Ketika Padam


506

Ketika Padam

Oleh: Ndaru Anugerah

Apakah jaringan internet nggak akan dimatikan secara global, suatu hari nanti? Bagaimana jika ini terjadi? (baca disini dan disini)

Tallinn – Estonia, April 2007.

Adalah Monumen Pembebasan Tallinn yang diresmikan oleh otoritas Soviet di tahun 1947, telah dijadikan sebagai simbol kemenangan Uni Soviet atas Nazisme oleh Estonia selama bertahun-tahun, khususnya bagi warga Estionia yang berbahasa induk Rusia.

Namun bagi etnis Estonia sendiri, tentara Merah Soviet bukanlah sosok pembebas bangsa mereka. Mereka memandang bangsa Rusia sebagai penjajah, layaknya bangsa Jerman dengan Nazi-nya.

Dan itu terwakilkan dengan adanya Monumen Pembebasan Tallinn dengan sosok patung Prajurit Perunggu-nya.

Di tahun itu, pemerintah Estonia yang telah bergabung dengan NATO, berencana memindahkan patung Prajurit Perunggu dari pusat kota Tallinn ke pemakaman militer yang ada di pinggiran kota. Pesan yang mau disampaikan jelas: Rusia sudah tidak dibutuhkan lagi di negara tersebut. (https://www.theguardian.com/world/2007/may/17/topstories3.russia)

Sontak rencana ini memicu kemarahan warga Estonia yang pro-Rusia dan khususnya media massa yang juga berbahasa Rusia.

Singkat cerita mereka turun ke jalan menyuarakan protes. Protes makin diperburuk dengan hadirnya kabar burung yang menyatakan bahwa patung Prajurit Perunggu bukan hendak direlokasi, tapi hendak dihancurkan oleh pemerintah Estonia.

Makin marahlah massa yang melakukan demonstrasi.

Puncak aksi massa tersebut adalah saat terjadi kerusuhan 26 April, di ibukota Tallinn yang mengakibatkan penjarahan selama 2 hari. Tercatat 156 terluka, satu orang meninggal dan 1300 orang di tahan aparat keamanan.

Selang sehari kemudian, Estonia mendapat ‘bonus’ berupa serangan dunia maya menghantam negara tersebut selama berminggu-minggu yang menyasar situs-situs vital di negara tersebut.

Siapa pelakunya?

Nggak jelas rimbanya. Yang menjadi sasaran tembak tentu saja pihak Rusia. Namun itupun nggak pernah terbukti alias hanya asumsi. (https://foreignpolicy.com/2010/12/07/who-was-behind-the-estonia-cyber-attacks/)

Apa yang terjadi kemudian?

Layanan online perbankan, outlet media dan situs milik pemerintah Estonia dihancurkan oleh tingkat lalu lintas internet yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sebuah negara.

Gelombang besar span dikirim oleh botnet dan sejumlah besar permintaan online otomatis membanjiri server.

Walhasil mesin ATM dan layanan perbankan online secara otomatis nggak berfungsi, pegawai pemerintah nggak bisa berkomunikasi satu sama lain bahkan hanya sekedar melalui email, dan juga surat kabar termasuk radio nggak bisa melakukan aktivitas penyampaian berita ke masyarakat.

Semua lumpuh oleh shutdown-nya internet.

Berkaca dari peristiwa tersebut, maka pada intinya masyarakat modern termasuk anda dan saya, sangat rentan pada serangan dunia maya yang berujung pada dimatikannya sistem berbasis internet.

Apalagi dengan munculnya rencana Resetting Besar yang dibesut sang Ndoro.

Jika ini terjadi, apa anda pernah pikir dampaknya pada seluruh aset anda, khususnya yang ada di perbankan?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

 


One Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!