You are what you eat

In Sosial Budaya

You are what you eat

Belum lama, teman saya semasa kecil meninggal dunia. Usianya terbilang masih muda. 44 tahun. Penyakitnya-pun terbilang umum, serangan jantung.

Dalam kondisi ini kadang saya berpikir, kenapa usia hidup terutama orang Indonesia terbilang singkat? Apa penyebabnya??

Salah seorang kenalan saya yang seorang dokter pernah berkata kepada saya. Apa yang menentukan usia seseorang adalah pola makannya. Olahraga memang bisa menentukan, tapi bukan yang utama. Makanan-lah yang utama.

Kalo dipikir-pikir, benar juga sih…

Dulu, menemukan makanan sehat sangat mudah. Penggunaan pestisida dan insektisida belum separah saat ini. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) juga nggak seintensif sekarang. Untuk perbaikan hasil pertanian, katanya.

Akibatnya produksi pertanian yang jadi makanan kita, semua jadi serba sempurna.

Coba kita lihat kebelakang. Dulu produksi padi hanya bisa 2 kali setahun. Sekarang dengan adanya rekayasa genetika, bisa dibuat 4 kali setahun. Ini bukan tanpa akibat. Salah satunya menurut peneliti di kampus pertanian menjelaskan, padi-padi hasil rekayasa genetika, kandungan glukosanya mengalami proses mutasi. Jadilah padi mutan.

Entah itu benar apa nggak, tapi kalo kita sedikit jeli, kenapa sekarang banyak sekali penderita diabetes mellitus dibanding tahun-tahun terdahulu?

Belum lagi proses pengolahan padi menjadi beras putih yang mengakibatkan banyak serat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, hilang ntah kemana.

Apa cuma padi? Sayur, buah-buahan dan daging serta ikan-pun 11-12… Karena tamak sudah menjadi sifat dasar manusia, maka yang ada dibenak yah cuma untung-untung dan untung, Maka banyak produk sayur, buah, daging dan ikan yang sudah tidak steril dengan penggunaan formalin di dalamnya, dengan tujuan produknya bisa bertahan di pasaran dari pembusukan.

Kondisi ini makin diperburuk dengan hadirnya mafia-mafia produk pangan tersebut. Mereka rela menyuap pejabat negara, agar aktivitasnya bisa lancar jaya. Win-win solution bagi mafia dan pejabat korup, walaupun rakyat juga yang kena getahnya.

Terus apa solusinya?

Pola makan harus kita ubah.

Kalo di negara-negara maju menyebutkan secara tegas tentang pentingnya whole grains (makanan biji-bijian) dalam dietary guidelines (pedoman gizi), kenapa kita nggak coba?

Kalo di negara-negara maju pola makan nasi sudah bergeser ke arah pangan hewani/nabati yang kaya protein dan serat, kenapa kita nggak ikuti?

Pangan adalah entry point untuk perbaikan SDM manusia Indonesia. Dan itu hanya bisa dikontrol oleh pemerintah yang tidak berpihak pada mafia-mafia yang mengiming-imingi uang suap segede gaban dan so pasti menggiurkan mereka…

Sayup-sayup saya dengar lagu tu sais je vais t’aimer, siang ini…

Tu sais je vais pleurer

Quand tu t’éloignera

Je vais pleurer

Mais tu me reviendras

Et j’oublierais

La douleur de m’ennui

 

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah mantan Aktivis 98 GEMA IPB)

 

 

 

 

 

 

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

You may also read!

Kabut Hitam di Sri Lanka

Hari Minggu itu (21/4) suasana hiruk pikuk sangat terasa di Kolombo, Batticoloa dan terutama di Negombo yang terkenal sebagai

Read More...

Selanjutnya Apa?

“Bang, selamat ya,” begitu pujian yang kudapat karena dianggap telah berhasil menganalisis, setidaknya siapa pemenang kontestasi pilpres 2019 berikut

Read More...

Perang Senyap Pasukan 81 (*Bagian 2)

Bagaimana Jokowi bisa bertemu dengan Luhut? Saat Jokowi masih menjabat walikota Solo. Saat itu keduanya sepakat untuk membuat perusahaan

Read More...

One commentOn You are what you eat

  • I’m not that much of a online reader to be honest but your
    blogs really nice, keep it up! I’ll go ahead and bookmark your website
    to come back in the future. All the best

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu