Teori Konspirasi dan Propaganda Langley

In Sejarah

Teori Konspirasi dan Propaganda Langley

Oleh: Ndaru Anugerah

Apa yang terlintas di kepala anda kalo dengar istilah teori konspirasi?

Penjelasan standar: kalo anda misalnya ingin dapatkan gebetan baru yang ternyata sudah punya pacar, dengan berbagai cara (misalnya pakai bantuan orang lain) dan belakangan berhasil tanpa diketahui orang lain, maka itulah konspirasi.

Dan sementara orang lain tidak bisa membuktikan tentang kebenaran apa yang telah anda perbuat untuk mendapatkan gebetan baru tersebut (yang harus putus dengan pacarnya), maka tindakan orang lain tersebut bisa kita katakan ‘sedang meluncurkan teori konspirasi’.

Kalo hanya sebatas itu jawaban anda, saya sarankan anda untuk main lebih jauh lagi..

Kenapa?

Teori konspirasi pertama kali diperkenalkan oleh CIA lewat dokumen bernomor 1035-960. (https://archive.org/details/CIADOC1035960/page/n3/mode/2up)

Apa isinya? “Senjata labeling yang efektif dalam menghantam baik individu atau kelompok yang kerap mempersoalkan atau mempertanyakan program atau kegiatan pemerintah AS,” begitu kurleb isi dokumen tersebut.

Di Amrik sendiri (yang katanya negara demokrasi), mengajukan pertanyaan apalagi meragukan narasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, merupakan hal yang tabu untuk dilakukan. Terlebih jika kemudian keraguan tersebut menyebar kepada publik.

“Sebutan ‘teori konspirasi’ digunakan untuk merepresi mereka yang kerap menentang otoritas dan kekuasaan, dengan tujuan membungkam suara ‘minoritas’,” demikian ungkap Martin Orr dan Gina Husting dalam buku mereka Media Marginalization of Racial Minorities: “Conspiracy Theorists” in U.S. Ghettos and on the “Arab Street” (p.82)

Dokumen tersebut muncul dalam rangka mengantisipasi gelombang skeptisisme publik Amrik yang didapatkan Komisi Warren di lapangan, atas kasus pembunuhan John F Kennedy.

Sebagi informasi, banyak orang bertanya-tanya tentang alasan yang tidak logis atas versi pembunuhan JFK yang diklaim telah dilakukan oleh Lee Harvey Oswald sendirian.

Sebagai responsnya, dibentuklah Komisi Warren guna melakukan investigasi.

Komisi Warren sendiri merupakan lembaga tidak resmi yang didirikan oleh Presiden Lyndon B. Johnson melalui executive order 11130 pada 29 November 1963, yang intinya berupa mengungkap kebenaran cerita dibalik pembunuhan Kennedy. (https://en.wikipedia.org/wiki/Warren_Commission)

Sebagai antisipasi atas upaya pengungkapan yang dilakukan Komisi Warren, CIA mengirimkan ‘arahan’ ke semua biro-nya, yang bunyinya “Kita harus melawan laporan yang dibuat Komisi Warren.”

Langkah inilah yang kelak memainkan peranan penting bagi CIA, dengan menjadikan labeling ‘teori konspirasi’ kepada setiap individu atau kelompok yang mempersoalkan program atau kegiatan pemerintah yang sebenarnya memang patut dipertanyakan.

Dalam implementasinya, CIA menggandeng apa yang disebut sebagai agen disinformasi. Tugasnya sangat sederhana, yaitu memutar fakta yang sesungguhnya dengan memasukkan informasi yang sarat kebohongan, sehingga publik menjadi percaya dengan apa yang tengah dinarasikan.

Pihak yang sengaja dipakai oleh CIA untuk menyebarkan disinformasi, biasa disebut sebagai agen disinformasi alias troll. (http://www.wanttoknow.info/g/disinformation-agents)

Dalam dunia digital saat ini, para troll berupaya untuk membuat bingung para netizen dengan berkomentar atau sekedar marah-marah gak jelas pada kelompok-kelompok atau komuniitas online tertentu.

Disinilah pentingnya literasi agar kita nggak mudah tertarik arus para trolls tersebut. Kok bisa? Karena kalo tingkat literasi kita bagus, maka daya nalar kita akan bisa menyaring penyesatan yang dilakukan para agen disinformasi tersebut. (baca disini)

Kapan tugas para agen disinformasi dikatakan selesai?

Pernyataan William Casey (1981) selaku Direktur CIA di jaman Ronald Reagan, layak dijadikan rujukan: “Kita akan tahu program disinformasi telah selesai, saat semua yang dipercayai publik Amerika adalah salah.” (https://www.counterpunch.org/2020/01/03/the-dangers-of-privatized-intelligence/)

Dengan kata lain, CIA menggunakan trolls untuk tujuan menyebarkan propaganda sesat sekaligus menggunakan senjata labelling ‘teori konspirasi’ kepada pihak-pihak tertentu.

Ini klop dengan pernyataan Porter Goss, Direktur CIA semasa Bush (2005): “Admit nothing, deny everything and make counter-accusations.” (https://www.politico.com/magazine/story/2014/03/dianne-feinstein-cia-senate-104582_Page2.html)

Dalam menjalani misi ini, CIA dibantu juga oleh media mainstream sebagai rekanannya.

Setidaknya CIA telah mengakui bahwa mereka secara rutin ‘menanam’ cerita (propaganda sesat) di media mainstream. (http://www.infiniteunknown.net/2012/02/29/cia-admits-using-msm-to-manipulate-the-usa-video/)

Kalo kurang yakin juga, silakan cari di mesin pencari: operation mockingbird.

Secara singkat, operasi Mockingbird merupakan program skala besar yang dibesut CIA sejak tahun 1950-an, yang tujuannya adalah memanipulasi berita untuk tujuan propaganda.

Untuk memuluskan operasi tersebut, CIA menggelontorkan dana yang nggak sedikit kepada para organisasi pelajar dan organisasi yang berafiliasi dengan kebudayaan (dan media massa adalah salah satunya). https://en.m.wikipedia.org/wiki/Family_Jewels_(Central_Intelligence_Agency)

Apa contoh sukses dari propaganda yang dilakukan CIA dan jaringannya?

Di tahun 1998, jurnal medis prestisius dari Inggris – The Lancet – menerbitkan laporan penelitian yang dibuat oleh Dr. Andrew Wakefield. Inti laporannya: ada kaitan antara perusahaan farmasi (GSK dalam hal ini) sebagai penyedia vaksin MMR yang akhirnya memicu autisme pada anak-anak. (https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140673605756968/fulltext)

Walhasil, Big Pharma sebagai rekanan CIA, menggandeng media mainstream dan juga British Medical Association untuk menegasikan temuan Dr. Wakefield tersebut, hingga yang bersangkutan dikasih ‘bonus’ dengan dicabutnya ijin praktik yang dimilikinya. (https://www.nytimes.com/2010/05/25/health/policy/25autism.html) (https://www.globalresearch.ca/the-evils-of-big-pharma-exposed/5425382)

Jadi clear ya, bahwa istilah teori konspirasi merupakan senjata paling efektif yang ditujukan kepada siapapun yang punya niatan membongkar kebohongan massal melalui peran media mainstream, yang dilakukan Elite Global (termasuk CIA didalamnya).

Dengan kata lain, kalo ada orang yang sedikit-sedikit teriak ‘teori konspirasi’ di berbagai platform media (terutama digital) atas content yang berbeda dengan yang ada di media mainstream, kita layak bertanya-tanya.

Ini orang nggak tahu istilah atau memang dia bagian dari trolls?

 

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah mantan Aktivis 98 GEMA IPB)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Ketika Kita Buta Akan Fakta (*Bagian 2)

Ketika Kita Buta Akan Fakta (*Bagian 2) Oleh: Ndaru Anugerah Pada bagian pertama saya sudah jelaskan fakta tentang si Kopit. Bahwa

Read More...

Ketika Kita Buta Akan Fakta (*Bagian 1)

Ketika Kita Buta Akan Fakta (*Bagian 1) Oleh: Ndaru Anugerah Bagaimana cara membuat orang takut? Pakai propaganda jawabannya. Kalo anda pernah

Read More...

Belajarlah Dari Sejarah

Belajarlah dari Sejarah Oleh: Ndaru Anugerah “Apakah abang setuju bila Papua Barat memisahkan diri dari Indonesia?” tanya seorang melalui kanal whatsapp.

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu

This Site is Hosted By iJoo