Ketika Kenormalan Mulai Ditinggalkan

In Lite

Ketika Kenormalan Mulai Ditinggalkan

Oleh: Ndaru Anugerah

“Jalan-jalan mulai padat lagi sama kendaraan. Sepertinya nggak lama kita akan hidup normal kayak dulu lagi,” demikian saya mendengarkan obrolan warga Wakanda tentang situasi saat ini yang menurut mereka kembali berangsur-angsur ‘normal’.

Apa iya situasi plandemi akan segera berakhir menuju endemi dan kita akan hidup normal lagi seperti dulu?

Anda tahu CNN?

Belum lama ini, media mainstream kartel Ndoro besar tersebut buat istilah baru bagi masa sebelum Kopit melanda. Term yang dipakai adalah Before Times alias sebelum waktu ada. (https://www.cnn.com/2021/10/09/business/grocery-stores-food-supply-chain/index.html)

Artinya apa?

Mereka mencoba membuat narasi bahwa masa sebelum plandemi, nggak akan mungkin tercipta kembali. Itu masa Before Times yang hanya ada dalam ‘mimpi’.

Udah gila kali ya? Masa si Kopit disamain sama Yesus, sampai pakai istilah Before Times layaknya Before Christ? (https://www.livescience.com/45510-anno-domini.html)

Dalam laporannya, CNN memperingatkan bahwa rak-rak yang ada di toko, nggak akan mungkin kembali normal, setidaknya untuk tahun ini. Bahkan beberapa toko aan membatasi penjualan barang-barang seperti kertas toilet akibat kurangnya stok.

“Kalo anda berharap toko-toko akan buka normal pada musim gugur dan musim dingin kali ini layaknya Before Times dengan persediaan yang melimpah, anda harus siap-siap kecewa,” demikian ungkap media mainstream tersebut.

Sontak berita tersebut mendapat sambutan yang ‘meriah’ dari para netizen seantero jagat.

Apakah CNN asbun?

Apakah media mainstream tersebut hanya melontarkan isu tanpa adanya skenario yang jelas?

Saya kasih tahu, bahwa CNN selaku media mainstream pasti akan menyuarakan kepentingan Ndoro besar. Jadi apa yang dipublikasikannya, sudah pasti seturut arahan Ndoro besar.

Dengan membuat istilah baru berupa Before Times, publik dunia mau digiring pemikirannya bahwa mengharapkan masa-masa sebelum Kopit melanda, sama saja dengan bermimpi di siang bolong.

“Udahlah, mending terima aja kondisi ini, bahwa kehidupan yang dulu telah lama mati dan kini berganti dengan era new normal,” begitu kurleb pesan yang ingin disampaikan. Dan ini akan terus didengungkan agar semua orang mau menerima skenario yang disodorkan.

Kalo sudah begini, akankah diskursus warga Wakanda diawal tulisan bakal menjadi kenyataan?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu