Korporasi Media Sang Ndoro


519

Korporasi Media Sang Ndoro

Oleh: Ndaru Anugerah

Siapa pengendali utama media mainstream?

Pada awal 2018, Swiss Propaganda Research Center (SPRC) menerbitkan informasi yang sebenarnya kebanyakan pengamat geopolitik sudah tahu, bahwa Council on Foreign Relations (CFR) yang punya kewenangan untuk mengaturnya. (https://swprs.org/the-american-empire-and-its-media/)

Bahkan menurut Matt Agorist, media mainstream telah terkonsolidasi dari lusinan perusahaan menjadi hanya enam saja (the Big Six), sejak 4 dekade yang lalu. (http://thefreethoughtproject.com/wikileaks-cfr-media-control/)

“Ratusan saluran, situs web, outlet berita, surat kabar dan majalah, sekitar 90% yang berada dipasaran, telah dikendalikan oleh CFR,” ungkap Agorist.

Silakan baca ulasan saya tentang hal ini. (baca disini)

Sekali lagi saya katakan, bahwa ini bukan barang baru. Prof. Peter Dale Scott selaku penulis buku ‘American War Machine: Deep Politics, CIA Global Drug Connection and Road to Afghanistan’ telah duluan menyatakan hubungan intim antara CFR, CIA, NSA dan kartel WallStreet. (http://pdfpremiumfree.com/download/american-war-machine-deep-politics-the-cia-global-drug-connection-and-the-road-to-afghanistan-war-and-peace-library/)

“Frank Wisner dan Allen Dulles sangat kuat karena posisi sentral mereka di dunia hukum, perbankan, CFR dan New York Social Register,” ungkap Prof. Scott.

Jadi kedua orang itu adalah representasi jaringan kartel WallStreet dan tangan deep-state lainnya (semisal CFR, CIA dan NSA).

Charles Burris bahkan dengan gamblang menyatakan bahwa CFR adalah lengan yang mengatur hubungan dalam deep-state. (https://www.lewrockwell.com/2010/12/charles-burris/our-establishment-church/)

Lantas darimana sumber keuangan dalam menjalankan operasi rahasia ini?

Jaringan keuangan Morgan dan juga Rockefeller yang dijadikan rujukan. Tokoh yang sama dalam menggagas The Fed.

Sedangkan elit CFR diisi oleh beberapa scholar dari institusi pendidikan bergengsi Ivy League (Harvard, Princeton, Columbia, Cornell dan Yale) yang biasanya terkoneksi dengan Skull and Bones. Jangan aneh kalo mereka termasuk makhluk yang ‘cerdas’.

“Komplotan rahasia ini berkumpul di CFR dan bertanggungjawab atas berita yang kita ‘konsumsi’ tiap hari tanpa pertanyaan ataupun kecurigaan dalam mengunyahnya,” ungkap Prof. Scott.

Dengan kata lain, menurut Burris, narasi yang dibuat oleh CFR melalui media mainstream akan mendorong terbentuknya masyarakat tanpa analisis atau nggak punya kemampuan untuk bertanya alias masyarakat manut-manut aja.

Rencana untuk memanipulasi pemikiran dan opini massa telah lama diluncurkan, tepatnya pada tahun 1915. Oscar Callaway selaku anggota Kongres saat itu, sukses membuka ‘jaringan rahasia’ tersebut. (https://www.investmentwatchblog.com/congressional-record-from-1917-on-how-government-and-jp-morgan-appropriated-the-media/)

“Karena kepentingan JP Morgan dan rekan kartelnya, maka mereka mengumpulkan dan mempekerjakan pejabat di media massa paling berpengaruh di AS dengan tujuan mengontrol kebijakan pers secara harian,” ungkap Callaway.

“Ini tidak terlalu sulit untuk dilakukan karena mereka hanya membeli sekitar 25 surat kabar terbesar, kemudian menempatkan seorang editor untuk menyortir berita yang berkaitan dengan bisnis kartel mereka,” tambah Callaway.

Di tahun 1950an, saat lengan deep-state yang lain mulai muncul (CIA), upaya untuk memperkuat cengkraman media terus dilakukan lewat Operasi Mockingbird. Dan CIA mengakui operasi rahasia tersebut dikemudian hari. (https://www.cia.gov/library/readingroom/docs/DOC_0005524009.pdf)

Tentang ini saya pernah bahas secara rinci karena kelak melahirkan istilah ‘teori konspirasi’ yang dialamatkan kepada siapapun yang berani menentang narasi yang dikembangkan lewat media mainstream. (baca disini)

Pertanyaannya: berapa dari kita yang membaca berita di media kemudian menganalis dan mempertanyakan konten berita tersebut, sih? Nggak banyak, bukan?

Kenapa bisa demikian?

Karena memang tujuannya adalah ‘penyesatan’ berita. Terbentuknya masyarakat tanpa kemampuan berpikir kritis dalam istilah Burris.

Dengan ini semua, bisakah anda melepas jerat narasi yang dikembangkan oleh media mainstream? (https://www.collective-evolution.com/2017/05/11/declassified-cia-documents-shows-agencies-control-over-mainstream-media-academia/)

Giliran anda untuk menjawabnya.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!