Tarian Tango Ahok

“Kenapa yah, tingkah Ahok setelah keluar dari penjara kok makin nyebelin aja?” demikian keluh seorang Ahokers.

Gimana tidak. Seorang Ahok adalah sosok media darling, yang setiap langkah dan katanya selalu ditunggu khalayak dan para pemujanya. Selalu akan ada kejutan yang penuh sensasi. Namun setelah melenggang bebas dari mako Brimob, semua predikat yang dulu melekat pada dirinya, seolah luntur dengan sendirinya.

Seperti saya pernah ulas sebelumnya, pembebasan Ahok pada tanggal 24 Januari yang lalu adalah langkah yang dinanti-nanti oleh para kampret untuk bisa kembali menghantam Jokowi. Makanya jangan aneh saat Ahok keluar dari penjara, dia berkeras untuk tidak perlu diadakan penyambutan yang berlebih atas dirinya kepada para Ahokers.

Dan sesuai skenario, tidak ada sambutan meriah saat sang idola kembali menghirup udara bebas. Bahkan media mainstream-pun tidak memberikan porsi pemberitaan seperti yang diharap-harapkan para pendukung setianya. Akibat miskin pemberitaan, momen bebasnya Ahok seolah hal yang biasa.

Belum lama menghirup kebebasannya, Ahok malah buat rencana pernikahannya kembali dengan sosok Bripda Puput. Bahkan dikisahkan, kelengkapan dokumen untuk event tersebut sudah diurus. Kembali Ahokers terpecah suaranya. Ada yang menyayangkan sikap Ahok, namun tak sedikit yang mendukungnya.

“Yang benar aja ahh, baru bebas kok malah mikirin kawin? Mana nikahnya sama orang yang cocoknya jadi anaknya,” demikian ungkapan kekecewaan para pendukungnya, yang mayoritas emak-emak rempong.

Cukup?

Bahkan, Puput yang akan dinikahkan dirinya, malah berencana pindah agama dan mengikuti keyakinan Ahok. Makin komplit-lah stigma para kampret yang dialamatkan kepada dirinya. Sudah dicap penista agama, plus sosok yang memurtadkan orang Islam. Dan para kampret sudah merasa punya cukup amunisi untuk bisa menghantam dirinya.

Tinggal satu yang belum dilakukan Ahok, untuk bisa dijadikan alasan kuat menghantam petahana, yaitu pernyataan lisan dirinya untuk mendukung Jokowi di pilpres nanti.

Kalo hal ini bisa dilakukan, maka sempurna-lah rencananya. “Jangan pilih capres yang didukung oleh penista agama dan suka memurtadkan orang Islam.” Demo plus khotbah-khotbah akan intensif digelar. Dan ini akan cukup efektif dimainkan dalam rangka menggerus elektabilitas paslon JOMIN.

Namun sayang beribu sayang, langkah yang ditunggu-tunggu oleh para kampret tidak pernah kunjung tiba. Karena apa? Ibarat sinetron Indonesia, skenario itu sudah kebaca dari awal. Sampe lebaran monyet, nggak mungkin Ahok mengeluarkan statement dukungan buat Jokowi.

Dan para kampret dibuat kecewa akan situasi ini. Padahal dulu, Ahok yang terkenal ceplas-ceplos, paling gampang kalo nyerocos. Dipancing dikit, langsung deh keluar kata-kata makian dan sejenisnya. Eh, sekarang kok jadi jauh berbeda?

Akankah sikap diamnya, menyiratkan bahwa Ahok akan golput pada gelaran pilpres 2019 nanti?

Sebenarnya gak perlu cerdas-cerdas amat untuk menjawab pertanyaan itu. Coba lihat BTPVLOG yang seharusnya diberi nomor secara berurutan. Tapi dari BTPVLOG #1 yang diberi tag “Pulang”, eh langsung loncat ke BTPVLOG #3 yang diberi tag “Silaturahmi dengan keluarga Hoegeng.” Kemana BTPVLOG #2?

Seakan ada pesan yang hendak disampaikan, bahwa Ahok tidak akan mendukung paslon 02 pada 17 April nanti.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah mantan Aktivis 98 GEMA IPB)

AboutNdaru Anugerah

It is human nature to think wisely and act foolishly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *