Rencana Biden Makin Babak Belur


524

Rencana Biden Makin Babak Belur

Oleh: Ndaru Anugerah

Bagaimana kelanjutan program suntik massal yang digelar Biden di AS sana?

Makin babak belur. Itu mungkin frase yang tepat untuk menggambarkannya.

Setelah ditolak oleh perusahaan, para penegak keamanan hingga pemadam kebakaran, kini program sang Opa juga mendapat tentangan dari pihak pemegang bedil lainnya. (baca disini)

“Tentara Garda Nasional yang ada di bawah komando saya di Oklahoma, boleh mengabaikan mandat vaksin Kopit yang diberlakukan oleh Departemen Pertahanan tanpa takut terkena dampaknya,” ungkap Brigjen Thomas Mancino yang tertuang dalam memo yang dikeluarkannya. (https://www.armytimes.com/news/your-army/2021/11/12/oklahoma-guard-goes-rogue-rejects-covid-vaccine-mandate-after-sudden-change-of-command/)

Dampak yang dimaksud Mancino adalah sanksi pemecatan dari kesatuannya seperti yang digaungkan Biden: no jab means no job.

Langkah yang dilakukan Mancino lumayan punya nyali, mengingat dirinya baru saja diangkat sebagai Ajudan Jenderal yang membawahi sekitar 10 ribu pasukan Garda Nasional yang ada di Oklahoma. Kebayang donk, baru diangkat aja sudah berani, gimana ke depannya?

Sebelumnya Gubernur Oklahoma Kevin Stitt yang berasal dari Partai Republik juga mengecam mandat vaksin yang dirilis Biden bagi personel militer. (https://thehill.com/policy/defense/579683-oklahoma-gov-asks-pentagon-to-drop-vaccine-mandate-for-national-guardsmen)

Pertanyaannya: mengapa Brigjen Mancino berani mengeluarkan memo tersebut?

Jawaban yang paling mungkin: karena banyak anggota pasukan Garda Nasional yang nggak mau menerima suntikan vaksin Kopit. Apalagi alasannya selain faktor keamanan dari vaksin ‘percobaan’ tersebut.

Bukan nggak mungkin mereka akan rela dipecat dari kesatuan bila nggak mau ikutan program wajib vaksin.

Coba dipikir kalo misalnya anggota korps Garda Nasional mengundurkan diri secara berjamaah, apa nggak berabe? Anda pikir kualifikasi seorang anggota Garda Nasional sama halnya dengan tukang kredit panci keliling kampung?

Responsif terhadap keadaan di lapangan, seorang Mancino berani mengeluarkan memo menolak mandat vaksin tersebut. “Tidak ada tindakan administratif atau hukum negatif yang akan diambil terhadap tentara yang menolak untuk dienjus,” begitu kurleb-nya.

Ini menambah daftar panjang penolakan yang diberikan atas program ambisius sang Opa yang mulai kehilangan legitimasinya sejak pasukan AS mulai angkat kaki dari Afghanistan. (baca disini)

Akankah ini akan menjadi bola salju penolakan yang lebih besar?

Entahlah. Setidaknya ini lebih menarik untuk disimak ketimbang tentara Wakanda yang hanya pasrah saja saat menerima mandat vaksin dari sang Lurah.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!