Siapa Menyokong Sang Fuhrer?

In Sejarah

Siapa Menyokong Sang Fuhrer?

Oleh: Ndaru Anugerah

Banyak yang nggak menyangka kalo para bankir Wall Street mendanai Nazi Jerman pada PD II. Tapi fakta sejarah memang berkata apa adanya. (baca disini)

Pertanyaan selanjutnya: apa hanya para bankir Wall Street yang terlibat dalam membidani kebangkitan sang Fuhrer?

Nggak juga. Kartel Ndoro besar juga terlibat di dalamnya.

Salah satu kartel manufaktur Ndoro besar yang ikutan adalah IBM.

Adalah fakta bahwa Hollerith yang diproduksi oleh Dehomag (anak perusahaan IBM di Jerman), kemudian digunakan oleh Nazi sebagai kalkulator kematian bagi orang Yahudi Eropa. (https://www.jewishvirtuallibrary.org/ibm-and-quot-death-s-calculator-quot-2)

Saat Adolf Hitler berkuasa di tahun 1933, dia punya ‘impian’ untuk menghancurkan kaum Yahudi di Eropa. Untuk itu sang Fuhrer butuh komputer guna menjalankan rencananya tersebut.

Namun sialnya, komputer belum ada saat itu. Yang ada hanya Hollerith alias kartu berlubang, yang dapat menyimpan informasi tentang data individu dari mulai tempat tinggal, inventaris barang yang dimiliki hingga jadwal kegiatan yang dilakukan sehari-hari.

Pada tataran teknis, Hollerith menyederhanakan segala data-data tersebut menjadi kode angka. Namun karena menemui banyak kesulitan, belakangan IBM berhasil menyempurnakan cara alat tersebut, sehingga Nazi dapat mengkodekan informasi dengan menggunakan alfabet.

Dengan hadirnya Hollerith, akan memudahkan Nazi dalam menghitung jumlah orang Yahudi, menyita rekening bank mereka, menyuruh mereka untuk kerja paksa, hingga menggiring mereka untuk naik kereta api menuju kamp konsentrasi untuk dimusnahkan selamanya.

Mesin Hollerith bukan satu-satunya kontribusi berharga IBM bagi sang Fuhrer.

Kalo anda tahu tentang tato Auschwitz yang isinya angka pada tangan kaum Yahudi Eropa, itu juga salah satu karya gemilang penomoran yang dihasilkan oleh IBM bagi Nazi. (https://www.historyofinformation.com/detail.php?id=1270)

Berikutnya ada juga perusahaan minyak sang Ndoro yang bernama Standard Oil.

Perusahaan ini berperan dalam memberikan supply bahan bakar bagi Angkatan Udara Nazi, Luftwaffe.

Saat PD II, Luftwaffe membutuhkan gas timbal tetraetil agar pesawat mereka bisa terbang, Standard Oil menyediakan barang tersebut ke pihak Nazi Jerman. (http://web.mit.edu/thistle/www/v13/3/oil.html)

Daftar berikutnya adalah Ford Motor Company.

Sudah rahasia umum kalo Ford menjalin bisnis dengan Nazi Jerman, dengan cara membuat armada perang bagi mereka. (http://en.wikipedia.org/wiki/Henry_Ford#The_coming_of_World_War_II_and_Ford.27s_mental_collapse)

Bukan hanya itu, Henry Ford bahkan menginspirasi Hitler, Himler dan pejabat tinggi Nazi lainnya dalam mengusung gerakan anti-Semit.

Adolf Hitler mengatakan, “Ford adalah sumber inspirasi bagi saya. Dan saya akan melakukan yang terbaik untuk mempraktikan teori anti-Semit nya di Jerman.” (https://www.washingtonpost.com/wp-srv/national/daily/nov98/nazicars30.htm)

Jadi jangan aneh kalo kemudian seorang Henry Ford mendapatkan medali penghargaan Grand Cross of the German Eagle dari Nazi saat merayakan hari ulang tahunnya, karena memang Ford sangat mengilhami gerakan Nazi saat PD II.

Daftar kartel Ndoro besar belum lengkap tanpa kehadiran General Motors.

Kenapa?

“Karena GM adalah mesin perang Nazi yang lebih penting ketimbang Swiss,” ungkap Bradford Snell.

Kalo Swiss hanya menyimpan aset kaum Yahudi Eropa yang disita oleh Nazi, maka GM-lah yang memungkinkan invasi Nazi ke Polandia dan Rusia. (http://www.washingtonpost.com/wp-srv/national/daily/nov98/nazicars30.htm)

Tentu saja dengan kendaraan perang yang diproduksinya, dari mulai jeep, truk hingga tank.

Di tahun 1935, GM membangun pabrik di dekat Berlin yang kemudian memproduksi truk Blitz. Kendaraan inilah yang belakangan dipakai oleh pasukan Nazi dalam menginvasi Polandia, Perancis dan Uni Soviet. (https://www.sfgate.com/opinion/article/Nazis-rode-to-war-on-GM-wheels-2659006.php)

Bahkan Albert Speer selaku mantan kepala persenjataan Nazi mengatakan, “Hitler nggak akan mau menyerang Polandia tanpa adanya bahan bakar sintetis yang disediakan oleh General Motors.” (https://www.cbsnews.com/news/did-us-carmakers-help-nazis/)

Perusahaan sang Ndoro lainnya adalah Kodak, yang juga menjalin bisnis berat dengan pemerintahan Nazi.

Bahkan ketika era Nazisme dimulai, Wilhelm Keppler selaku penasihat ekonomi top Hitler menyarankan agar perusahaan AS tersebut memecat semua karyawan Yahudi mereka guna mendapatkan keuntungan yang maksimal. (https://www.thenation.com/article/archive/kodaks-nazi-connections/)

Mana mungkin seorang kasih saran ke Kodak, kalo nggak punya koneksi yang sangat dekat?

Sebenarnya masih banyak perusahaan kartel sang Ndoro lainnya yang terkoneksi erat dengan sang Fuhrer, yang nggak mungkin juga saya sebutkan satu persatu. Anda bisa mendapatkannya melalui banyak sumber.

Bahkan kalo anda tahu program eugenika yang dibesut oleh Nazi, tokoh besar kartel sang Ndoro seperti Rockefeller, Carnegie dan Harriman juga punya track record dalam mendanai rencana depopulasi tersebut. (https://www.sfgate.com/opinion/article/Eugenics-and-the-Nazis-the-California-2549771.php)

Lalu, apa gunanya mereka mendanai dan membantu pemerintahan Nazi?

Setidaknya ada dua hal utama.

Pertama demi merengguk keuntungan dari perang. Jadi siapa saja yang menang perang, mereka akan memperoleh keuntungan dari kedua pihak yang bertikai.

Dan kedua yaitu concern mereka pada agenda depopulasi. Saat holocaust digelar, berapa banyak orang Yahudi Eropa yang meregang nyawa?

Jadi paham duduk masalahnya, kan?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Mari Lihat Dampaknya

Mari Lihat Dampaknya Oleh: Ndaru Anugerah Kalo bicara soal vaksinasi di Wakanda, nggak menarik perhatian saya sama sekali. Mendingan bicara tingkat

Read More...

Proyek Pegasus

Proyek Pegasus Oleh: Ndaru Anugerah Proyek Pegasus kini buat heboh, mengingat media mainstream menyoroti program tersebut yang bertujuan untuk ‘menyadap’ warga,

Read More...

Saat Semuanya Disensor

Saat Semuanya Disensor Oleh: Ndaru Anugerah Mana yang lebih digdaya, negara atau Big Tech? Kalo anda bilang negara, baiknya anda pikir

Read More...

7 commentsOn Siapa Menyokong Sang Fuhrer?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu