Sang Pencari Sensasi

In Sosial Budaya

Sang Pencari Sensasi

Oleh: Ndaru Anugerah

Mengapa banyak orang tidak percaya dengan pendaratan di bulan? Apa yang mendasarinya?

Pernah dengar Bill Kaysing?

Bill Kaysing adalah penulis buku yang cukup legendaris bagi pemujanya, yang diterbitkan di tahun 1974, We Never Went to the Moon: America’s Thirty Billion Dollar Swindle. Inti dari buku tersebut menyatakan bahwa manusia tidak pernah pergi ke bulan.

Berbekal buku tersebut, banyak orang menyakini teori absurd yang dilontarkan BK pada buku tersebut. Padahal BK bukanlah seorang ilmuwan, teknisi ataupun insinyur yang berkaitan dengan bidang astronomi.

Lantas, siapa BK?

Dia adalah seorang wartawan dan pegawai pada hubungan masyarakat kontraktor NASA. Selama hidupnya, dia banyak menulis tentang pertanian, masak memasak hingga sepeda motor. (http://www.todayifoundout.com/index.php/2019/05/who-started-the-moon-landing-hoax-conspiracy-theory/)

Secara prinsip, banyak yang diungkapkan oleh BK dalam bukunya tersebut. Tapi hanya ada 4 teori terpopuler yang banyak dipuja para penggemar. Apa saja?

Pertama tentang status bendera berkibar. Katanya, di bulan itu nggak ada atmosfer, jadi nggak mungkin ada angin. “Lha kok bendera AS yang dibawa oleh Neil Armstrong dan Buzz Aldrin, bisa berkibar di bulan?” tanyanya.

Dr. Richard Tresch Fienberg, seorang astronom kondang jebolan Harvard University menyatakan bendera tersebut bergelombang karena ada tenaga yang dikeluarkan Armstrong dan Aldrin saat menancapkan tiang ke daratan bulan, selain bendera yang dibawa tersebut merupakan bendera khusus buatan NASA untuk misi ke bulan.  (https://www.history.com/news/moon-landing-fake-conspiracy-theories) (https://historycollection.jsc.nasa.gov/JSCHistoryPortal/history/flag/flag.htm)

Jadi, bendera itu bukan berkibar, melainkan bergerak ketika kedua astronot tersebut mengambilnya dan menancapkannya ke permukaan bulan. Selain itu ada penopang yang dipasang secara menyilang pada bendera, untuk memberi kesan ada angin yang bertiup.

Kedua yang disorot oleh oleh BK adalah tidak adanya bintang di foto yang dirilis NASA. “Mengapa pada gambar pendaratan tersebut tidak ada satupun bintang yang terlihat?” Aliasnya, gambar tersebut merupakan hasil foto studio atau telah di-photoshop.

“Semua paparan para astronot di bulan terjadi pada siang hari. Jadi permukaan terang bendera (dari matahari) selain dari pakaian astronot yang berwarna putih terang, menjadikannya sangat reflektif pada kamera,” ungkap Fienberg. (https://www.history.com/news/moon-landing-fake-conspiracy-theories).

Sederhananya, paparan pada kamera yang dibawa para astronot terlalu pendek untuk menangkap pakaian luar angkasa dan dari permukaan bulan sementara harus juga menangkap cahaya bintang yang relatif redup.

Gini deh, coba anda pergi ke teras belakang, kemudian nyalakan lampu. Meskipun anda dapat melihat bintang-bintang pada posisi anda, kamera quick-exposure tentu tidak akan dapat menangkapnya sejelas anda melihatnya. Betul, kan?

Hal ketiga yang juga dipertanyakan oleh BK adalah kamera Hasselblad yang dibawa oleh para astronot, tidak memungkinkan foto bisa diambil secara sempurna. “Kenapa foto-foto yang ditampilkan NASA tampak begitu sempurna?” protesnya.

Faktanya, tidak semua gambar yang diambil para astronot sempurna. Ada banyak gambar buram yang diarsip oleh NASA. Aliasnya, hanya yang paling bagus-lah yang akan diterbitkan. “Masa iya, gambar yang remang-remang juga dilihatin?”

Selain itu, para astronot punya cukup waktu untuk berlatih dengan menggunakan kamera Hasselblad saat di bumi. Lensa sudut lebar khusus yang mereka pakai dapat menyederhanakan fokus dan memungkinkan pengambilan gambar yang lebih besar.

“Fakta yang perlu diketahui adalah bahwa kamera yang digunakan para astronot tersebut, dipasang di bagian depan jas astronotnya, sehingga tangannya akan terlihat pada pantulan.” (https://www.nationalgeographic.com/news/2009/7/apollo-11-hoax-photos–8-moon-landing-myths-busted/)

Dan terakhir yang banyak dipertanyakan adalah mengenai bayangan yang berjalan secara horizontal. Beberapa foto menunjukkan bayangan yang tidak berjalan paralel satu sama lain. “Dengan matahari sebagai satu-satunya sebagai sumber cahaya, semua bayangan harusnya berjalan paralel, donk?”

Dengan kata lain BK menuding ada unsur penggunaan lampu sorot di studio tertutup, yang terlibat pada pembuatan foto.

Masalahnya, meskipun matahari adalah sumber utama pencahayaan di bulan, ia bukan satu-satunya sumber iluminasi. Ada sumber pencahayaan lain seperti tanah bulan, yang dapat memantulkan cahaya matahari.

Dalam gambar Apollo 11, “Sinar matahari tersebar atau dipantulkan dari tanah ke segala arah, dan beberapa di antaranya (sebagian kecil) tercerai berai ke dalam bayangan,” kata Fienberg. (https://www.history.com/news/moon-landing-fake-conspiracy-theories)

Itulah sebabnya, pada beberapa gambar, anda dapat melihat sebuah plakat yang ditinggalkan Armstrong dan Aldrin di bulan meskipun tergeletak di bawah bayangan.

So far, nggak ada teori-teori yang dikemukakan BK yang bisa dibuktikan secara logis dari kacamata keilmuan.

Lagian, kalo memang tidak ada pendaratan di bulan, pihak Uni Soviet pasti akan teriak paling keras duluan di lapangan sebagai musuh ideologis AS kala itu (cold war). Nyatanya kan Uni Soviet nggak keberatan atas apa yang diiraih AS.

Selain itu para astronot juga membawa sampel batu bulan seberat 382 kilogram dengan lebih dari 2000 sampel yang diambil secara terpisah. Sampel-sampel tersebut saat ini diteliti ooleh para ilmuwan di seluruh dunia.

“Apa mungkin NASA mampu membuat batu bulan tiruan dengan karakteristik unik dimana batu tersebut terbentuk pada lingkungan tanpa oksigen?”

Belum cukup? Pernah dengar Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO)?

Lunar Reconnaissance Orbiter adalah sebuah pesawat robot ruang angkasa NASA yang saat ini mengorbit di bulan. Nah tuh pesawat berhasil mengambill beberapa foto yang kemudian dipublikasi oleh NASA di tahun 2012.

Apa isinya?

Mengungkap beberapa bukti. Salah satunya foto tempat pendaratan Apollo 11 yang masih menampakkan bekas pada permukaan bulan, dan juga tetap bertahannya bendera AS yang pernah ditancapkan oleh awak astronot kala itu.

Artinya, dengan hadirnya foto-foto tersebut, maka semua teori yang dinyatakan BK, otomatis ambyar.

Lalu apa motif utama Bill Kaysing mengeluarkan teorinya tersebut?

Tak lain adalah cari sensasi semata biar ngetop markotop. Bukankah sesuatu yang sifatnya konspiratif akan lebih menarik untuk disimak?

 

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah mantan Aktivis 98 GEMA IPB)

 

 

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Apa Trump Lebih Berbahaya Dari Kopit?

Apakah Trump Lebih Berbahaya Dari Kopit? Oleh: Ndaru Anugerah Di AS sana, ada 2 topik panas yang saat ini kerap diperbincangkan.

Read More...

Rencana Besar Elite Global (*Bagian 2)

Rencana Besar Elite Global (*Bagian 2) Oleh: Ndaru Anugerah Pada bagian 1 saya telah mengulas tentang Oded Yinon’s Plan (OYP) yang

Read More...

Kado Perpisahan Trump

Kado Perpisahan Trump Oleh: Ndaru Anugerah Apa yang telah dilakukan Trump buat Israel selama 4 tahun kepemimpinannya? Sangat banyak dan bukan kaleng-kaleng

Read More...

One commentOn Sang Pencari Sensasi

  • fAnOnErO Syndicate Inc.

    Mohon ijin kasih feedback dan pertanyaan atas tulisan ini bang, sesuai kemampuan analisa saya yang pas2an.

    > Menurut bang Ndaru, kenapa sekarang kok ngga ada ekspedisi manusia ke bulan lagi seperti jaman Neil Amstrong dkk. Paling mentok, cuma ekspedisi manusia ke ISS. Yang menurut saya, belum terhitung outerspace karena masih dalam lingkungan atmosfer bumi. Alias hanya sebatas mengangkasa.
    Padahal jaman Neil dulu, teknologi telpon cuma sekedar ngobrol dari ujung sana dengan ujung sini. Sedangkan sekarang, kita bisa melakukan videocall, bahkan dengan beberapa orang langsung.
    Jaman Neil dulu, belum ada mobil yang bisa parkir sendiri. Sekarang, beberapa merek mobil sudah mengeluarkan dan menjual secara komersil varian mobil yang bisa selfpark/autonomus drive.
    Maksud saya, dari sisi teknologi terapan, pastinya saat ini jauh lebih canggih dibanding jaman Neil dulu. Tapi ekspedisi ke bulan sudah ngga pernah ada lagi. Makanya saya pribadi, agak sangsi dengan ekspedisi ke bulan tersebut.
    (Disclaimer, saya bukan Flat Earther hanya sekedar GlobatEliteHaters)

    > Menurut bang Ndaru, kenapa dulu & sekarang ilmuwan lebih suka membuat proyek ekspedisi keluar angkasa dibanding ekspedisi eksplorasi laut dan samudera. Dan paket lengkapnya, kenapa media2 juga lebih suka mengulas ekspedisi luar angkasa tersebut. Apakah ini bagian dari skenario Elite Global?
    Karena kalo buat saya. kan seharusnya yang sering dieksplor itu isi laut dan samudera. Sejalan dengan kampanya anti sampah plastik yang katanya udah menuh2in lautan.
    Dan sayangnya analisa yang diajukan FlatEarther (meski saya bukan bagian mereka) cukup masuk akal sih. Kalo ekspedisi keluar angkasa, bikin roket harga ratusan milyar, begitu meluncur kan roket peluncurnya meledak. Jadi ya ga mungkin dilakukan audit keuangan, beneran sampai rarusan milyar apa ngga biayanya. Lha barangnya saja sudah meledak di atas sana. Kalo pun diaudit sebelum roket berangkat, alasannya terkait kerahasiaan di fasilitas pembuatan roket tersebut.
    Nah kalo bikin ekspedisi eksplorasi laut dan samudra, itu kapal atau apapun namanya kan masih di bumi ini juga. Mau bikin angka anggaran yang mengada-ada juga gampang diauditnya, karena barangnya masih di bumi (atau di laut yang pastinya akan balik lagi ke permukaan untuk mengembalikan manusianya ke daratan.

    Gitu sih bang. Mungkin sekalian dibuat tulisan berseri dari bang Ndaru.

    Salam pergerakan!

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu