Green Passport Kopit


513

Green Passport Kopit

Oleh: Ndaru Anugerah

Saat vaksinasi berlangsung, diwaktu yang bersamaan dikembangkan yang namanya green passport (GP). Kelak GP akan memberikan dokumen digital bahwa seseorang telah divaksin Kopit apa belum.

Dengan GP tersebut, maka seseorang akan mendapatkan akses untuk bepergian dan layanan dasar. (https://www.foxbusiness.com/technology/microsoft-oracle-salesforce-join-effort-to-develop-covid-19-vaccination-digital-passport)

Lantas siapa yang mengusulkan GP tersebut?

Sebuah grup yang bernama Vaccination Credential Initiative (VCI), yang didalamnya ada Microsoft, Salesforce hingga Oracle. Selain itu, Clinic Mayo juga terlibat dala, aliansi tersebut. (https://vaccinationcredential.org/)

Pada tataran teknis, siapaun yang sudah divaksin, akan mendapatkan kode QR baik dalam bentuk cetak maupun digital. Jadi ini sebenarnya mirip dengan CommonPass dalam versi yang diperbaharui dengan dukungan WEF. (https://thecommonsproject.org/commonpass)

Paul Meyer selaku CEO CommonPass mengatakan, “Dokumen ini memungkinkan seseorang untuk kembali ke kehidupan normal.” Dan untuk itu, mereka akan bekerjasama dengan banyak pemerintahan di dunia. (https://twitter.com/commons_prjct/status/1349807257194799104?ref_src=twsrc%5Etfw)

Untuk proyek tersebut, Rockefeller Foundation menggelontorkan dana yang nggak sedikit. Harapannya akan ada digital health passport ke depannya. (https://www.rockefellerfoundation.org/grant/grant-the-commons-project-foundation-2020/)

Lalu, bagaimana yang menolak vaksinasi?

Ya otomatis nggak bakalan punya GP tersebut, sehingga nggak diijinkan untuk bepergian dan terlibat dalam acara sosial lainnya seperti bekerja dan bersekolah.

Asal tahu aja, bahwa untuk mengembangkan sistem GP tersebut, ratusan perusahaan teknologi dilibatkan. (https://www.uktech.news/news/covid-19-verified-passport-worlds-first-by-a-british-tech-firm-20201207)

Dan bila ini berlanjut, maka skenario identitas digital sudah didepan mata. Setidaknya Privacy International telah memperingatkan hal tersebut. (https://www.infowars.com/posts/covid-vaccine-certificates-could-lead-to-global-identity-document-used-for-all-aspects-of-life-human-rights-ngo-warns/)

Nah kalo bicara soal identitas digital, maka siapa yang bisa jamin akan masalah keamanan data yang akan dikelola oleh pihak swasta yang akan bekerjasama dengan pemerintah? (https://www.politico.eu/article/coronavirus-covid-vaccine-passports-pose-risk-to-privacy-experts-warn/)

Pada lintas global, maka GP ini akan digunakan seseorang untuk bepergian dengan pesawat dan juga melakukan reservasi hotel. (baca disini)

Dan sekali lagi, apa yang pernah saya prediksi setahun yang lalu tinggal menemukan pembenarannya satu persatu.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!