Masyarakat Abai


508

Oleh: Ndaru Anugerah

Ashraf Sinclair, suami mbak BCL meninggal dunia, pagi tadi. Berita yang cukup mengejutkan. Kena serangan jantung, kabarnya. Gimana bisa sih? Orangnya suka olahraga. Pola makannya katanya juga dijaga. Badan juga nggak terdapat timbunan lemak, plus nggak punya riwayat jantung.

“Kok bisa?” demikian publik bertanya-tanya.

“Memang ada korelasi kuat antara olahraga dan hidup sehat? Kalo ada, tolong tunjukkan jurnal ilmiahnya.” demikian seseorang berkata. Jika dipikir lebih lanjut, maka ada benarnya juga, walaupun kita nggak boleh men-generalisasi pernyataan tersebut.

Memang nggak ada hubungannya. Yang mungkin tepat adalah bukan kata ‘korelasi’ yang dipakai, tapi kata ‘kecenderungan’.

Bahwa orang yang giat berolahraga, cenderung hidup sehat. Dengan demikian umurnya diharapkan bisa lebih panjang karena terhindar dari banyak penyakit.

Pasalnya, awam hanya melihat dampak dari olahraga terhadap penampilan fisik semata seseorang. Badan atletis dan tubuh yang aduhay, itu yang jadi tolak ukurnya. Tapi jeroan-nya, no one knows.

“Olahraga memang bisa memangkas lemak, namun hanya lemak yang letaknya ada dibawah permukaan kulit saja,” demikian tukas seorang dokter.

Nah kalo lemak yang ada di pembuluh darah dan menyumbatnya, yang begini nggak bisa serta merta dihilangkan dengan hanya berolahraga.

Kalo sudah begini, maka pemeriksaan berkala, wajib dilakukan. Minimal setahun sekali kalo kondisi badan fine-fine aja. Kenapa? Karena lemak yang bersarang di pembuluh darah, nggak bisa dilihat dengan mata telanjang. Harus lewat cek laboratorium, baru akurat hasilnya.

Lemak yang ada di pembuluh darah itu adalah residu dari makanan yang kita makan secara rutin kira-kira 10 tahun terakhir. Dan makanan sarat kolesterol-lah yang jadi pemicunya. Yang perlu dicatat, ini lewat proses yang cukup lama bukan instant.

Aliasnya, kalo kita kerap santap makanan yang berlemak (apalagi lemak yang jenuh), gorengan, jeroan plus makanan bersantan, sudah waktunya kita waspada. Karena mereka semua-lah sumber sumbatan pada pembuluh darah kita.

Masalahnya kita cenderung abai dengan kondisi yang kita alami.

Sekelas serangan jantung-pun, sebenarnya ada gejalanya. Entah itu badan cepat lelah, gampang masuk angin, sesak nafas, keluar keringat dingin di waktu malam, hingga insomnia. Jadi nggak serta merta langsung kena serangan dan mendadak game over.

Mang lu pikir, maen mobile legend?

Dengan kondisi demikian, kita harusnya cepat-cepat ambil langkah antisipatif, dengan pergi berobat bukan pergi ke mall. Jujur, berapa banyak dari kita yang ambil langkah antisipatif tersebut? Dengan alasan takut dengar bad news dari dokter sekalipun, sebenarnya itu nggak bisa diterima nalar.

“Masa mau makan enak-enak, kok nggak berani tanggung resikonya?”

Dalam bahasa Inggris ada ungkapan: You are what you eat. Artinya, kalo nggak mau sakit, yah jaga pola makan. Karena kalo ditelusur, sumbernya penyakit tuh cuma 2, kalo nggak dari makanan yah dari pikiran.

Yang konyol, ada beberapa orang yang sudah mengalami gejala-gejala serangan jantung, eh malah olahraga. Yang berat-berat pula olahraganya. Mungkin dipikir, olahraga bisa menghilangkan gejala.

Gigi lu gendut!

Gejala serangan jantung tersebut, sebenarnya sudah kasih gambaran ke diri kita, bahwa sudah terjadi penyumbatan akut di pembuluh darah kita. Dan kita kudu berobat, secepatnya.

Dengan berolahraga apalagi yang berat-berat, kerja jantung dipacu lebih cepat dari biasanya.

Kalo pembuluh darah normal gak ada sumbatan, maka ini berarti baik. Tapi kalo banyak sumbatan di pembuluh darah kita, akibatnya aliran darah yang harusnya bawa oksigen ke otak, jadi nggak tercapai. Darahnya nggak terangkut malah angin yang dibawa ke otak.

Walhasil, serangan jantung hingga stroke-lah yang justru didapatkan.

Semoga kita jadi paham dan nggak abai lagi terhadap kondisi badan kita.

Anyway, turut berduka cita atas berpulangnya suami mbak BCL.

 

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah mantan Aktivis 98 GEMA IPB)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!