Saat Popularitas Mulai Meredup

In Sosial Budaya

Saat Popularitas Mulai Meredup

Oleh: Ndaru Anugerah

Pada 10 Juli silam, Erdogan membatalkan dekrit Ataturk yang ditetapkan pada 1934. Apa isi dekrit tersebut? Dekritnya menyatakan Gereja Hagia Sophia diresmikan sebagai museum, sebagai bentuk penghormatan kepada dunia Kristen dan Islam dalam rangka mengembangkan toleransi. (https://www.nytimes.com/2020/07/10/world/europe/hagia-sophia-erdogan.html)

Lantas kenapa belakangan jadi heboh?

Christopher Black menyatakan bahwa status Hagia Sophia (HS), bukanlah sembarang gereja. Dikenal sebagai St. Sophia alias Gereja Kebijaksanaan Suci, HS merupakan tahta suci kepala Gereja Orthodoks. (https://www.globalresearch.ca/hagia-sophia-religion-politics/5719514)

Hagia Sophia adalah kiblat bagi gereja Ortodoks yang memiliki pengikut sekitar 500 juta umat yang tersebar di Rusia, Eropa Timur, Yunani, Balkan hingga Afrika Utara. Dengan beralih fungsinya menjadi masjid, maka kaum Kristen Ortodoks meradang. (https://www.washingtonpost.com/world/2020/07/13/hagia-sofia-mosque-erdogan/)

Lalu kenapa Erdogan nekat dengan mengubah alih fungsi HS yang awalnya museum, menjadi masjid? Bukankah sudah lebih dari cukup jumlah masjid yang ada di Istanbul? Kenapa juga setelah 18 tahun memimpin Turki, baru sekarang Erdogan mengubah status HS?

Alasannya ada 3.

Pertama untuk menopang dukungan untuk Erdogan di Turki. Kenapa Erdogan butuh dukungan politis? Dalam pemilu lokal di Istanbul dan Ankara, partainya AKP, keok. (https://www.nytimes.com/2019/06/23/world/europe/istanbul-mayor-election-erdogan.html)

Jadi bagaimana agar kaum Islamis di Turki, (ya minimal dari partainya sendiri) tetap memberikan dukungan pada dirinya, dengan cara membangkitkan sentimen primordial. Ya jelas aja, masa minta dukungan sama partai sekuler yang telah sukses menamparnya dalam pemilu lokal?

Setidaknya jurnalis Istanbul dan pemimpin redaksi TELE-1, Merdan Yanardag, mengamini bahwa tindakan yang diambil Erdogan nggak lebih sebagai manuver politik.

Saya tidak berpikir bila Turki butuh masjid baru. Ada banyak masjid di Istanbul dan masjid yang ada tidak penuh sesak bahkan saat sholat Jumat. Jadi saya pikir, niat Erdogan mengubah HS adalah untuk mendapatkan simpati,” ungkap Yanardag. (https://greekcitytimes.com/2020/07/17/converting-hagia-sophia-for-domestic-consumption-will-backfire-on-erdogan/)

Dan kedua, popularitas Erdogan juga mulai meredup di Turki. Sebagai informasi, ekonomi Turki saat ini dalam kondisi merah. Ini dipicu banyak hal, mulai dari virus Corona yang belum berhasil dijinakkan, hingga perang mahal yang terus digenjot Turki atas Suriah, Irak dan Libya.

Dengan kondisi tersebut, nggak aneh kalo popularitasnya melorot ibarat celana dalam yang putus tali kolornya.

Menurut hasil survei yang dilakukan Metropoll, popularitas Erdogan di bulan Maret adalah 55,8%.  Dan menurut Erdogan, angka tersebut kurang dianggap representatif dalam kepemimpinannya, makanya perlu dikatrol. Apa yang paling gampang dilakukan untuk menarik simpati, selain menggunakan sentimen agama di Turki? (https://ahvalnews.com/approval-rating/erdogans-approval-rating-bolstered-coronavirus-pandemic-metropoll)

Dan ketiga, Erdogan mau kasih tahu dunia internasional bahwa kekuatan regional yang dia miliki saat ini, bukannya menurun tapi justru meningkat. Ini diperlukan disaat Turki sedang berseteru dengan Yunani yang didukung oleh komunitas Eropa.

Menanggapi langkah yang diambil Erdogan dalam merubah status HS, Rusia beraksi dengan hati-hati. Dmitry Peskov selaku sekretaris pers Presiden Putin mengatakan, “Perubahan status HS tidak mempengaruhi hubungan Rusia dan Turki. Itu urusan internal Turki. Kami hanya berharap agar Turki mempertimbangkan status tersebut.” (https://www.dailysabah.com/business/tourism/russia-says-hagia-sophia-status-change-benefits-tourists)

Secara singkat, keputusan yang diambil Erdogan memang bisa memuaskan kaum Islamis yang ada di Turki. Namun jangka panjangnya, keputusan tersebut dapat membawa implikasi serius.

Pernyataan yang dibuat Rusia, jelas mengindikasikan hal itu, mengingat kaum Kristen Ortodoks di Rusia amat banyak jumlahnya. Masa iya Putin menegasikan eksistensi warganya dengan hanya tutup kuping terhadap jeritan mereka?

Setidaknya pernyataan Uskup Hilarion Alfeyev dari Rusia, mewakili suara tersebut. “Ini merupakan pukulan keras bagi Kekristenan global. Bagi kami, HS merupakan katedral yang didedikasikan bagi sang Juru Selamat,” ungkap sang uskup. (https://greekcitytimes.com/2020/07/17/converting-hagia-sophia-for-domestic-consumption-will-backfire-on-erdogan/)

Bahkan di Moskow, ketua Komite Urusan LN majelis tinggi Rusia – Konstantin Kosachev – mengatakan, “Ini akan memicu respons yang sangat negatif di seluruh dunia Kristen.” (https://tass.com/world/1177267)

Di Eropa, reaksinya lebih parah lagi. Pada pertemuan Menteri LN Uni Eropa, mereka malah menyerukan untuk menerapkan sanksi terhadap Turki, jika tidak membalikkan konversi HS pada Agustus mendatang. (https://greekcitytimes.com/2020/07/14/eu-to-implement-targeted-sanctions-against-turkey-in-august-if-hagia-sophia-is-not-reverted-to-a-museum/)

Sanksi yang akan diberikan UE tersebut, bukan nggak mungkin akan memukul perekonomian Turki yang saat ini sedang mati suri. Secara khusus, sektor pariwisata dan perbankan, bakal langsung kena dampaknya. Dan Lira Turki makin merosot harganya saat sumber devisa LN nggak lagi merapat ke Turki.

Walaupun sanksi belum diterapkan UE, tapi sejumlah perusahaan tur di Eropa sudah keburu membatalkan kunjungan mereka ke Turki. Padahal sebelumnya Turki sudah sempat memohon UE untuk mengijinkan para pelancongnya bisa mengujungi Turki saat musim panas tahun ini. (https://greekcitytimes.com/2020/07/12/greek-tour-operator-ends-all-excursions-to-turkey-in-response-to-hagia-sophia-conversion/)

Bagaimana langkah selanjutnya yang akan dibuat Erdogan? Entahlah.

Satu yang pasti, bayang-bayang suramnya ekonomi, sudah terbayang di depan mata.

 

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

 

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Tuding Mereka Dengan Teori Konspirasi

Tuding Mereka Dengan Teori Konspirasi Oleh: Ndaru Anugerah Saat rencana besar elite global mulai terkuak oleh sekelompok orang dengan memaparkan beberapa

Read More...

Bukan Anti-Mainstream

Bukan Anti Mainstream Oleh: Ndaru Anugerah Razia pada warga yang tidak menggunakan masker, mulai masif digelar. Setidaknya di Jakarta. Sanksi yang

Read More...

Deklarasi Balfour: Entry Point

Deklarasi Balfour: Entry Point Oleh: Ndaru Anugerah Bagaimana negara Israel bisa terbentuk? Siapa yang menjadi sponsornya? Mungkin anda pernah dengar tentang Deklarasi

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu

This Site is Hosted By iJoo