Jurus Udur-Udur

In Sosial Budaya

Jurus Udur-Udur

Oleh: Ndaru Anugerah

“Bang, bagaimana dengan kelanjutan Karantina Darurat yang telah berlangsung di Wakanda? Apakah diperpanjang atau nggak?” begitu pertanyaan seorang netizen kepada saya.

Sejatinya, Karantina Darurat adalah proyek setengah hati. Ingin hati menuruti kehendak sang Ndoro besar, namun apa daya keuangan cekak. (baca disini dan disini)

Jadilah kondisinya seperti sekarang ini.

Boro-boro menekan kasus si Kopit, yang ada rakyat misqueen Wakanda ngamuk-ngamuk perihal kebijakan yang nggak berpihak pada mereka. “Bukan mati karena si Kopit, tapi yang ada kita mati karena kelaparan,” begitu kurleb keluhan mereka.

Program vaksinasi global sang Ndoro memang biang keladi atas kebijakan blunder tersebut.

Sang Ndoro nggak mau rugi bandar karena vaksinnya telah didistribusikan. Namun sialnya, angka partisipasi rakyat Wakanda dalam program suntik massal masih, masih jauh dibawah target.

Nggak percaya?

Berdasarkan data yang dirilis (17/7), yang sudah mendapatkan vaksinasi komplit baru 5,93%. Sementara yang baru mendapatkan satu suntikan hanya 9,16%. Jadi total jenderal angka orang yang mendapatkan vaksin baru 15,9%. (https://ourworldindata.org/covid-vaccinations)

Dengan pakem yang lelet model gini, kebayang berapa lama waktu yang akan dihabiskan guna menyuntik 70% warga Wakanda sesuai harapan?

Mirip dengan kasus di negara Bombay yang awalnya menolak program suntik massal, maka mulailah narasi liar digelar oleh media mainstream, bahwa Wakanda akan menjadi episentrum pandemi Kopit di dunia. (https://www.theguardian.com/global-development/2021/jul/08/covid-surge-pushes-indonesias-health-system-to-the-brink)

Ditambah dengan sejumlah negara yang memberikan ‘lampu merah’ kepada warganya untuk segera hengkang dari Wakanda, situasi makin runyam saja. (https://www.cnbcindonesia.com/news/20210716005207-4-261312/fenomena-baru-ramai-ramai-warga-asing-eksodus-dari-ri)

Walhasil, maniklah warga Wakanda mendengar berita tersebut, utamanya golongan middle-class yang terkenal paling sotoy di dunia dan akhirat.

Harapannya, Karantina Darurat bakal diperpanjang sehingga proyek suntik massal bisa sukses digelar kek kasus di India. (baca disini)

Lalu uangnya darimana?

Tentu saja dari utangan baru. Setidaknya lembaga Bretton Woods sudah kasih isyarat akan hal tersebut.

“Kita akan mencari utangan baru, sekitar 515 trilyun,” ungkap sang menkeu Wakanda dengan pede-nya. (https://money.kompas.com/read/2021/07/12/141423926/pemerintah-akan-cari-utang-baru-rp-5151-triliun-pada-semester-ii)

Itu skenario dari sang Ndoro besar.

Sialnya, program tersebut mendapat resistensi dari kalangan warga Wakanda, mengingat pihak keamanan yang terlibat mulai bertindak eksesif di lapangan.

Buka warung, langsung sikat.

Nekat melakukan perjalanan, juga langsung sikat.

Bahkan emak-emak yang lagi ‘mengandung’, juga langsung kena sikat. Emang dipikir, calon serdadu, apa? (https://nasional.kompas.com/read/2021/07/16/16332271/ibu-hamil-dipukul-petugas-ppkm-darurat-kementerian-pppa-jangan-ada-kekerasan?page=all)

Mungkin karena sadar banyak penolakan demi penolakan, para buzzer-pun mulai buka suara. “Jangan ada lagi Karantina Darurat diantara kita, pak Lurah,” demikian kurleb-nya. (https://makassar.terkini.id/setelah-denny-siregar-giliran-ade-armando-kritik-jokowi-soal-ppkm/)

Entah apa yang terjadi kemudian, Lord yang memimpin jalannya Karantina Darurat kemudian buka suara, diakhir penghujung babak pertama. “Kemungkinan Karantina Darurat tidak diperpanjang karena akan menghambat pertumbuhan ekonomi,” demikian ungkapnya.

“Kalo kita membengkokan sesuatu, tentu ada batasnya. Kalo bengkok terus, ya bakal patah,” tambahnya lagi. (https://health.grid.id/read/352791025/diprotes-se-indonesia-menko-luhut-isyaratkan-ppkm-darurat-tidak-diperpanjang-jangan-kelamaan-malah-membuat-mati?page=all)

Sampai kini kita sudah tahu, kemana kira-kira bola akan bergulir.

Namun anehnya, sabtu kemarin (17/7), seorang menteri di kabinet Wakanda malah kasih statement tentang rencana memperpanjang Karantina Darurat.

“Bakal diperpanjang hingga akhir Juli,” demikian ungkapnya. (https://www.voaindonesia.com/a/ppkm-diperpanjang-sampai-akhir-bulan-juli/5968133.html)

Kok aneh?

Gimana tidak? Pertama, beliau nggak kompeten untuk menyampaikan ikhwal bahwa Karantina Darurat akan diperpanjang atau nggak, mengingat ketuanya adalah si Lord.

Kedua, yang cukup ‘menggelikan’ dia berkata bahwa pemerintah Wakanda nggak mungkin menanggung sendiri pemberian bansos sebagai obat panu mengatasi dampak Karantina Darurat tersebut. “Kita perlu saling bantu dalam mengatasi masalah ini,” demikian kurleb-nya.

Jadi, kondisi kantong lagi tongpes, tapi nekat menggelar Karantina Darurat.

“Mohon maaf, situ kermian?”

Dan terakhir, lurah Wakanda akhirnya buka suara didepan para asistennya (16/7).

“Tolong masalah Karantina Darurat diperpanjang atau nggak, harus dipikirkan dengan benar jangan sampai keliru, mengingat ini isu sensitif.” (https://www.tribunnews.com/nasional/2021/07/18/ppkm-darurat-diperpanjang-atau-tidak-jokowi-ini-hal-yang-sangat-sensitif)

Bahasa sederhananya, pak Lurah sendiri nggak yakin atas program yang sudah digelarnya tersebut bakal berhasil atau nggak.

“Jadi Bang, Karantina Darurat bakal diperpanjang atau nggak, nih?” tanya seorang netizen.

Ya ndak tahu, kok tanya saya!

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu