LOADING

Type to search

Tags: , ,

Biarkan Data Bicara

Biarkan Data Bicara

Oleh: Ndaru Anugerah

Adakah orang yang meninggal akibat menggunakan vaksin Big Pharma?

Bukan ada lagi. Banyak adalah kata yang lebih tepat.

Pada 10 Januari 2021, sebanyak 44,7 juta warga AS menerima vaksin Big Pharma, entah itu pabrikan Pfizer ataupun Moderna. (https://ourworldindata.org/grapher/cumulative-covid-vaccinations?tab=chart&stackMode=absolute&country=~USA&region=World)

Kok hanya 2 vaksin itu yang digunakan?

Karena FDA hanya mengeluarkan ijin penggunaan darurat alias EUA kepada dua vaksin tersebut. Dan menurut catatan FDA, kedua vaksin tersebut masih belum patent alias vaksin percobaan. (https://www.fda.gov/drugs/types-applications/investigational-new-drug-ind-application#Introduction)

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh VAERS (Vaccine Adverse Event Reporting System), per tanggal 4 Januari 2021, ada sekitar 653 kematian akibat vaksin dengan 12.697 efek samping lainnya.

Nah angka itu meningkat lagi menjadi 929 kematian dan 20.766 efek samping lainnya per tanggal 12 Februari 2021. Fantastik bukan? (https://www.medalerts.org/vaersdb/findfield.php?TABLE=ON&GROUP1=CAT&EVENTS=ON&VAX=COVID19)

Merujuk pada 653 kematian, 137 kasus menyasar gangguan jantung, dengan rentang usia antara 23-77 tahun. Dari 653 kematian tersebut juga, vaksin Pfizer memberi kontribusi sekitar 58%, sedangkan vaksin Moderna kasih kontribusi 42%.

Apa arti data-data tersebut?

Silakan anda simpulkan sendiri.

Satu yang perlu anda catat, bahwa vaksin itu punya efek jangka panjang dan bukan jangka pendek. Kalo jangka pendeknya saja sudah banyak memakan korban, bagaimana efek jangka panjangnya?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Tags::
Previous Article

9 Comments

  1. Banderaz February 25, 2021

    Mas kalau menurut proff @ba.tejo (IG account),
    Tentang 2 vaksin ini :
    1.Baca paper terbaru di JAMA tidak ada kematian yg disebabkan vakin ini ?. Dan laporan versi Pfizer hanya 6 orang meninggal… ?

    2.Data yg ada di VAERS adalab Raw Data, data resmi adalah setelah data vaers diverifikasi CDC. Dan diterbitkan weekly report CDC

    Geleng2 kepala saja saya mas…

    Reply
    1. admin February 26, 2021

      Itu profesor beneran? Kok ngomongnya kek anak SD?

      Sekarang coba jawab dgn nalar: ada sekitar 1000 orang dilaporkan mati stlh disuntik vaksin Kopit, dan stlh dilitigasi jumlahnya hanya 8 orang. Make sense apa nggak?

      Reply
      1. Banderaz February 26, 2021

        ?? Serius mas Profersor beneran, klo almas ada instagram search saja akunnya itu. Saya baca yg masalah itu bukan dinpostingan tapi di komentar berbalas sama follower yg saya lihat kritis gitu.
        Sampai si Prof sewot sendiri.

        Bahkan postingan terbaru beliau memuji pfizer setinggi langit atas keberhasilan di israel katanya terbukti mencegah kopit sampai 92%. 92% bukti dilapangan,bukan klaim!! Gilak mas! Coba deh kesana mas.

        Di medsos banyak pekerja medis yg seperti itu mas.

        Reply
        1. admin February 26, 2021

          Sayang kalo waktu sy terbuang utk hal2 yg kurang berguna.

          Reply
          1. Banderaz February 26, 2021

            Asem ah mas ?

            Reply
  2. Zahri February 25, 2021

    Bang, kemaren2 katanya BG vaksinasi pake stuntman. Analisa geopolitiknya donk, hehe

    Reply
    1. admin February 25, 2021

      Masa recehan perlu dianalisis?

      Reply
  3. Zahri February 26, 2021

    Hahaha, maap kalo gitu bang ??
    Vaksin big Pharma sebentar lagi mau masuk Wakanda x y bang, “dokter2” di ig pada presentasi kemanjuran…

    Reply
    1. admin February 26, 2021

      kayak sales asuransi aja harus presentasi.

      Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up

error: Content is protected !!