Romo Dibuat Gerah

In Sosial Budaya

Romo Dibuat Gerah

Oleh: Ndaru Anugerah

Apakah pandemi Kopit hanya membuat gelisah para ilmuwan dan masyarakat awam saja?

Nggak juga.

Baru-baru ini seorang imam Katolik justru kasih khotbah yang melawan aturan normal baru yang diterapkan pemerintah Kanada. Pastur itu bernama Anthony Hannon yang berada dalam wilayah Keuskupan Agung Ottawa.

Dalam salah satu khotbahnya yang berjudul A Great Spiritual Reset, dia mengatakan, “Memakai masker dengan alasan melindungi diri sendiri atau orang lain adalah sebuah kebohongan.” (https://www.youtube.com/watch%3Fv%3DDo5TpbW69ms)

Wadidaw bingits khotbah si Romo.

Selanjutnya sang Romo menambahkan, “Tindakan itu justru akan dapat melukai secara fisik orang yang memakainya selain berdampak psikologis kepada banyak orang terutama pada anak-anak.”

Si Romo bukan asbun. Dia ngomong sesuai kepasitasnya sebagai imam yang mengungkap kebenaran. Tentang pemakaian masker yang dapat melukai orang yang memakainya, memang banyak penelitian yang menyatakan demikian. (https://muchadoaboutcorona.ca/10-face-masks-harms/)

Tentang anak-anak yang secara psikologis bisa mengalami trauma akibat disuruh pakai masker, juga banyak penelitian yang mengatakan hal tersebut. (https://muchadoaboutcorona.ca/sick-kids-hospital/)

Jadi khotbahnya ada landasan ilmiahnya yang tentunya berisi ‘kebenaran’. Dan ironisnya, khotbahnya justru menabrak aturan normal baru (new normal) yang dilegalisasi pemerintah Kanada.

Pada khotbah berikutnya, si Romo menyinggung tentang sikap orang-orang di Kanada, “Beberapa orang mengatakan bahwa memakai masker sebagai tanda cinta. Tapi itu semua bohong. Nggak ada tanda cinta disaat yang sama justru memicu kecemasan saat orang memakai masker. Cinta sejati dan tulus nggak ada kaitannya dengan kebohongan.

Dan diakhir khotbah, si Romo bilang agar umatnya tidak hanya berdoa tetapi juga bertindak.

Lockdown, karantina paksa, penutupan sekolah dan bisnis memicu kehancuran ekonomi yang dapat menyebabkan angka kematian yang lebih daripada si Kopit itu sendiri. Dan ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Kita harus melawan si penindas.”

Makin seru saja kalo seorang imam mulai buka suara. Artinya, pandemi Kopit mulai dirasakan dampaknya oleh para imam, makanya si Romo mulai mencuit. Satu yang perlu dicatat, bahwa apa yang dikatakan si Romo merupakan kebenaran yang perlu diungkap bukan malah disembunyikan.

Jarang ada imam Katolik yang berani buka suara kek Romo Hannon. Kebanyakan malah hilang sikap kritisnya dan bertindak main aman. Ini saya kasih link video si Romo. (https://www.youtube.com/channel/UCX_6oM4Ckxb_EERg79CbSDw)

Apakah si Romo bakal dikasih label teori konspirasi oleh lembaga fact checker? Akankah umatnya mendengar seruan sang Romo?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Yang Resmi Pasti Aman?

Yang Resmi Pasti Aman? Oleh: Ndaru Anugerah Presiden Republik Wakanda dalam satu kesempatan ngomong ke publik kurleb demikian, “Semua vaksin Kopit

Read More...

Antara JFK dan Indonesia (*Bagian 1)

Antara JFK dan Indonesia (*Bagian 1) Oleh: Ndaru Anugerah Jumat, 22 November 1963. Sebuah kendaraan yang membawa presiden AS ke-35, John

Read More...

Kembali Terbongkar

Kembali Terbongkar Oleh: Ndaru Anugerah Ada berita yang cukup mengejutkan baru-baru ini di AS sana. Apa itu? Dr. Genevieve Briand dari Universitas

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu