Mengubah Kode Genetik? (*Bagian 2)

In Sosial Budaya

Mengubah Kode Genetik? (*Bagian 2)

Oleh: Ndaru Anugerah

Pada bagian pertama tulisan saya sudah mengulas tentang vaksin DNA yang sudah dimodifikasi genetiknya. (baca disini)

Lalu bagaimana dengan vaksin RNA?

Seperti kita ketahui bersama, vaksin jenis RNA diproduksi oleh Pfizer dan Moderna. (https://www.statnews.com/2020/11/10/the-story-of-mrna-how-a-once-dismissed-idea-became-a-leading-technology-in-the-covid-vaccine-race/)

Dan menurut promotor, vaksin tersebut dinyatakan ‘aman’ untuk digunakan.

Benarkah?

Silakan anda baca ulasan saya tentang vaksin m-RNA tersebut. (baca disini dan disini)

Menurut Dr. Ken Biegeleisen M.D, pada prinsipnya vaksin berjenis RNA kurleb-nya sama dengan vaksin DNA, dimana tubuh yang disuntikkan vaksin tersebut akan secara terus menerus menghasilkan protein lonjakan Corona, meskipun badannya nggak sakit lagi.

Ini bisa terjadi karena vaksin yang disuntikkan akan mengubah kode genetik dalam tubuh seseorang secara permanen, sehingga sel-selnya akan selamanya memproduksi protein lonjakan virus.

Dr. Biegeleisen M.D. berpendapat bahwa proses ini nggak wajar. “Masa iya udah nggak sakit kok terus-terusan memproduksi protein lonjakan virus yang nggak dibutuhkan lagi oleh tubuh?”

Jadi kalo pihak produsen vaksin bilang bahwa vaksin yang akan mereka buat nggak akan merubah kode genetik seseorang, dasar pegangannya apa? Hanya janji saja, bukan?

Singkatnya, begitu tubuh seseorang disuntik vaksin tersebut, maka nggak akan ada yang tahu pasti dimana proses produksi protein lonjakan itu akan berakhir dan apa dampaknya jika itu terus terjadi? (https://childrenshealthdefense.org/defender/moderna-pfizer-vaccines-blood-clots-inflammation-brain-heart/)

Pertanyaannya: lalu apa vaksin yang ‘relatif’ aman untuk digunakan jika bukan vaksin berbasis DNA maupun RNA?

Saya pernah ungkap tentang vaksin-vaksin yang ‘relatif’ aman untuk digunakan, jika dan hanya jika anda ‘terpaksa’ harus menggunakannya.

Pertama ada vaksin Sinovac. (https://www.msn.com/en-ph/news/national/1-million-sinovac-doses-arrive-today/ar-BB1f3xCJ)

Kedua ada vaksin Sinopharm. (https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-vaccine-sinopharm-idUSKBN2BK05Q)

Dan yang paling saya rekomendasikan adalah vaksin Sputnik V buatan Rusia. (baca disini dan disini)

Kenapa bisa dikatakan ‘relatif’ aman?

Karena bahan dasarnya adalah virus yang tidak aktif secara utuh alias nggak dimodifikasi. Jadi nggak akan mungkin mengubah kode genetik seseorang jika disuntikkan.

Sebaliknya kalo anda pakai vaksin yang sudah dimodifikasi secara genetik, bersiaplah untuk menanggung konsekuensi terburuk seperti yang saya ungkapkan di atas, bahwa vaksin tersebut akan mampu mengubah kode genetik anda, selamanya.

Sekali lagi, sebagai analis geopolitik saya sudah kasih saran ke anda sekalian. Anda mau ambil saran saya silakan, nggak pun tak jadi soal.

Jangan sampai anda salah pilih, karena penyesalan dikemudian hari nggak ada gunanya, bukan?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Jejak Gates di Indonesia

Jejak Gates di Indonesia Oleh: Ndaru Anugerah Siapa nggak kenal Bill Gates? Saya yakin, sedunia pasti kenal lah dengan sosok yang satu

Read More...

Krisis di Chad

Krisis di Chad Oleh: Ndaru Anugerah Presiden Idriss Deby terbunuh ditangan pemberontak Front Chad untuk Perubahan dan Kesesuaian (FACT), setelah kurleb

Read More...

Proyek Nyamuk Gates (*Bagian 2)

Proyek Nyamuk Gates (*Bagian 2) Oleh: Ndaru Anugerah Pada bagian pertama tulisan, saya sudah mengulas tentang rencana Oxitec dalam mengendalikan nyamuk

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu