Vaksinlah Penyebabnya


514

Vaksinlah Penyebabnya

Oleh: Ndaru Anugerah

Apakah vaksinasi dapat menuntaskan pandemi?

Tentu tidak. Tentang ini saya pernah bahas. (baca disini)

Malah sebaliknya, karena vaksin yang disuntikkan dapat memicu terciptanya varian baru. (baca disini)

Maksudnya?

Baru-baru ini, peraih Nobel di tahun 2008, Prof. Luc Montagnier diwawancara oleh media pada awal bulan ini. (https://www.nobelprize.org/prizes/medicine/2008/montagnier/biographical/)

Sebelumnya, Prof. Montagnier menyatakan bahwa virus Kopit sengaja diciptakan di laboratorium. Jadi bukan ujug-ujug ada di dunia tanpa melalui proses rekayasa lab. (https://rairfoundation.com/breaking-nobel-prize-winning-scientist-coronavirus-was-leaked-from-a-chinese-laboratory-and-has-hiv-dna-watch/)

Karena pernyataannya yang bertolak belakang dengan narasi yang dikembangkan sang Ndoro besar, maka apa yang diungkapkan Prof. Montagnier dinyatakan sebagai informasi yang salah oleh Big Tech. (https://rairfoundation.com/facebook-slams-nobel-prize-winning-scientists-finding-on-origin-of-coronavirus-as-false-information/)

Lalu bagaimana dengan vaksin yang mampu memicu terciptanya varian baru?

Prof. Montagnier menyatakan, “Program vaksinasi adalah sebuah kesalahan yang tidak dapat diterima baik secara medis maupun ilmiah.” (https://planetes360.fr/pr-luc-montagnier-les-variants-viennent-des-vaccinations/)

Kenapa dianggap sebagai sebuah kesalahan?

Karena mampu memicu varian baru.

Prof. Montagnier menambahkan, “Melalui vaksin akan tercipta antibodi baru, sehingga memaksa virus untuk menemukan solusi lain, atau virusnya akan mati. Disinilah varian baru terjadi. Dengan kata lain, varian tersebut merupakan produksi dan hasil dari vaksinasi.”

Dan uniknya, menurut Prof. Montagnier bahwa ahli epidemiologi tahu tentang hal ini, namun mereka memilih diam.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa tren yang terjadi di setiap negara yang melakukan vaksinasi adalah kurva vaksinasi yang paralel dengan kurva kematian. Artinya, makin banyak divaksinasi, makin banyak yang mati.

Ini selaras dengan surat terbuka yang dilayangkan para pakar kesehatan kepada European Medicines Agency (EMA) yang menyatakan banyak penghuni panti jompo yang justru terkena Kopit ketika telah divaksin. (https://doctors4covidethics.medium.com/urgent-open-letter-from-doctors-and-scientists-to-the-european-medicines-agency-regarding-covid-19-f6e17c311595)

Bahkan Prof. Christine Rouzioux selaku pakar virologi juga menyatakan hal yang kurleb sama, “Terjadi peningkatan kasus Kopit pada panti jompo yang telah divaksinasi.” (https://rairfoundation.com/exposed-virologist-reveals-that-new-covid-cases-appearing-in-vaccinated-patients-in-french-nursing-homes-video/)

Singkatnya, Prof. Montagnier mau bilang bahwa dengan divaksin, mereka akan lebih resisten terkena varian virus baru, karena virusnya menciptakan varian yang resisten terhadap vaksin.

Ini yang ngomong peraih Nobel dan bukan pakar kaleng-kaleng, lho ya. Masa sih sekelas Prof. Montagnier yang punya reputasi internasional mau buat berita yang sensasional?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


One Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. Luc berbohong masalah HIV. Kali ini masih berpihak dan belum tobat. Seolah menyalahkan vaksin, dibaliknya membantu meyakinkan publik yg masih ragu bahwa kopt ada, bahaya, apalagi varian2 barunya.
    Kalau pesaingnya masih hidup jelas melihat kopit adalah kisah fiktif pandemi berdasar Fraud Test saja, motif yg sama dengan Aids dan penyakit bohongan lainnya.

error: Content is protected !!