Kisah Televangelis Legendaris

In Sosial Budaya

Kisah Televangelis Legendaris

Oleh: Ndaru Anugerah

Siapa nggak kenal nama Harun Yahya, khususnya bagi kalangan aktivis Ikhwanul Muslimin? Sebenarnya Harun Yahya hanya nama samaran yang digunakan sebagai penulis buku. Nama aslinya adalah Adnan Oktar.

Nama Adnan Oktar sendiri mulai mendulang sukses sebagai leader pada sebuah kelompok relijius kecil di Universitas Istambul pada dekade 1980-an.

Oktar makin populer setelah menyuarakan sentimen anti Yahudi, anti-Freemason, dan juga anti Komunis. Dan puncaknya adalah saat Oktar yang menggunakan nama samara Harun Yahya dalam karya besarnya setebal 550 halaman yang melegenda.

Kaum Yahudi dan Freemason telah berhasil masuk ke institusi negara Turki dan berupaya keras untuk mendegrasi moral, spiritualitas dan relijiusitas warga Turki,” ungkap Oktar.

Buku ini konon sangat laris, hingga dicetak hampir 100 ribu eksemplar.

Sialnya, setelah penerbitan buku tersebut, Oktar malah ditahan otoritas Turki yang menudingnya dengan tuduhan mengkampanyekan revolusi teokratik. (https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/12/083227865/siapa-harun-yahya-pendakwah-asal-turki-yang-divonis-1075-tahun-penjara?page=all)

Sejak itu, nama Oktar a.k.a Harun Yahya melegenda, terutama di kalangan aktivis IM. Seruannya yang paling monumental adalah penolakkannya terhadap teori Darwin yang dituangkan dalam karya setebal 770 halaman berjudul ‘The Atlas of Creation’. (https://www.reuters.com/article/us-religion-turkey-evolution-idUSL0926554120061122)

Namun, Adnan Oktar juga dikenal karena sepak terjangnya yang kontroversial.

Alih-alih menegakkan ajaran Islam, Oktar malah bilang bahwa bikini adalah penutup aurat yang Islami.

Bukan itu saja, Oktar juga mengklaim bahwa Islam hanya melarang umatnya untuk minum wine alias anggur. Jadi kalo minum vodka dan whiskey, ya sah-sah saja. (https://news.detik.com/internasional/d-4130578/diinterogasi-harun-yahya-sebut-bikini-penutup-islami-dan-vodka-halal)

Dan yang bikin geleng-geleng kepala adalah sikap ambigunya. Disatu sisi dia berkhotbah tentang kreasionisme, di sisi yang lain dia kerap membiarkan wanita dengan pakaian seksi menari-nari disekitarnya dengan diiriingi musik, yang dijamin bakal buat syahwat terbakar seketika.

Akibatnya sikapnya tersebut, Oktar diamankan pemerintah Turki pimpinan Erdogan dengan tuduhan kejahatan seks di tahun 2018 silam. Padahal ini hanya bisa-bisanya Erdogan saja.

Oktar sesungguhnya ditahan karena faktor kedekatannya dengan sosok oposisi Turki, Fethullah Gulen, selain pasal kejahatan seks yang dialamatkan kepadanya. (http://deepblue.lib.umich.edu/bitstream/handle/2027.42/74242/j.1478-1913.2006.00115.x.pdf?sequence=1)

Lewat serangkaian persidangan yang panjang, Oktar dinyatakan bersalah dengan pasal kejahatan seks. Karenanya Oktar diganjar hukuman 1075 tahun kurungan penjara. (https://www.theguardian.com/world/2021/jan/11/turkish-televangelist-sentenced-to-1075-years-for-sex-crimes)

“Adnan Oktar terbukti bersalah karena kejahatan seks,” ungkap hakim di pengadilan.

Kok sampai lebih dari 1000 tahun masa hukumannya?

Karena Oktar kena pasal berlapis, mulai dari penyerangan seksual, pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, penipuan, hingga aksi spionase. Komplit sudah.

Saat dikonfirmasi dipersidangan bahwa dirinya punya 1000 orang ‘selir’ yang dipanggilnya sebagai Kittens alias anak kucing, Oktar dengan gampang bilang begini, “Ada luapan cinta di hati saya untuk wanita. Cinta adalah kualitas manusia, dan itu adalah kualitas seorang Muslim sejati.”

Omaigat.Gue pikir hanya kakek Sugiyono aja yang lejen.

Dan gilanya, Oktar mengklaim bahwa dirinya memiliki kekuatan yang cukup untuk menyalurkan syahwatnya. “Saya luar biasa kuat,” tukasnya.

Bukan itu saja. Dalam persidangan juga terungkap bahwa Oktar kerap memperkosa banyak wanita dan setelah diperkosa, wanita tersebut dipaksa minum pil kontrasepsi biar nggak hamil.

Ampun dije..

Selamat menikmati perjalanan panjang di hotel Prodeo, Akhi.

By the way, ‘anak kucing’-nya apa bisa diminta?

Satu aja. Plis…

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Itu Bukan Vaksin!

Itu Bukan Vaksin! Oleh: Ndaru Anugerah Mei 2020 silam, saya ditanya sama seorang netizen, “Vaksin jenis apa yang akan dipakai untuk

Read More...

Should be Mandatory or Not?

Should be Mandatory or Not? Oleh: Ndaru Anugerah “Sebaiknya, program vaksinasi global dibuat wajib apa nggak?” tanya seorang kepada saya. Sebagai analis,

Read More...

Menyoal Virus dan Pengujiannya (*Bagian 1)

Menyoal Virus dan Pengujiannya (*Bagian 1) Oleh: Ndaru Anugerah Semua treatment yang berkaitan dengn si Kopit, entah itu test pengujian, perlakuan

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu