Menggiring Opini

In Sosial Budaya

Menggiring Opini

Oleh: Ndaru Anugerah

Saat virus Kopit pertama kali merebak, kemudian muncul teori bahwa virus tersebut adalah senjata biologis yang sengaja dibuat di laboratorium di Wuhan, China. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7445685/)

Bahkan ada yang berspekulasi bahwa virus tersebut secara tidak sengaja lolos dari lab di Wuhan tersebut. (https://www.express.co.uk/news/weird/1253778/coronavirus-chinese-lab-leak-bioweapon-wuhan-institute-virolgy-francis-boyle-spt)

Sementara yang lain berspekulasi bahwa virus tersebut sengaja dibuat AS untuk melemahkan dominasi China atas dunia. (https://www.nytimes.com/2020/03/13/world/asia/coronavirus-china-conspiracy-theory.html)

Apakah semua teori tersebut benar?

Ada beberapa yang benar, namun nggak sedikit juga yang tidak bisa diverifikasi.

Misalnya, Institut Virologi Wuhan memang melakukan penelitian tentang virus Corona. Itu fakta. (https://en.wikipedia.org/wiki/Wuhan_Institute_of_Virology)

Atau misalnya, ada sekitar 300 personel tentara AS yang terlibat pada Olimpiade Militer yang berlangsung di Wuhan pada 2019 sebelum kasus Kopit merebak. Itu juga fakta. (https://www.the-scientist.com/news-opinion/chinese-officials-blame-us-army-for-coronavirus-67267)

Selebihnya, hanya merupakan hipotesis yang sangat sulit untuk dicari buktinya.

Sekarang kita lihat, apa yang dikatakan media mainstream tentang pandemi Kopit.

Beberapa outlet media mainstream, awalnya mereka melabel siapapun yang coba mengungkap asal muasal virus Kopit tersebut dengan istilah ‘teori konspirasi’. (https://slate.com/technology/2020/02/coronavirus-bioweapon-conspiracy-theories.html)

Ini selaras dengan temuan tim investigasi WHO yang menyatakan bahwa, “Untuk menemukan asal laboratorium tempat virus Corona berasal adalah sangat tidak mungkin.” (https://www.telegraph.co.uk/global-health/science-and-disease/exclusive-origins-report-says-lab-leak-extremely-unlikely/)

Bahkan sekelas The Guardian meyalahkan Rusia yang dituding sebagai biang kerok penyebaran informasi yang salah tentang asal muasal Kopit. (https://www.dumptheguardian.com/world/2020/mar/18/russian-media-spreading-covid-19-disinformation)

Jadi, skenario yang dimainkan oleh media mainstream pada awalnya adalah bahwa Kopit itu bukan senjata biologis, melainkan kejadian alami yang menyebabkan pandemi secara global. Di luar narasi tersebut, maka akan dilabel dengan ‘teori konspirasi’. Titik.

Dan pada Februari 2021 silam, ada penelitian ilmiah yang mendukung narasi yang dikembangkan oleh media mainstream tersebut, bahwa benar si Kopit terjadi secara alamiah dan bukan direkayasa. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7995093/)

Namun bola bergulir. Lain dulu, lain sekarang.

Maksudnya?

Baru-baru ini, media mainstream mencoba mengembangkan ‘teori lawas’ yang dulu ditentangnya habis-habisan.

Mereka bilang bahwa ada teori baru yang menyatakan bahwa Kopit adalah hasil rekayasa laboratorium di China yang kemudian bocor/sengaja dibocorkan. (https://www.newyorker.com/news/annals-of-inquiry/the-sudden-rise-of-the-coronavirus-lab-leak-theory?mbid=social_twitter&utm_social-type=owned&utm_medium=social&utm_source=twitter&utm_brand=tny)

Bahkan sekelas BBC menegaskan bahwa teori kebocoran lab Wuhan sebagai hal yang dianggap serius untuk ditanggapi. (https://www.bbc.co.uk/news/world-asia-china-57268111)

Pertanyaan sederhana: kenapa sekarang media mainstream menggarap narasi yang berbeda?

Sekarang coba kita jawab: apakah Kopit adalah senjata biologis?

Kalo memang Kopit senjata biologis, maka orang yang terinfeksi nggak lama bakalan tewas. Nyatanya kan nggak demikian.

Gampang membuktikannya.

Coba anda lihat berapa angka IFR (Infectious Fatality Rate) dari Kopit?

Hanya 0,02%. (baca disini)

Artinya, orang yang terinfeksi virus Kopit, punya kesempatan hidup sangat besar.

Dengan kata lain, kalo ada anggapan bahwa Kopit adalah senjata biologis, itu adalah lebay. Senjata biologis kok nggak lebih mematikan ketimbang virus flu biasa?

Lalu, kalo virusnya sengaja dibuat di laboratorium, apa tujuannya? Ini penting untuk ditanyakan mengingat kalo benar virusnya dibuat di laboratorium, harusnya punya tujuan sebagai senjata pemusnah massal, donk? Nyatanya kan nggak gitu.

Coba bayangkan, sudah keluar banyak dana untuk buat virus, tapi virusnya nggak mematikan seperti yang diharapkan. Orang waras mana yang mau melakukan itu?

Kalo begitu apa tujuan dari dibuatnya narasi bahwa virus Kopit sengaja dibuat di lab?

Bagi saya selaku analis, ada 2 tujuan utama.

Pertama sang Ndoro besar mulai kehabisan ide untuk buat takut orang tentang virus jadi-jadian yang dinarasikan bersifat mematikan bagi manusia. Dan orang yang kehabisan ide akan sulit menghasilkan hal-hal yang baru, bukan?

Ini cukup fatal, karena agenda The Great Reset bisa gagal jika orang mulai sadar bahwa Kopit bukanlah sesuatu yang mengancam hidup mereka.

Untuk tujuan kedua, orang harus kembali dibuat takut dengan narasi virus tersebut adalah hasil rekayasa lab yang sengaja dibocorkan dan bersifat lethal.

Padahal kalo orang yang waras akan berpikir begini, “Mau dari lab atau nggak, kalo virusnya nggak bersifat mematikan, ngapain harus takut dan mau ditakut-takutin sama media?”

Bukankah begitu skenario-nya, Ndoro?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Mari Lihat Dampaknya

Mari Lihat Dampaknya Oleh: Ndaru Anugerah Kalo bicara soal vaksinasi di Wakanda, nggak menarik perhatian saya sama sekali. Mendingan bicara tingkat

Read More...

Proyek Pegasus

Proyek Pegasus Oleh: Ndaru Anugerah Proyek Pegasus kini buat heboh, mengingat media mainstream menyoroti program tersebut yang bertujuan untuk ‘menyadap’ warga,

Read More...

Saat Semuanya Disensor

Saat Semuanya Disensor Oleh: Ndaru Anugerah Mana yang lebih digdaya, negara atau Big Tech? Kalo anda bilang negara, baiknya anda pikir

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu