Eropa Makin Menggigil


514

Eropa Makin Menggigil

Oleh: Ndaru Anugerah

Sudah lama nggak dengar kabar tentang krisis energi di Eropa saat datangnya musim dingin, apakah situasi terkini masalahnya dapat diatasi?

Boro-boro.

Yang ada, kondisinya makin memprihatinkan.

Kita tahu bersama bahwa negara-negara Eropa biasa mendapatkan energinya dari 2 sumber utama, kalo nggak dari gas alam, ya pasti dari nuklir.

Pada komoditas gas alam saja, ada masalah yang sangat serius, dimana pasokannya sengaja dihentikan meskipun Rusia bersedia memberikan ‘kuotanya’ bagi Benua Biru tersebut. (https://www.npr.org/2021/11/09/1054032223/europe-is-moving-away-from-fossil-fuels-after-being-dependent-on-russia-for-deca)

Ini nggak lain karena adanya kebijakan alih energi dari bahan bakar fosil ke energi hijau yang diterapkan Uni Eropa. (baca disini dan disini)

Jadi bukan pasokan gas-nya yang nggak ada alias langka, tapi lebih pada keenganan Eropa untuk memakai fossil fuel demi menjaga konsistensinya. Nggak lucu dong, sudah mengeluarkan kebijakan hijau, eh tahu-tahu malah memakai energi ‘kotor’. Mau ditauruh dimana tuh muka?

Jerman adalah salah satu contohnya, dimana mereka nggak akan menggunakan gas dari Rusia setidaknya sampai Juli 2022 mendatang, walaupun mereka membutuhkan gas sebagai sumber energinya. (https://www.bnnbloomberg.ca/germany-says-no-decision-on-nord-stream-2-gas-pipeline-before-july-1.1696801)

Masalah diperburuk dengan upaya menutup PLTN sebagai sumber energi bagi mereka. Dan ini memperburuk musim dingin yang mereka sedang alami saat ini.

Ambil contoh Perancis, dimana EDF sebagai BUMN penyedia listrik bagi warganya, malah menutup pembangkit listrik tenaga nuklir beberapa hari yang lalu. Total ada 4 reaktor yang ditutup, dimana keempatnya merupakan pemasok listrik bagi Perancis sekitar 13%. (https://www.reuters.com/world/europe/edf-shares-plunge-after-faults-found-french-nuclear-power-station-2021-12-16/)

Asal tahu saja, lebih dari 70% pasokan listrik yang ada di Perancis disediakan oleh PLTN. Jadi kalo PLTN bakal terus ditutup sesuai agenda ‘hijau’, apa yang akan terjadi dengan negara itu di tengah seretnya pasokan gas alam? (https://www.world-nuclear.org/information-library/country-profiles/countries-a-f/france.aspx)

Paling mungkin 2 hal akan terjadi. Pertama harga listrik akan naik, dan kedua akan ada pemadaman bergilir karena krisis energi. (https://www.bnnbloomberg.ca/europe-faces-dire-winter-as-nuclear-outages-deepen-energy-crunch-1.1696850)

Soal kenaikan harga, itu sudah terjadi karena harga listrik di Eropa mulai terkerek naik sejak beberapa hari silam. (https://www.bloomberg.com/news/articles/2021-12-16/europe-s-energy-crunch-deepens-as-france-extends-nuclear-halts)

Masalah serius muncul saat pemadaman listrik dilakukan di tengah musim dingin yang nggak kenal kompromi. Pasokan hanya sedikit, tapi yang memakainya banyak, apa nggak kacau? (https://oilprice.com/Energy/Natural-Gas/What-Happens-If-Europe-Runs-Out-Of-Gas.html)

Kita tinggal lihat saja, bagaimana menggigilnya Eropa pada musim dingin kali ini.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!