Pemerintah yang Berpihak pada Rakyatnya


532

Pemerintah yang Berpihak pada Rakyatnya

Oleh: Ndaru Anugerah

Seorang bertanya kepada saya, “Ada nggak sih bang, pemerintah yang mengakui efek samping yang ditimbulkan akibat vaksin Kopit pada warganya?”

Jawabannya: Ada. Nggak usah jauh-jauh harus ke Eropa atau Amerika sana.

Thailand, namanya.

Setidaknya, negara tersebut telah mengakui dampak yang ditimbulkan oleh vaksin Kopit pada warganya, yang bukan saja membawa efek samping yang merugikan, tapi juga mendatangkan kematian. (https://www.bangkokpost.com/thailand/general/2238739/side-effects-cost-govt-b1bn)

Menurut data, sebanyak lebih dari 11 ribu warga Thailand yang mengajukan gugatan karena telah mengalami kerugian akibat enjusan vaksin Kopit. Dan pemerintah Thailand merespon positif laporan tersebut, karena memang faktanya demikian.

Hasilnya?

Sebanyak 8.470 orang atau 72,3% orang yang menggugat tersebut, mendapatkan kompensasi dari pemerintah Thailand. Dari angka tersebut, sebanyak 1.962 orang atau sekitar 23% bahkan mengalami kelumpuhan permanen atau bahkan meregang nyawa setelah menerima vaksin Kopit.

Pada tataran teknis, pemerintah dipaksa merogoh kocek sekitar 927 juta bath, untuk kompensasi yang diberikan kepada para korban vaksinasi Kopit tersebut.

Angka yang lumayan banyak.

Namun bukan jumlah kompensasi yang menjadi tekanan. Implikasi dari pengakuan yang diberikan pemerintah Thailand akan dampak negatif dari program vaksinasi global, itu justru hal yang terpenting.

Artinya apa?

Benar bahwa vaksinasi Kopit memang membawa dampak merugikan kepada penerimanya, bahkan sampai nyawa yang jadi taruhannya.

Akibatnya, penduduk Thailand nggak bisa diberlakukan aturan wajib untuk vaksin Kopit, mengingat korbannya sudah banyak. Masa iya mau dilanjutkan? Kalopun ada, sifatnya bukan paksaan lagi.

Ini baru pemerintah yang berpihak pada rakyatnya.

Jangan dikit-dikit main oke aja proyek sang Ndoro besar tanpa pikir panjang, alih-alih untuk mengamankan ‘posisi-nya’. Ingatlah suatu saat nanti rakyat Wakanda akan menuntut apa yang telah diperbuat pemerintah pada mereka. Percayalah!

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!