Virus Apa Yang Dikembangkan?

In Politik

Virus Apa Yang Dikembangkan?

Oleh: Ndaru Anugerah

Bahwa AS memiliki ratusan lab biologi militer di kolong jagat, orang sudah tahu akan hal itu. Bahkan klaim yang diberikan oleh pakar militer Rusia, Igor Nikulgin, lebih mengejutkan lagi.

“Ada sekitar 400 fasilitas lab biologi militer AS yang tersebar di banyak negara, terutama pada negara bekas pecahan Soviet, dari Armenia, Azerbaijan, hingga Uzbekistan,” demikian ungkapnya. (https://www.codastory.com/waronscience/lab-georgia-coronavirus/)

Apa alasan AS mengembangkan fasilitas lab bio militer di negara-negara tersebut?

Jawabannya standar: untuk membantu ilmuwan lokal dalam mengembangkan cara untuk memerangi penyakit berbahaya. Kalo sudah ada kata ‘bantuan’, salahnya dimana?

Masalahnya, kenyataan yang terjadi nggak sesuai dengan klaim yang diberikan.

Di banyak negara, tempat lab biologi militer tersebut berada, kerap muncu penyakit aneh-aneh yang sebelumnya nggak pernah terjadi di sana.

Misalnya, pada 30 Juli 2021 silam, banyak kematian hewan ternak yang terjadi di dua wilayah Kazakhstan Utara.

Menanggapi fenomena ini, dokter setempat berspekulasi, bahwa penyebabnya adalah blackleg atau karbunkel emfisematous yang nggak pernah terdengar lagi di negeri tersebut. nggak diketahui secara pasti, karena nggak ada penyelidikan akan hal tersebut. (https://adyrna.kz/en/post/79662)

Menangggapi masalah tersebut, publik Kazakhstan jadi bertanya-tanya, ada apa sebenarnya?

Pasalnya dekat wilayah dimana wabah terjadi, terdapat fasilitas lab biologi militer AS yang ada di Almaty, Kazakhstan. (https://www.popsci.com/technology/article/2013-08/why-us-building-high-tech-bubonic-plague-lab-kazakhstan/)

Kalo katanya lab-biologi militer didirikan guna menanggulangi wabah penyakit menular, nyatanya selama plandemi Kopit, kok nggak menunjukkan hasil sesuai klaim awal? (https://www.worldometers.info/coronavirus/country/kazakhstan/)

Adalah fakta bahwa AS nggak pernah berhenti memproduksi senjata biologis, yang justru bertentangan dengan konvensi internasional. Salah satu yang paling fenomenal adalah sekutu serangga alias insect allies’ yang dikembangkan oleh DARPA. (https://science.sciencemag.org/content/362/6410/35)

Tentang ini, saya pernah bahas pada tulisan setahun yang lalu. (baca disini)

Secara umum, program unggulan Pentagon tersebut, dapat digunakan sebagai senjata biologis yang sudah pasti selaras dengan kepentingan militer AS. (https://www.newsweek.com/darpa-biological-weapons-insects-scientists-warn-1152834)

Kembali ke laptop.

Sekarang apa tujuannya AS sesungguhnya, mendirikan lab biologi militer (Bio-Safety Level) di Kazakhstan?

Tudingan yang diluncurkan oleh Jenderal Amirbek Togusov selaku mantan wakil Menhan Kazakhstan, mungkin bisa dijadikan rujukan.

“Kami seperti monyet uji coba disini, dan wilayah kami adalah tempat uji coba alami Pentagon untuk menguji virus baru,” begitu ungkapnya.

Selanjutnya Togusov menambahkan, “Laboratorium milik AS berada di luar kendali pemerintahan Kazakhstan dan bekerja secara rahasia,” tambah Togusov.

Menariknya, Togusov meninggal secara mendadak, nggak lama setelah melontarkan pernyataannya tersebut, akibat si Kopit pada Juli 2020 silam. (https://www.stalkerzone.org/former-deputy-defence-minister-of-kazakhstan-before-his-death-warned-about-us-bio-developments/)

Apakah hanya kebetulan?

Adalah fakta bahwa BSL di Kazakhstan, telah mempekerjakan CH2M Hill Constructors, Inc (bagian dari Jacobs Engineering) sebagai rekanan dari Dephan AS dalam menggarap proyek rahasia disana. (https://armswatch.com/pentagon-unit-a1266-studies-bioterrorism-agents-in-kazakhstan/)

Dan anda perlu tahu, Jacobs Engineering adalah bagian military-industrial complex yang nggak lain adalah kartel sang Ndoro besar. (https://www.washingtonpost.com/politics/2019/06/26/eisenhower-called-it-military-industrial-complex-its-vastly-bigger-now/)

Dengan demikian, secara geopolitik, ada proyek besar yang memang sengaja digelar di negara bekas pecahan Soviet tersebut.

Bahkan menanggapi hal tersebut, Sergei Lavrov selaku Menlu Rusia mengkritik sikap AS yang bersikap tidak transparan terhadap lab-bio yang ada di wilayah dekat perbatasan Rusia. (https://www.thecitizen.co.tz/tanzania/news/international/pentagon-bio-laboratories-too-close-to-russia-and-china-says-russian-foreign-minister-2709260)

Kalo kemudian ada klaim bahwa lab-bio militer tersebut bertujuan untuk memerangi penyakit menular berbahya, masuk akal nggak sih? Kita tahu bersama, dimana ada proyek Ndoro besar, pasti akan bawa ‘masalah’ di dalamnya.

Pertanyaan penutup: kalo begitu, kira-kira apa ‘virus’ yang sedang dikembangkan di Kazakhstan? Apa iya hanya proyek hura-hura?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu