Antara Realita dan Harapan

In Lite

Antara Realita dan Harapan

Oleh: Ndaru Anugerah

“Menurut pengurus asrama, anak saya akan dapat bersekolah pada Maret-April 2021 mendatang,” begitu ungkap seorang teman yang menyekolahkan anaknya pada sekolah berasrama di bilangan Jawa Barat.

Pertanyaannya: mungkinkah demikian? Mari kita lihat data, ya.

Guna mengakhiri pandemi, pemerintah melakukan program vaksinasi massal. Ini sudah dilakukan sejak 13 Januari 2021 silam. (https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011264314/pelaksanaan-perdana-vaksinasi-covid-19-di-indonesia-13-januari-mulai-jokowi-hingga-raffi-ahmad)

Memang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan proses vaksinasi massal tersebut?

Jokowi bukan suara (21/1), “Program vaksinasi seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun.” (https://nasional.kompas.com/read/2021/01/21/10411101/yakin-vaksinasi-selesai-kurang-dari-setahun-jokowi-ada-30000-vaksinator-dan?page=all)

Gimana ngitungnya, kok bisa keluar angka kurleb satu tahun?

Jokowi menyatakan alasannya bahwa Indonesia memiliki sarana dan vaksinator yang mendukung program tersebut. “Ada kurang lebih 30.000 vaksinator, ada 10.000 Puskesmas dan 3.000 Rumkit yang bisa kita gerakkan,” demikian ungkapnya.

Beliau menambahkan bahwa jika satu vaksinator bisa menyuntik vaksin kepada 30 orang dalam satu hari, maka capaian vaksinasi dalam sehari sudah mencapai hampir 1 juta orang.

Ya namanya ekspektasi ya sah-sah saja. Namun apa demikian adanya?

Bloomberg selaku perusahaan yang telah lama bergerak di bidang data finansial dan juga pendidikan di bidang kedokteran, justru menampik asumsi tersebut.

Menurut analisis Bloomberg, Indonesia butuh setidaknya 10 tahun untuk mencapai kekebalan kawanan (herd immunity) dari si Kopit.

Hasil analisis tersebut tertuang dalam laporan mereka yang berjudul Bloomberg Vaccine COVID-19 Tracker Global Distribution yang diperbaharui pada 9 Februari yang lalu. (https://www.bloomberg.com/graphics/covid-vaccine-tracker-global-distribution/)

Apa alasannya?

Karena Indonesia laju vaksinasinya rata-rata hanya sekitar 58.772 dosis per hari. Dengan angka tersebut, maka jika asumsinya 75% rakyat Indonesia bakalan divaksin, artinya butuh waktu sekitar 10 tahun.

Dan selama masa penantian 10 tahun tersebut, jangan harap akan ada kekebalan kawanan (herd immunity). Kalo nggak ada kekebalan kawanan, apa mungkin semua beroperasi normal?

Ini yang ngomong media Ndoro besar, lho. Bukan saya. Jadi bukan kaleng-kaleng.

Akankah teman saya nanti bisa mengklaim bahwa anaknya bisa sekolah di asrama pada Maret atau April nanti? Itu pertanyaan retorik, bukan?

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Proyek Memblokir Matahari (*Bagian 2)

Proyek Memblokir Matahari (*Bagian 2) Oleh: Ndaru Anugerah Pada bagian pertama tulisan, saya sudah mengulas tentang upaya yang dilakukan BG dalam

Read More...

Mengubah Kode Genetik? (*Bagian 1)

Mengubah Kode Genetik? (*Bagian 1) Oleh: Ndaru Anugerah Secara fungsional, virus nggak memiliki nyawa sendiri. Untuk bisa hidup, mereka harus tumbuh

Read More...

Proyek Memblokir Matahari (*Bagian 1)

Proyek Memblokir Matahari (*Bagian 1) Oleh: Ndaru Anugerah Apa penyebab utama pemanasan global? Kalo ditanya sang Ndoro besar, sudah pasti jawabannya karena

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu