Seolah-olah

Jelang pilpres 2019, suasana masih terlihat kondusif. Minimal tidak ada kejadian aneh-aneh yang bisa mengganggu keamanan stabilitas nasional. Namun ini tidak bisa dijadikan acuan bahwa situasinya aman-aman saja. “Rawan terkendali,” begitu ungkap seorang narsum yang jadi politisi di Senayan. Terus apa dong yang bisa dijadikan acuan, bahwa kondisinya dapat dikatakan ‘rawan’? Konteks politik nasional, tidak… Read More

Pestanya Bubar

Sebenarnya temu kangen yang berlangsung di silang monas pada hari ini (2/12) sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Setahun yang lalu, tepatnya. Dan selaku ajang konsolidasi para kampret untuk mendukung paslon BOSAN, diharapkan aksi hari ini memanen banyak simpatisan. Gimana caranya? Harus ada isu yang mampu mengusik rasa emosional ummat Islam sebagai magnet yang mampu menarik… Read More

Temu Kangen Kampret

“Om, gimana prediksi reuni yang akan digelar oleh alumni 212,” begitu tanya seorang di seberang sana. Agak malas juga ngebahasnya, mengingat kerjaan lagi numpuk menjelang akhir tahun ini. Karena ditanya, ya terpaksa saya jawab. Sebelumnya kita perlu tarik ke belakang, bagaimana awalnya aksi 212 yang ‘melegenda’ bagi para pemujanya itu bisa terjadi. Adalah Ahok yang… Read More

Berebut Ladang Jarahan

Bicara konteks Indonesia pada setiap peristiwa besar, khususnya yang terjadi di tahun 1965-1966, tak lepas dari upaya paman Sam untuk menancapkan kukunya di Indonesia. Adalah Bradley Simpson seorang dosen sejarah senior yang berasal dari universitas Princeton, AS yang pernah mengungkapkan keterlibatan AS pada momen di dasawarsa 1960an tersebut. Menurutnya ada peristiwa yang membuat negeri Paman… Read More

Belajarlah dari Libya

“Sebenarnya apa sih ditakuti dari HTI?” tanya seorang teman pada suatu acara diskusi. Mendapat pertanyaan tersebut, pikiran saya langsung melayang ke Libya. Lha, apa kaitannya? Dibawah kepemimpinan Muamar Qaddafi, Libya boleh dikata sebagai negara kaya. Tercatat pendapatan perkapita negara tersebut sangat tinggi di 2010. Angkanya mencapai USD 14.581,9. Bahkan tertinggi di Afrika saat itu. Bukan… Read More

Jaman Dahulu Kala (*Bagian 3)

Arsitek utama Bretton Woods adalah John Maynard Keynes yang merupakan kroni Rothschild. Keynes berpendapat bahwa perekonomian yang berjalan dengan prinsip laizzes-faire alias biarlah pasar yang mengatur sendiri, pada gilirannya malah menciptakan angka kemiskinan. Solusinya: pasar harus diatur, lewat tangan pemerintah dengan regulasinya. Tentu saja pemerintah harus ‘diarahkan’ untuk mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang menguntungkan lembaga… Read More

Jaman Dahulu Kala (*Bagian 2)

Pada bagian kedua dari tulisan ini, saya akan mengurai peran kroni Rothschild dalam mencengkram kekuatan negara-negara di dunia lewat lembaga-lembaga keuangan yang mereka bentuk. Di tahun 1944, AS dan Inggris mendorong diselenggarakannya konferensi internasional yang berlangsung di Bretton Woods, negara bagian New Hampshire – AS. Apa tujuannya? Untuk membentuk tatanan dunia baru. Dengan tatanan dunia… Read More

Jaman Dahulu Kala (*Bagian 1)

Melihat tayangan TV anak-anak produksi Malaysia, kalo diperhatikan anak saya paling suka acara kartun yang berjudul Pada Jaman Dahulu. Inti tayangan tersebut adalah penanaman karakter moral kepada anak-anak, lewat Fabel alias cerita-cerita binatang. Nah, bicara pada jaman dahulu, saya juga punya cerita. Ceritanya tentang dollar, yang sekarang ramai diperbincangkan. Gimana ceritanya? Jaman dahulu kala, di… Read More