Yang Resmi Pasti Aman?

In Sosial Budaya

Yang Resmi Pasti Aman?

Oleh: Ndaru Anugerah

Presiden Republik Wakanda dalam satu kesempatan ngomong ke publik kurleb demikian, “Semua vaksin Kopit yang akan dipakai di Wakanda adalah vaksin yang terdaftar dan sudah disetujui WHO untuk dipakai.” (https://www.merdeka.com/peristiwa/jokowi-semua-vaksin-dipakai-wajib-masuk-dalam-daftar-who.html)

Seolah kalo sudah bawa WHO, maka semuanya pasti bagus dan dijamin benar. Jadi otomatis bakal terjamin keamanannya.

Pertanyaan sederhana: apakah vaksin yang disetujui WHO sudah pasti aman?

Tahun 1993, WHO mengeluarkan vaksin yang bertujuan untuk mengendalikan angka kelahiran. Vaksin KB istilahnya, yang pakai bahan dasar hCG alias human chorionic gonadotropin. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8050680/)

Yang tidak diketahui orang awam adalah saat hCG dikonjugasikan dengan tetanus toksoid (TT) efeknya akan dapat menyerang hormon kelahiran bagi yang menerimanya.

Akibatnya, kalo wanita hamil mendapatkan suntikan konjugasi tersebut, janinnya kemungkinan besar bakal keguguran sedangkan wanita subur yang menerimanya berakibat pada kemandulan.

Dan peristiwa vaksin kawin silang tersebut terjadi pada November 1993, di Kenya. (http://www.kccb.or.ke/home/news-2/press-statement-5/)

Saat itu, ada program vaksinasi massal tetanus di negara tersebut. Dan yang mencurigakan, program tersebut tidak dibiayai oleh pemerintah Kenya, malah pemerintah dapat dana kompensasi karena mengijinkan rakyatnya untuk divaksinasi tetanus.

Melihat gelagat nggak wajar, Asosiasi Dokter Katolik Kenya (ADKK) menguji vaksin tetanus tersebut di tiga lab biokimia independen yang terakreditasi di Nairobi, Kenya.

Yang mengagetkan, ternyata pada sampel vaksin tetanus tersebut, ditemukan bahan hCG pada setidaknya setengah sampel vaksin yang diteliti di laboratorium. (https://www.researchgate.net/publication/320641479_HCG_Found_in_WHO_Tetanus_Vaccine_in_Kenya_Raises_Concern_in_the_Developing_World)

Ini sih bukan kampanye anti tetanus, tapi upaya program untuk memandulkan manusia. Apa fungsi kandungan hCG pada vaksin kalo nggak buat seseorang mandul? Nggak heran bila sasaran vaksinasi tersebut adalah gadis-gadis muda dan wanita usia subur. (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2665354)

Dr. Ngare selaku jubir ADKK menegaskan, “Ini jelas bukan kampanye memberantas tetanus, tapi upaya sterilisasi massal.” (https://www.lifesitenews.com/news/a-mass-sterilization-exercise-kenyan-doctors-find-anti-fertility-agent-in-u)

Temuan ADKK telah diteruskan kepada pihak kesehatan berwenang di Kenya lengkap dengan barang buktinya, toh program vaksinasi tetanus tetap berjalan. Kompensasi-lah yang menjadi penyebab utamanya. “Bodo amat rakyat Kenya mandul, yang penting gue dah dapat dana kompensasi.”

Dan tebak siapa lembaga yang mendistribusikan vaksin tetanus tersebut di Kenya?

UNICEF dan WHO.

Pertanyaannya: apa mungkin kedua lembaga dunia itu yang menyediakan dana kompensasi bagi pemerintahan Kenya selain kasih vaksin gratis? Yang Bokir…

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Apa Trump Lebih Berbahaya Dari Kopit?

Apakah Trump Lebih Berbahaya Dari Kopit? Oleh: Ndaru Anugerah Di AS sana, ada 2 topik panas yang saat ini kerap diperbincangkan.

Read More...

Rencana Besar Elite Global (*Bagian 2)

Rencana Besar Elite Global (*Bagian 2) Oleh: Ndaru Anugerah Pada bagian 1 saya telah mengulas tentang Oded Yinon’s Plan (OYP) yang

Read More...

Kado Perpisahan Trump

Kado Perpisahan Trump Oleh: Ndaru Anugerah Apa yang telah dilakukan Trump buat Israel selama 4 tahun kepemimpinannya? Sangat banyak dan bukan kaleng-kaleng

Read More...

2 commentsOn Yang Resmi Pasti Aman?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu