Mungkin Lagi Sibuk

In Sosial Budaya

Mungkin Lagi Sibuk

Oleh: Ndaru Anugerah

Saat berdialog dengan para pedagang dan pelaku UMKM dalam rangka pembagian bantuan modal kerja (18/12), si Uncle tanya ke peserta dialog, “Yang hadir disini, apa ada yang mau divaksin?”

Pertanyaan yang sama kemudian diulang, “Ada yang ingin disuntik vaksin? Mau?”

Mendengar pertanyaan yang diajukan si Uncle, tidak ada satupun pedagang yang menjawab atau mengacungkan jari.

Karena nggak ada yang merespon, si Uncle kembali bertanya, “Enggak ada yang mau? Gimana sih? Takut apa?”

Lagi-lagi para pedagang yang hadir tidak menjawab. Hanya beberapa orang yang tersenyum dari balik masker yang mereka kenakan.

Menanggapi situasi tersebut, si Uncle kembali menegaskan, “Yang tidak mau divaksin siapa? Ada? Ada ndak disini yang tidak mau divaksin?”

Pertanyaan yang bersifat menegaskan itupun nggak mendapat respon dari peserta yang hadir.

Mungkin karena frustasi, si Uncle kemudian kasih pernyataan bahwa dia bersedia menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Kopit.

Saya sudah menyampaikan, saya nanti yang akan divaksin pertama kali. Jadi saya akan menjadi yang pertama kali untuk menunjukkan bahwa divaksin itu tak apa-apa,” ungkapnya.

Berikutnya dia menegaskan kembali bahwa jika semuanya sudah divaksin, maka kondisi kehidupan akan kembali normal. (https://nasional.kompas.com/read/2020/12/18/15021381/jokowi-saya-yang-pertama-disuntik-vaksin-covid-19-untuk-tunjukkan-tak-apa?page=all)

Waktu berganti.

Ada seorang netizen ‘iseng’ yang mencoba mengecek kebenaran ucapan si Uncle lewat situs yang telah disediakan pemerintah. Situs tersebut dapat memberikan konfirmasi perihal seseorang akan disuntik vaksin Kopit atau nggak.

Syaratnya harus memasukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) orang yang akan divaksin. Dan netizen tersebut berhasil mendapatkan NIK si Uncle lewat mbah google.

Setelah memasukkan NIK si Uncle, hasilnya ternyata si Uncle nggak masuk dalam daftar penerima vaksin gelombang pertama bersama para tenaga kesehatan (nakes). (https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/03/165731065/warganet-cek-nik-jokowi-tak-masuk-penerima-vaksin-tahap-pertama-ini-kata?page=all)

Menanggapi hal tersebut, jubir vaksin Kopit kemenkes Wakanda menjelaskan bahwa terkait kepastian waktu vaksinasi presiden belum diputuskan. “Kalo untuk pak presiden akan diinfokan kemudian.” (3/1/2021)

Lantas apakah si Uncle akan menjadi peserta pertama yang disuntik vaksin? Sang jubir nggak bisa kasih kepastian.

“Gimana menurut Abang?” tanya seorang netizen.

“Positive thinking aja. Mungkin dia lagi sibuk.”

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Apa Trump Lebih Berbahaya Dari Kopit?

Apakah Trump Lebih Berbahaya Dari Kopit? Oleh: Ndaru Anugerah Di AS sana, ada 2 topik panas yang saat ini kerap diperbincangkan.

Read More...

Rencana Besar Elite Global (*Bagian 2)

Rencana Besar Elite Global (*Bagian 2) Oleh: Ndaru Anugerah Pada bagian 1 saya telah mengulas tentang Oded Yinon’s Plan (OYP) yang

Read More...

Kado Perpisahan Trump

Kado Perpisahan Trump Oleh: Ndaru Anugerah Apa yang telah dilakukan Trump buat Israel selama 4 tahun kepemimpinannya? Sangat banyak dan bukan kaleng-kaleng

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu