Mengulas Bitcoin (*Bagian 2)


521

Mengulas Bitcoin (*Bagian 2)

Oleh: Ndaru Anugerah

Kita sudah bahas tentang asal muasal bitcoin yang diciptakan oleh sosok misterius bernama Satoshi Nakamoto pada bagian pertama tulisan, beserta klaim kosong bahwa bitcoin dapat digunakan untuk transaksi ilegal yang tidak terpantau aktivitasnya oleh siapapun. (baca disini)

Nyatanya, sosok Morell mengungkapkan hal yang sebaliknya bahwa bitcoin dapat digunakan oleh lembaga negara sebagai alat kontrol alias forensic tool.

Selain itu sosok Nakamoto selaku pencetus bitcoin crypto-currency, walaupun belakangan telah berhasil dilacak keberadaannya dan diungkap ke publik oleh Newsweek, tetap saja kontroversial. (http://mag.newsweek.com/2014/03/14/bitcoin-satoshi-nakamoto.html)

Gimana nggak. Dikatakan dalam laporannya, bahwa Nakamoto sebelumnya telah melakukan pekerjaan rahasia untuk militer AS dan juga perusahaan global seperti Raytheon dan L-3 Communications. Kalo anda pengamat geopoltik, anda pasti tahu kedua nama tenar tersebut.

Dan kalo anda selaku pengguna bitcoin, anda perlu was-was mengingat Nakamoto yang merilis mata uang digital tersebut, nyatanya pernah dekat dengan dunia intelijen.

Sadar bahwa data dirinya terungkap, belakangan Nakamoto kasih klarifikasi bahwa dirinya saat ini sudah tidak berkaitan dengan bitcoin itu lagi. (http://www.reuters.com/article/2014/03/07/us-bitcoin-inventor-idUSBREA252D820140307)

Berdasarkan temuan ini, kemudian banyak berkembang spekulasi tentang keterlibatan Nakamoto pada kompleks industri militer kelas kakap tersebut. “Ngapain dia terlibat dan apa motivasinya?” demikian kurleb pertanyaannya.

Bahkan banyak kalangan menduga bahwa bitcoin adalah kuda Trojan untuk mata uang dunia tunggal. Semacam percobaan awal sebelum ide penggunaan mata uang digital secara global, resmi digunakan.

Jadi akan ada restrukturisasi sistem mata uang dari dollar ke crypto currency. Kalo dollar ditopang oleh minyak sehingga lahir istilah petrodollar, nah crypto currency apapun namanya nanti, akan juga ditopang oleh sesuatu yang sudah pasti kuat.

Benarkah dugaan tersebut? Entahlah.

Tapi yang pasti sejak diperkenalkan di tahun 2013 silam, bitcoin telah di-endorsed oleh banyak media mainstream dan juga beberapa elit keuangan dunia. Kalo nggak punya tujuan, ngapain juga bitcoin perlu diekspos secara intens? (https://www.pymnts.com/blockchain/bitcoin/2021/bitcoin-rides-george-soros-endorsement-to-55k/)

Let’s say jika misalnya bitcoin kelak digunakan untuk menggantikan sistem keuangan saat ini yang berbasis dollar, lantas apa strategi yang paling mungkin dilakukan?

Ya tentu saja menjelek-jelekkan emas, sebagai anti tesis dari fiat money. Diharapkan dapat menekan nilai sebenarnya dari emas sehingga nilainya surut. Dengan jatuhnya nilai emas, orang akan berpaling ke bitcoin.

Karena orang mulai memburu bitcoin, maka harganya akan terkatrol naik. Selain itu, dengan adanya endorsement yang dilakukan secara masif terhadap bitcoin, maka manipulasi harga dengan mudah dilakukan. (https://www.cnn.com/2021/08/23/investing/bitcoin-price-hnk-intl/index.html)

Coba anda perhatikan, apakah nilai dari bitcoin saat ini terus meningkat atau justru anjlok?

Tapi strategi awal ini hanya bisa jalan di lingkungan negara-negara maju mengingat infrastruktur teknologi-nya sudah mumpuni. Wajar, mengingat botcoin merupakan mata uang berbasis teknologi digital, bukan?

Namun seiring banyaknya sistem pembayaran secara online dan berkurangnya uang tunai di pasaran, otomatis bitcoin akan mendapatkan porsi-nya saat waktunya tiba. Tentang ini, beberapa think tank Ndoro besar sudah memprediksinya. (https://www.brookings.edu/events/the-future-of-money-the-end-of-cash-and-the-rise-of-digital-currencies/)

Dan jika jaringan teknologi penunjang telah siap, maka crypto currency apapun namanya nanti, akan dengan mudah diterima sebagai alat pembayaran. Tanpa uang digital, maka transaksi apapun (baik online maupun offline) nggak akan mungkin bisa dilakukan.

Sekali lagi, jika ini terjadi maka status bank akan diubah fungsinya, termasuk bank sentral, karena sudah nggak ngurusin uang cash lagi melainkan uang digital. Bukan nggak mungkin bank akan beralih fungsi menjadi Bitcoin Exchange atau apapun itu yang fungsinya melayani crypto currency.

Bila saat ini tiba, anda jangan berpikir bahwa bubarnya bank sentral bukan berarti bubarnya kartel Ndoro besar, karena scenario peralihan ini, mereka juga yang pegang kendali.

Apa yang saya sampaikan bukan tanpa alasan.

Pertama: siapakah yang ‘menguasai’ internet?

Jaringan yang pertama kali dikembangkan oleh ARPANet (Advanced Research Projects Agency Network) yang bekerjasama dengan UCLA tersebut, merupakan jaringan intelijen yang berafiliasi dengan Departemen Pertahanan AS. (https://www.darpa.mil/attachments/ARPANET_final.pdf)

Jadi, saat jaringan sudah establish, apakah kontrol yang dijalankan atas internet nggak ada?

Edward Snowden sendiri mengatakan, “NSA bersama dengan lembaga intelijen lainnya memiliki kendali penuh atas semua komunikasi melalui internet, smart phone dan perangkat lainnya.” (https://www.aclu.org/blog/national-security/privacy-and-surveillance/nsa-continues-violate-americans-internet-privacy)

Kalo begitu, apakah bitcoin tidak termasuk dalam genggaman kontrol sang Ndoro?

Yang kedua, ada kenal sosok Prof. Milton Friedman sebagai ekonom sang Ndoro besar?

Beliau pernah ngomong begini sebelum kematiannya, “Kami tidak membutuhkan the FED. Ganti saja the FED dengan komputer yang dapat mencetak uang dalam jumlah tertentu.” (https://www.marketwatch.com/story/maybe-a-computer-could-replace-the-feds-janet-yellen-2016-09-15)

Secara singkat. Prof. Friedman yang merupakan arsitek keuangan sang Ndoro mengatakan bahwa FED sebaiknya diganti saja dengan komputer.

Kalo begitu, siapa yang menguasai komputer berikut jaringannya?

Dan sekali lagi, berbekal alasan tersebut: apakah transaksi menggunakan bitcoin bisa otomatis anonim seperti yang diklaim selama ini?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!