as-creole-indicting-us-for-its-role-in-countrys-political-crisis-160154)

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!