Merebut Kaukus Barat

In Sosial Budaya

Bagaimana peluang paslon JOMIN di daerah panas: DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten pada gelaran pilpres 2019 nanti?

Menilik pada hasil pilpres 2014, Jokowi rada keteter pada ketiga daerah tersebut. Walaupun pada pilkada DKI dan Banten 2017 lalu, hasilnya merupakan pengulangan pilpres 2014. Namun pada pilkada Jabar, walaupun paslon kampret tidak berhasil memenangkan kontestasi, tapi selisihnya toh nggak jauh-jauh amat antara RK dan Asik.

Boleh dibilang menakjubkan. Padahal di hampir semua lembaga survei rata-rata tidak ‘mengungguli’ paslon kampret sedikitpun di setiap hasilnya. Toh hasil finalnya, sungguh di luar perkiraan.

Kesimpulannya, butuh kerja keras untuk dapat merebut suara pada daerah kaukus barat.

Apa sih sebenarnya kelebihan daerah tersebut?

Kaukus barat merupakan daerah spesial (ring 1) dengan kontribusi suara nasional mencapai 47,3 juta suara, setara dengan 25% suara total. Dengan proporsi kue yang demikian besar, wajar jika kaukus barat merupakan lahan yang sangat strategis untuk diperebutkan guna menunjang paslon dapat memenangkan kontestasi.

Bagaimana gambaran umum, peta kekuatan paslon JOMIN di 3 daerah kaukus barat?

Pada DKI Jakarta, kemungkinan pakde unggul pada daerah Utara, Barat, Pusat dan Kepulauan Seribu, namun lumayan boncos pada wilayah Timur (yang menyumbang 2jutaan suara) dan wilayah Selatan (yang menyumbang 1,6jutaan suara). Skenario ini banyak kemungkinan akan diobrak-abrik paslon kampret, mengingat Guberner DKI saat ini ada di kubu kampret.

“Rada repot memenangkan kontestasi di Jakarta, mengingat gubernurnya ada di pihak kampret. Belum lagi adanya ‘dendam pribadi’ sang gabener terhadap Jokowi yang telah tega-teganya mendepak dirinya dari kursi kabinet kerja tempo hari. Bisa dipastikan sang gabener akan all out untuk bisa menumbangkan paslon JOMIN,” begitu bisikan seorang narsum.

Di Jawa Barat, diprediksi JOMIN akan bisa jumawa pada 5 wilayah saja. Sementara daerah yang padat penduduknya sebagai daerah potensial penyumbang suara, seperti: Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi, paslon kampret akan lebih mendominasi.

Untuk itulah dukungan Gubernur Jabar (RK), yang sudah komitmen untuk mendukung paslon JOMIN dari awal, mutlak diperlukan. Diharapkan aura RK akan bisa mengarahkan warga Jabar untuk mengalihkan suaranya kepada pakde.

Sementara di Banten, diprediksi paslon JOMIN juga masih rada keteter. “7 dari 8 Kabupaten, masih sangat kuat mendukung Prabowo,” ungkap sebuah sumber. Kalo bisa diterjemahkan, paslon JOMIN kemungkinan unggul hanya pada Kabupaten Tangsel. Selebihnya, butuh kerja ekstra keras.

Ironis memang, mengingat Ma’ruf Amin aslinya merupakan putra daerah Banten. Kakek buyutnya adalah Syekh Nawawi al-Bantani merupakan sesepuh ulama Banten, sekaligus pendiri ponpes An Nawawi Tanara, Banten. Tapi mengapa sosok Ma’ruf kurang banyak dikenal?

Teman saya yang berdomisili di BSD, malah bercerita kepada saya. “Satpam di komplek-ku yang juga orang Serang (Banten), malah nggak tahu kalo Ma’ruf adalah ulama asal Banten.” Bukankah itu tragis?

Padahal, kalo warga Banten tahu kalo sesungguhnya Ma’ruf adalah ulama berdarah Banten, bukan tidak mungkin skenarionya akan berubah, nantinya. Dan ini adalah pekerjaan rumah yang harus dikerjakan segera bagi TKN JOMIN untuk menerjunkan Ma’ruf ke komunitas-komunitas yang ada di Banten. Makin sering blusukan, maka akan lebih baik mendongkrak elektabiltas paslon JOMIN.

Berdasarkan gambaran di atas, maka kerja keras di lapangan mutlak diperlukan.

Berbagilah peran. Untuk gerilya politik alias gerakan door to door di lapangan, bisa diserahkan kepada kader PDIP dan Golkar. Terutama Golkar dalam hal ini punya jaringan dinasti Atut yang sangat mengakar, di Banten.

Soliditas jaringan dinasti Atut sudah terbukti pada pilkada Banten yang lalu (2017), dimana Rano Karno (paslon PDIP) yang sebelumnya telah diunggulkan oleh banyak lembaga survei sebagai calon pemenang pilkada, akhirnya dipaksa keok oleh penantangnya yang diusung oleh dinasti Atut.

Nah, untuk jaringan NU semisal Ansor/Banser bisa diefektifkan untuk menangkal manuver para ulama kampret yang menyasar gerakan di mesjid-mesjid yang biasanya dijadikan untuk menyebarkan khotbah-khotbah kebencian yang tentu saja dapat menggerus suara paslon JOMIN.

Kalo semua kerja tersebut sudah dilakukan secara sistematis, terus menerus serta didukung oleh semangat militansi yang tinggi pada wilayah kaukus barat, insha Allah kemenangan akan menanti.

Cemungud guys…

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah mantan Aktivis 98 GEMA IPB)

 

 

 

 

 

 

 

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Kabut Hitam di Sri Lanka

Hari Minggu itu (21/4) suasana hiruk pikuk sangat terasa di Kolombo, Batticoloa dan terutama di Negombo yang terkenal sebagai

Read More...

Selanjutnya Apa?

“Bang, selamat ya,” begitu pujian yang kudapat karena dianggap telah berhasil menganalisis, setidaknya siapa pemenang kontestasi pilpres 2019 berikut

Read More...

Perang Senyap Pasukan 81 (*Bagian 2)

Bagaimana Jokowi bisa bertemu dengan Luhut? Saat Jokowi masih menjabat walikota Solo. Saat itu keduanya sepakat untuk membuat perusahaan

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu