Proyek di Meksiko

In Sejarah

Proyek di Meksiko

Oleh: Ndaru Anugerah

“Abang pernah katakan bahwa BlackRock kasih sokongan pada orang yang punya potensi untuk jadi presiden di suatu negara. Apa ada contoh negara lainnya selain di AS?” tanya seorang netizen.

Saya coba menjawabnya.

Bukan saja calon potensial yang bakal didukung oleh BlackRock untuk maju menjadi orang penting di suatu negara ataupun organisasi. Tapi memang bicara konteks capres, sokongan itu sangat kentara. Apalagi tujuannya selain ‘balas budi’, kelak calon yang disokongnya berhasil memenangkan kontestasi.

Itu bisa kita lihat pada sosok Biden, dimana sebelum pilpres digelar, buktinya dirinya harus ‘minta restu dulu kepada sosok Larry Fink selaku begawan BlackRock. (https://campaignforaccountability.org/middle-class-joe-biden-courts-wall-street-oligarch-blackrocks-larry-fink/)

Selain di AS, BlackRock juga punya jejak di banyak negara. Salah satunya adalah Meksiko.

Sebelum pemilu 2012 yang berlangsung di Meksiko, sosok capres yang bernama Enrique Pena Nieto pergi menemui sang Begawan Larry Fink di AS. Itu terjadi pada November 2011. Dan bisa ditebak, Larry Fink kasih dukungan kepada Nieto karena dinilai sebagai calon potensial. (https://campaignforaccountability.org/new-report-details-how-blackrock-built-its-mexican-infrastructure-business-through-cronyism-corruption-and-conflicts-of-interest/)

Prediksi Larry Fink nggak salah. Nieto akhirnya memenangkan kontestasi menghempaskan lawan-lawannya pada gelaran pilpres tersebut, meskipun dengan banyak ‘keanehan’ di dalamnya. (https://www.washingtonpost.com/world/the_americas/mexico-presidential-election-underway/2012/07/01/gJQAyd96FW_story.html)

Dan sebelum kemenangan tersebut, Fink menunjuk Marcos Antonio Slim Domit yang merupakan anak dari Carlos Slim ke dalam jajaran Dewan BlackRock. Asal tahu saja bahwa Carlos Slim merupakan orang terkaya di Meksiko yang juga terkenal paling korup. (https://www.wsj.com/articles/BL-DLB-34904)

Dan saat ini selain berkiprah di WEF, Carlos Domit juga menjadi ketua dewan America Movil, dimana BlackRock merupakan investor utamanya. (https://www.americamovil.com/English/investors/events/calendar/event-details/2017/AMX-Chairman-Carlos-Slim-Domit-Presentation-at-the-GSMA-World-Congress-Americas/default.aspx)

Dapat darimana semua kekayaan yang diperoleh Carlos Slim?

Pertama lewat ‘pemberian’ perusahaan telekomunikasi Telemex oleh mantan presiden Meksiko Carlos Salinas di tahun 1989 silam, melalui proses privatisasi. (https://www.nytimes.com/1993/10/27/world/going-private-special-report-mexico-sells-off-state-companies-reaping-trouble.html)

Yang kedua lewat narkoba.

WikiLeaks yang memberikan bocoran tersebut, pada 2015 silam, lewat bocoran email Stratfor selaku perusahaan intelijen swasta. (https://www.telesurenglish.net/opinion/The-Mexican-Billionaire-Even-Ex-Presidents-Fear-Talking-About–20151201-0019.html)

Merujuk pada bocoran email tersebut. Carlos Slim terkait dengan jaringan narkoba yang ada di Meksiko. Setidaknya Agen Khusus DEA yang bernama William Dionne mengamini hal tersebut.

Tentu saja BlackRock tahu tentang hal ini, lha wong Carlos Slim merupakan anggotanya juga.

Dengan adanya Marcos Slim pada Dewan BlackRock ditambah dengan hadirnya Pena Nieto, rencana Larry Fink pada aliansi Public Private Partnership (PPP) di Meksiko yang bernilai USD 590 miliar, sudah dalam genggaman. (https://www.wsj.com/articles/SB10001424052702304163604579530131171053254)

Belum lagi konsesi minyak yang sangat besar, yang kelak diberikan oleh seorang Nieto kepada investor swasta dimana ada Larry Fink dibelakangnya, dengan perantaraan PEMEX. (https://campaignforaccountability.org/new-report-details-how-blackrock-built-its-mexican-infrastructure-business-through-cronyism-corruption-and-conflicts-of-interest/)

Ada lagi keterlibatan BlackRock pada proyek infrastruktur yang sangat menguntungkan semasa Nieto berkuasa, dari mulai jaringan pipa gas, jalan tol, rumah sakit hingga penjara. (https://prospect.org/economy/blackrock-rules-world/)

Singkatnya, Larry Fink beroleh panen yang sangat melimpah dari kemenangan atas Nieto.

Apakah hanya kolaborasi Pena Nieto dan Carlos Slim dalam mendukung rencana BlackRock di Meksiko?

Tentu saja tidak, karena ada sosok ketiga yang bernama El Chapo Guzman. Kalo anda nggak kenal sosok Guzman, dia adalah kepala kartel Narkoba Sinaloa yang sangat melegenda itu. El Chapo adalah panggilan bekennya. (https://www.bbc.com/news/world-latin-america-35271257)

Cobalah lihat film yang mengupas tentang kartel Sinaloa pada Netflix, dan anda akan tahu bagaimana cara kerja jaringan tersebut. Jangan cuma nonton sinetron gaje.

Apa peran El Chapo dalam pemerintahan Nieto?

Pada kesaksian di pengadilan di tahun 2019, Alex Cifuentes selaku gembong narkoba asal Kolombia menyatakan bahwa tepat sebelum pilpres Meksiko di tahun 2012, Pena Nieto meminta uang sebesar USD 250 juta dari Kartel Sinaloa yang dipimpin El Chapo. (https://www.bbc.com/news/world-us-canada-46872414)

Dan kemudian Nieto berhasil memenangkan pilpres di tahun yang sama.

Kira-kira, uang dari bandar narkoba digunakan untuk apa? Mungkinkah untuk beli batagor?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu