Misteri Kematian Sang Putri


521

Misteri Kematian Sang Putri

Oleh: Ndaru Anugerah – 24042024

Paris, 31 Agustus 1997. Setelah melakukan makan malam yang elegan di Hotel Ritz, seorang putri yang berusia 36 tahun mengarungi perjalanan tragis melalui terowongan yang berujung pada kematiannya. Dialah Putri Diana a.k.a Princess of Wales. (https://apnews.com/article/princess-diana-death-august-1997-coverage-f95a64d93949bf73a5644a91627d204b)

Berdasarkan versi resmi yang banyak bertebaran di media mainstream, kecelakaan yang menimpa 4 orang (Putri Diana, Dodi Al Fayed sang kekasih, pengawal dan supirnya) dalam terowongan tersebut, murni kecelakaan. “Supir tengah dibawa pengaruh alkohol, dan mengemudi dengan kecepatan tinggi,” demikian kurleb-nya.

Dikatakan bahwa setelah mobil memasuki terowongan, mobil langsung kehilangan kendali dan menabrak pilar beton sehingga terguling dan memantul ke dinding terowongan.

Mengapa mobil dipaksa berlari kencang?

Guna menghindari kejaran sepeda motor dan juga mobil yang berisi para paparazzi yang saat itu tengah ‘mengusik’ kehidupan pribadi sang Putri yang baru ‘lepas’ dari sang Pangeran. Bukankah berita sensasional ala selebriti selalu menarik untuk disimak?

Sasus beredar bahwa sang kekasih berencana meminang sang Putri selepas makan malam di Ritz. Ini dibuktikan dengan ditemukannya cincin berlian solitaire seharga USD 205 ribu pada kantong saku baju Al Fayed.

Pertanyaannya: ngapain para paparazzi menguntit kehidupan pribadi sang Putri? Mungkinkah ada yang mengorkestrasi aksi mereka di lapangan?

Apakah kematian yang menimpa sang Putri murni kecelakaan atau ada faktor lain yang menghendaki ‘kecelakaan’ tersebut?

Pertanyaan itu nggak mudah untuk dijawab, karena hingga saat ini misteri kematian sang Putri tetap menarik untuk disimak. Terlebih lagi, narasi yang diberikan media mainstream terlalu sederhana untuk dikunyah khalayak umum.

Lantas, bagaimana kematian sang Putri versi yang lain?

Menarik untuk disimak, kesaksian yang diberikan oleh mantan agen MI6, Richard John Charles Tomlinson di tahun 1999 silam. Dalam kesaksiannya kepada otoritas kepolisian dan kehakiman Perancis, Tomlinson mengungkapkan pihak yang ‘bermain’ dalam kematian sang Putri Wales. (https://www.telegraph.co.uk/news/uknews/1578498/Diana-inquest-MI6-plotted-tunnel-murder.html&lang=en)

“MI6 berencana membunuh pemimpin Serbia, Slobodan Milosevic dalam skenario kecelakaan mobil di terowongan 5 tahun sebelum Putri Diana meninggal dalam kecelakaan yang serupa,” ungkap Tomlinson.

Tomlinson menambahkan bahwa dirinya melihat dokumen sebanyak 2 halaman yang dibuat pada tahun 1992, yang merinci 3 rencana untuk membunuh Milosevic. Salah satu rencana pembunuhan adalah dengan menggunakan lampu sorot untuk membutakan sopir Milosevic yang menggandeng kelompok para militer sebagai oposisi Serbia.

Rencana yang lain adalah dengan menggunakan bom atau penembak jitu, dimana kelompok kecil SAS atau SBS bakal disusupkan ke Serbia.

Menurut Tomlinson, dirinya mendapatkan informasi tersebut dari seorang perwira senior di MI6. Dikatakan bahwa skenario kecelakaan di terowongan akan berarti lebih sedikit saksi namun dampaknya bisa berakibat fatal.

Bahkan mantan perwira MI6 tersebut telah memperlihatkan kepadanya lampu sorot yang dipakai anggota SBS selama sesi pelatihan di Poole, Dorset. Adapun lampu sorot tersebut bersifat portable dan dapat membutakan pilot helikopter musuh yang nekat mencoba mendarat di malam hari.

Apakah narsum yang dikatakan Tomlinson kaleng-kaleng?

Tomlinson menegaskan bahwa mantan agen senior MI6 tersebut sebagai perwira yang ambisiun dan serius. “Dia nggak akan mempertaruhkan kariernya dengan membuat proposal asal-asalan dan menganggapnya sebagai sebuah lelucon,” ungkapnya. Dengan kata lain, narsum yang diungkapkan Tomlinson, bukan orang sembarangan di MI6.

Dan rencana pembunuhan sang Putri di terowongan akan bisa berjalan sempurna jika ada keterlibatan paparazzi yang seolah-olah menguntit kehidupan pribadinya. Dengan kondisi supir yang mabuk, ditambah dikejar-kejar paparazzi dan juga ditembak lampu sorot, maka rencana eksekusi makin sempurna.

“MI6 membayar banyak orang untuk mendapatkan akses informasi, termasuk para paparazzi dan pengacara,” ujar Tomlinson.

Lalu bagaimana eksekusi rencana dilakukan?

MI6 yang saat itu (1990an) tengah menggelar operasi penyeludupan persenjataan canggih Soviet keluar dari sisa-sisa Uni Soviet, kerap melakukan pertemuan tertutup di Hotel Ritz, Place de Vendome, Paris. (http://whale.to/b/tomlinson.html)

Saat melakukan pertemuan itulah Tomlinson mendapati bahwa ada salah satu informan wahid MI6 berkebangsaan Perancis, yang bernama Henri Paul (yang nggak lain adalah pengawal pribadi Dodi Al Fayed). Dari sosok Henri inilah MI6 mendapatkan informasi rinci, utamanya tentang skedul yang dilakukan Dodi Al Fayed selama berada di Paris bersama sang Putri.

Untuk tugas khusus ini, MI6 menerjunkan agen yang cukup punya reputasi, Spearman, yang ditugaskan ke Paris sebelum skenario digelar.

Tomlinson menyatakan adanya keterlibatan agen yang mengusulkan untuk mengatur sebuah kecelakaan di terowongan yang bersifat fatal, mengingat dinding beton yang letaknya sangat rapat dengan jalan sehingga jika ada kecelakaan yang menghantam dinding beton tersebut dapat berujung kematian. Selain itu, kecelakaan di terowongan dapat meminimalisir adanya saksi independen.

Lalu, kenapa MI6 ditugaskan sebagai eksekutor?

Karena adanya kedekatan antara badan intelijen Inggris tersebut dengan Rumah Tangga Kerajaan, yang dijembatani Kementerian Luar Negeri. Biasanya dinas intelijen akan memberi informasi dan mengantisipasi potensi ancaman terhadap anggota kerajaan.

Hal ini menjadi lumrah, apalagi melihat tingkah Putri Wales yang kerap melakukan perjalanan keluar tanpa mau diawasi dan mendapat perlindungan dinas intelijen. Tentu saja, ini tidak terjadi karena selalu ada keterlibatan intelijen dalam melindungi keluarga kerajaan dalam penyamaran.

Selain itu, Tomlinson juga mengetahui adanya keterlibatan salah satu paparazzi yang secara rutin mengikuti sang Putri kemana-pun. Selidik punya selidik, ternyata paparazzi tersebut adalah anggota UKN yang merupakan unit kecil yang memberikan layanan pengawasan dan keahlian fotografi kepada MI6.

Keyakinan keterlibatan MI6 dalam pembunuhan Princess of Wales makin kentara, saat Tomlinson ditahan pihak keamanan Perancis tanpa sebab yang jelas. Padahal di saat yang sama dirinya akan memberikan kesaksian kepada Hakim investigasi Perancis, Herve Stephan.

Mengapa Tomlinson ditahan tanpa kejelasan oleh badan intelijen Perancis (DST) hingga menyebabkan dirinya mengalami patah tulang rusuk dan penyitaan laptop-nya, jika tidak ada sesuatu yang disembunyikan?

Atau saat Tomlinson diundang sebagai narasumber pada Australian Channel Nine di Australia tentang kematian Putri Diana, mengapa dirinya mendapat tindakan tidak menyenangkan dari dinas intelijen Selandia Baru (NZSIS) yang menyebabkan laptopnya disita tanpa kejelasan ketika dirinya transit di NZ?

Atau saat akan menghadiri sesi wawancara televisi dengan NBC Amerika, lagi-lagi Tomlinson mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari pihak imigrasi di bandara dengan alasan dokumen perjalanan-nya tidak lengkap, dan berujung pada deportasi dirinya.

Nyatanya petugas imigrasi dipaksa melakukan tindakan represif tersebut pada Tomlinson, karena mendapat instruksi langsung dari CIA.

Mengapa CIA berkepentingan atas deportasi Tomlinson yang hendak menghadiri sesi wawancara di jaringan televisi NBC?

Terlepas semua itu, kesaksian Tomlinson layak dijadikan rujukan di tengah tabir misteri kematian, meskipun tidak diungkapkan secara jelas mengapa pihak kerajaan berkepentingan atas kematian Putri Diana.

Apa mungkin karena sang Putri telah sukses mencoreng citra baik kerajaan Inggris dengan menjalin hubungan pada flamboyan gaek sekelas Dodi Al Fayed?

Atau sang Putri terpaksa ‘dibungkam’ untuk menghindari aksi buka suara atas kelakuan anggota kerajaan yang selama ini tidak terekspos?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!