Patgulipat Bisnis Vaksin


517

Patgulipat Bisnis Vaksin

Oleh: Ndaru Anugerah

Bagaimana caranya agar vaksin Ndoro Besar bisa laku di pasaran? Seribu cara dilakukan para ‘sales-nya’, agar vaksin tersebut laris manis tanjung kimpul.

Salah satu caranya adalah dengan mengubah definisi.

Maksudnya?

Dalam dunia pengobatan, kekebalan kawanan alias herd immunity merupakan konsep yang sangat penting. Merujuk pada definisi yang dikeluarkan Healthline, “Kekebalan kawanan dapat terjadi saat banyak orang dalam suatu komunitas menjadi kebal terhadap penyakit menular, sehingga penyakit itu berhenti menyebar.” (https://www.healthline.com/health/herd-immunity)

Ada 2 cara yang bisa dilakukan dalam mencapai kekebalan kawanan tersebut.

Pertama, banyak orang tertular penyakit dan pada saatnya nanti akan mampu membangun respons kekebalan terhadap penyakit tersebut. Ini adalah kekebalan alami, dan Swedia telah mengambil langkah tersebut. (baca disini dan disini)

Cara kedua, melalui vaksinasi yang bertujuan untuk melawan penyakit menular tersebut.

Jadi, muara dari pandemi Kopit ini adalah menuju satu titik yang namanya kekebalan kawanan. Dan itu bisa dilakukan pakai 2 cara, mau yang alami atau buatan.

Masalahnya, WHO mengubah definisi tentang kekebalan kawanan di situs resmi mereka secara sepihak.

Pada definisi awal yang dirilis WHO pada bulan Juni 2020 silam, definisi kekebalan kawanan adalah, “Perlindungan tidak langsung dari penyakit menular yang terjadi saat suatu populasi menjadi kebal, dan ini dapat dilakukan melalui vaksinasi atau kekebalan kawanan yang dikembangkan melalui infeksi sebelumnya.”

Dan definisi awal WHO tentang herd immunity selaras dengan definisi yang dikeluarkan oleh Healthline maupun secara umum. (https://en.wikipedia.org/wiki/Herd_immunity)

Namun, pada 15 Oktober 2020, WHO mengubah definisi kekebalan kawanan pada situs resminya menjadi: “Konsep yang digunakan dengan cara vaksinasi, dimana suatu populasi dapat dilindungi dari virus tertentu jika ambang batas vaksinasi tercapai.”

Jadi kalo anda lihat definisi asli herd immunity versi WHO pada situs resmi mereka, otomatis sudah nggak ada lagi, alias telah dihapus dari mesin wayback mereka. Yang akan anda temukan ya versi terbaru tersebut di atas. (https://web.archive.org/web/20201016000000*/https://www.who.int/news-room/q-a-detail/herd-immunity-lockdowns-and-covid-19)

Dan anehnya, nggak ada sama sekali penjelasan yang diberikan atas perubahan definisi tersebut di laman resmi WHO. Emejing.

Pertanyaannya: kenapa definisi kekebalan kawanan harus diganti?

Karena biar program vaksinasi global milik Ndoro besar bisa sukses digelar.

Jadi, nggak ada pilihan lain untuk mencapai status kekebalan kawanan (herd immunity), selain pakai cara vaksinasi. Dengan kata lain, anda harus disuntik vaksin Kopit. Titik.

Apakah definisi baru WHO tersebut, itu benar adanya?

Justru kebalikannya.

Pertama, definisi tersebut menegasikan konsep kekebalan kawanan yang dipakai secara alami oleh beberapa negara di dunia.

Kedua, pada definisi baru WHO tersebut terdapat kalimat: “Kekebalan kawanan dicapai dengan melindungi orang dari virus, dan bukan membuat mereka terpapar virus.”

Prok-prok-prok.

Numpang nanya: bukankah konsep dasar vaksinasi adalah membuat orang terkena virus yang dilemahkan pada vaksin tersebut? (https://en.wikipedia.org/wiki/Vaccine)

Aliasnya, definisi baru WHO tentang kekebalan kawanan, selain nggak akurat dan mengandung bias sains.

Ya, namanya jualan. Segala strategi bakal dipakai agar ‘barang dagangannya’ laku dijual, bukan?

Dan sebulan setelah definisi baru dirilis, Inggris langsung menyetujui vaksin komersial pertama bagi si Kopit. (https://www.businessinsider.com/pfizer-and-biontech-covid-19-vaccines-approved-by-uk-regulator-2020-11)

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!