Cukupkah 4 Suntikan?


513

Cukupkah 4 Suntikan?

Oleh: Ndaru Anugerah

Kalo diibaratkan lomba lari marathon, maka Wakanda terbilang telat dalam mengaplikasikan suntikan penguat (booster) vaksin si Kopit.

Gimana nggak, saat negara-negara Barat telah melakukan enjusan ke 4, eh disini vaksin Kopitnya justru baru dosis ketiga. Itupun stok-nya terbatas, dan dosisnya dikurangi menjadi hanya setengah saja. Suka-suka lu aja dah! (https://www.beritasatu.com/kesehatan/879143/jika-stok-vaksin-banyak-semua-masyarakat-berhak-dapat-booster)

Kalo saya jadi sang Ndoro besar, bagi saya ini jelas prestasi yang memalukan.

Skip, itu hal nggak penting untuk dibahas. Kita langsung meluncur ke Israel, tempat dimana enjusan dosis ke 4 telah dilakukan.

Apa hasilnya?

Tersiar kabar dosis ke-4 menunjukkan efektivitas yang semakin letoy menghadapi si Omicron.

“Suntikan booster nggak cukup ampuh dalam melawan varian Omicron, ketimbang Alpha dan Delta,” ungkap Gili Regev-Yochay. (https://www.timesofisrael.com/israeli-trial-worlds-first-finds-4th-dose-not-good-enough-against-omicron/)

Hal ini diungkapkan Yochay, setelah melakukan suntikan dosis ke-4 pada staf medis di Sheba Medical Center yang ada di Tel Aviv. Dengan menggunakan vaksin pabrikan Pfizer, ternyata 154 orang yang telah disuntik hanya memberikan perlindungan marginal terhadap Omicron, alias nggak efektif.

Berdasarkan statement ini saja, kira-kira apakah suntikan ke-4 akan mengakhiri plandemi?

Silakan anda jawab sendiri, ya.

Yang ada, berdasarkan paparan ilmuwan Israel tadi, karena nggak efektif melawan varian Omicron, maka dosisnya akan ditambah atau dimodifikasi ulang agar dapat mengalahkan varian VoC tersebut.

Dua kemungkinannya. Pertama mungkin berakibat fatal pada yang menerimanya, karena dosisnya ditambah, atau kemungkinan kedua, akan timbul varian baru saat si Omicron berhasil ditaklukkan.

Solusinya?

Tentu enjusan dosis ke-5 diperlukan, begitu seterusnya sampai Upin-Ipin kuliah di bulan. (baca disini)

Sebagai penutup saya mau kasih tahu bahwa sekelas EMA (European Medicines Agency) selaku otoritas berwenang obat-obatan di Eropa menegaskan bahwa pemberian booster secara berulang dalam waktu singkat, akan mengakibatkan masalah pada sistem imun seseorang. (https://fortune.com/2022/01/12/ema-who-covid-fourth-boosters-pfizer-flu-endemic/)

Ahh, tapi itu nggak penting. Nggak afdol kalo belum dienjus ulang kek di negara-negara maju.

Pokoknya makin dienjus, makin maknyus…

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!