Giliran Kuba Buat Vaksin


517

Gilaran Kuba Buat Vaksin

Oleh: Ndaru Anugerah

Berapa investasi yang dikeluarkan pemerintah sosialis Kuba dalam bidang bioteknologi?

Sangat besar. Angkanya mencapai lebih dari USD 2 milyar, selama dekade 1980an hingga 1990an. (https://science.sciencemag.org/content/282/5394/1626.abstract)

Lantas investasi sebesar itu, untuk apa?

Membangun kemandirian dibidang bioteknologi. Salah satunya mandiri dalam menghasilkan obat dan juga vaksin. Jadi kalo ada wabah penyakit, mereka akan tanggulangi sendiri dan nggak bergantung pada Barat.

Vaksin? Untuk si Kopit?

Betul sekali. Baru-baru ini Kuba kembali buat gebrakan dengan merilis 5 kandidat vaksin Kopit yang diberi nama: Soberana 1, Soberana 2, Soberana Plus, Abdala dan Mambisa. Dan semua kandidat vaksin tadi bisa dibuat karena investasi milyaran dollar yang telah digelontorkan semasa Castro berkuasa. (https://www.finlay.edu.cu/en/about/#history)

Dari kelima kandidat vaksin Kopit yang sudah dirilis tersebut, 2 yang cukup potensial yaitu Soberana 2 dan Abdala karena keduanya telah sukses pada tahap uji klinis tahap 2.

Rencananya uji klinis tahap 3 akan dilangsungkan di Havana pada akhir April dengan menyuntikkan pada 1,5 warga. (https://www.drcath.net/toolkit/intervention-studies)

Dan jika pada musim gugur tahun ini tidak ditemukan efek samping yang membahayakan, maka masyarakat umum di Kuba bisa melaksanakan vaksinasi massal.

Nggak seperti vaksin Big Pharma yang menggunakan adenovirus yang dimodifikasi, vaksin Kuba tersebut menggunakan teknologi yang lebih tradisional, yaitu menggunakan sub-unit protein.

Apakah efektif?

Setidaknya pengalaman menangani vaksin Meningitis dan Hepatitis B, teknologi sub-unit protein tersebut berhasil diterapkan secara aman dan efektif. (https://mediccreview.org/soberana-cuba-covid-19-vaccine-candidates/)

“Pandemi harus segera ditanggulangi dengan teknologi yang sudah teruji dan bukannya mengembangkan teknologi baru yang belum teruji kehandalannya,” ungkap Dr. Luis Martinez selaku ilmuwan Kuba. (http://www.cubadebate.cu/especiales/2021/04/12/dr-luis-herrera-sobre-las-vacunas-cuba-busco-una-apuesta-segura-con-base-en-las-posibilidades-y-en-tecnologia-dominada/?fbclid=IwAR1f8DVzqI2BuWqjPr4GB_-OFBJlngTXnj2CmQG1aDOH06W2UFSMw6G1MJE)

Selain itu, ada perbedaan mendasar pada vaksin Kuba dan vaksin Big Pharma.

Pfizer, misalnya, membutuhkan vaksinnya disimpan pada suhu minus 70 derajat Celsius. (https://www.sciencenews.org/article/coronavirus-covid-19-why-vaccines-cold-freeze-pfizer-moderna)

Sedangkan vaksin Moderna, butuh disimpan pada suhu minus 20 derajat Celsius. (https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-cdc-moderna-idUSKBN25M1Y0)

Dengan demikian butuh pendingin khusus untuk menyimpan vaksin-vaksin tersebut.

Dan sudah tentu negara-negara misqueen akan kesulitan menyediakan alat simpan tersebut yang otomatis nggak murah harganya. Belum lagi kalo kita bicara soal transportasi yang akan digunakan untuk mengangkutnya, yang juga ‘khusus’.

Sebaliknya, vaksin Kuba bisa semisal Soberana 2, hanya butuh disimpan pada suhu 2-8 derajat Celsius. Aliasnya, ditaruh di kulkas saja bisa, bukan? Dan nggak butuh alat pendingin khusus. (https://blogs.lse.ac.uk/latamcaribbean/2021/03/31/cubas-five-covid-19-vaccines-the-full-story-on-soberana-01-02-plus-abdala-and-mambisa/)

Jadi semua negara, termasuk negara misqueen sekalipun, bakal bisa menggunakan vaksin Kuba tersebut.

“Rencananya kami akan memproduksi vaksin tersebut sebanyak 100 juta dosis di tahun 2021 ini,” ungkap pejabat yang berwenang di Kuba.

Angka tersebut, selain digunakan untuk memvaksinasi warganya, juga rencananya akan di-ekspor.

Diekspor? Negara mana saja yang mau pakai?

Ada Iran, Nikaragua, Vietnam hingga Venezuela. (https://www.bmj.com/content/372/bmj.n171/rr-0)

Perlu anda tahu, bahwa Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa Iran nggak akan pakai vaksin buatan Big Pharma dalam memerangi Kopit. (https://www.rferl.org/a/iran-bans-western-coronavirus-vaccines/31043739.html)

Dan sikap kritis yang diambil Khamenei untuk melindungi warga Iran, layak diancungkan jempol, karena memang faktanya, vaksin Big Pharma banyak masalahnya. (baca disini, disini dan disini)

Lantas kenapa Iran mau pakai vaksin buatan Kuba?

Karena Kuba layak dipercaya dalam bidang bioteknologi, dan keuntungan bukan tujuan utama Kuba dalam upaya mengentaskan pandemi Kopit. Itu yang jadi rujukannnya.

Ini berarti, proyek The Great Reset sang Ndoro besar, bakal menemukan kendala baru.

Bukankah begitu, Mpok Nori?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


2 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. Gimana peluang vaksin Kuba masuk ke Wakanda bang? Kedua negara kayaknya fine2 aja relationship-nya… Bahkan kemaren dibikin perangko

error: Content is protected !!