Saat Krisis Air Melanda


516

Saat Krisis Air Melanda

Oleh: Ndaru Anugerah

Pada pertengahan Agustus silam, AS secara resmi menyatakan kekurangan air bersih. Krisis air ini disebabkan oleh kurangnya pasokan air pada waduk besar yang ada di Danau Mead, di kawasan Colorado, AS. (https://www.reuters.com/world/us/us-declares-first-ever-shortage-western-reservoir-triggering-water-cuts-2021-08-16/)

Akibat krisis air tersebut, maka pasokan air ke wilayah Barat AS (yang mengalami kekeringan) terpaksa dipangkas. Dan 10 gubernur yang ada di wilayah Barat, meminta bantuan pemerintah federal guna mengatasi masalah ini.

Sinkatnya, mereka mendesak Biden untuk menyatakan status bencana kekeringan, agar bantuan pemerintah federal dapat diberikan pada mereka. Tanpa status pemerintah federal, jangan harap bantuan akan diberikan, karena memang begitu mekanismenya.

Apa dampak dari pemangkasan air tersebut?

Arizona bakal kehilangan 18% dari jatah tahunannya. Nevada juga kurleb-nya sama, karena jatahnya dipangkas hingga 7%. Di wilayah lainnya, statusnya juga sama, dimana pengurangan pasokan berakibat pada pemangkasan jatah air yang didapat.

Lantas siapa yang paling kena dampak dari pengurangan pasokan air tersebut?

Tentu saja para petani dan peternak yang memang membutuhkan pasokan air yang lumayan banyak. (https://www.pbs.org/newshour/nation/as-california-restricts-water-use-for-farmers-low-supply-levels-add-to-droughts-harsh-reality)

Dampak dari kekeringan, akan memicu hama dan penyakit ekstrim pada tanaman pangan, yang pada gilirannya akan mengancam hasil pertanian. Lagian, lahan pertanian mana bisa bertahan tanpa adanya pasokan air yang mumpuni?

Pada peternakan, kasusnya juga sama saja, dimana kekeringan otomatis akan mengancam pasokan pakan ternak yang ada di wilayah Barat AS, karena harga pakan-pun jadi meroket. (https://www.farmprogress.com/livestock/hay-prices-soar-after-drought)

Dan bukan nggak mungkin, hewan ternak bakalan mati dipicu oleh kekurangan makanan yang mereka terima. Daripada rugi, mending lahan peternakan dijual untuk modal usaha yang lain.

Memangnya, kekeringan ini disebabkan oleh apa?

Lagi-lagi, perubahan iklim yang dituding sebagai biang keroknya. “Kami melihat ini sebagai imbas dari perubahan iklim,” demikian kurleb pernyataan pejabat berwenang di AS. (https://www.telesurenglish.net/news/US-West-Declares-First-Water-Shortage-Triggering-Planned-Cuts-20210817-0019.html)

Kalo sudah pernyataan bahwa perubahan iklim sebagai biang kerok masalah, maka semua suara pasti ‘diarahkan’ untuk menerima kenyataan ini.

Pertanyaannya: benarkah klaim tersebut?

Saya berencana mengulas tentang krisis air ini secara lengkap pada lain kesempatan, supaya anda paham duduk masalahnya.

Harap bersabar.

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!