Cerita Basi Pandora Papers

In Ekonomi

Cerita Basi Pandora Papers

Oleh: Ndaru Anugerah

“Bang, apa pendapatnya tentang Pandora Papers?” tanya seorang disela akhir pekan yang saya nikmati bersama keluarga.

Pandora Papers menyeruak ke publik dunia baru-baru ini. Dan ini buat geger dunia. (https://www.theguardian.com/news/2021/oct/03/pandora-papers-biggest-ever-leak-of-offshore-data-exposes-financial-secrets-of-rich-and-powerful)

Apa isinya?

Jutaan dokumen yang mengungkapkan tentang aset lebih dari 100 milyader, 30 pemimpin dunia dan 300 pejabat publik. Singkatnya, para horang kaya dan pemimpin berpengaruh tersebut menyimpan hartanya di tax havens seperti Panama, Dubai, Monaco, Swiss dan Cayman Islands.

Bahkan beberapa media mainstream memuat berita yang agak bombastik.

Dikatakan bahwa file-file rahasia tersebut mengungkapkan tentang bagaimana orang-orang super kaya tersebut melindungi asetnya agar terbebas dari pajak yang seharusnya mereka bayar. (https://www.reuters.com/article/us-pandora-papers-idTRNIKBN2GT0KF)

Apa iya?

Gak usah Pandora Papers. Di Wakanda memangnya nggak banyak orang kaya yang mecoba mengemplang pajak? Ini hal yang ‘lumrah’, bukan?

Sekarang, kenapa jadi heboh saat Pandora Papers muncul ke permukaan? Bukankah itu cerita usang yang faktanya banyak ditemukan di sekitar kita?

Kenapa usang?

Di tahun 2016 silam, pernah ada kasus serupa yang bernama Panama Papers. (https://www.theguardian.com/news/series/panama-papers)

Nggak lama berselang, nongol lagi di tahun 2017 dengan kasus pengemplangan pajak oleh orang-orang kaya yang diberi nama Paradise Papers. (https://www.reuters.com/article/us-paradise-tax-oecd-idINKBN1D619K)

Jadi, kalo sekarang ada yang namanya Pandora Papers, bukankah itu cerita usang yang dimunculkan kembali karena punya background yang sama?

Lalu apa yang bisa dikritisi dari munculnya dokumen yang ‘menghebohkan’ tersebut?

Pertama-tama, siapa yang mendengungkan adanya dokumen ‘rahasia’ tersebut?

Nggak lain adalah International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). (https://www.icij.org/investigations/pandora-papers/global-investigation-tax-havens-offshore/)

Asal tahu saja, bahwa ICIJ adalah pihak yang sama yang membocorkan dokumen Panama dan Paradise kepada publik dunia.

Darimana mereka mendapatkan dokumen tersebut?

Macam-macam pastinya, dari mulai badan intelijen hingga para whistle blower.

Namun satu yang perlu anda pahami bahwa ICIJ bukanlah jurnalis sejati, meskipun klaim mereka bahwa mereka adalah jurnalis investigasi.

Kalo bukan jurnalis, lalu mereka apa?

ICIJ adalah bagian dari proyek ‘khusus’ yang bernama Center for Public Integrity, sebua LSM yang didanai dari berbagai yayasan dan miliarder, salah satu pendonornya diantaranya adalah George Soros. (https://publicintegrity.org/politics/donor-profile-george-soros/)

Sudah mulai terbuka tabir yang ada, bukan? Gampangnya, apa mungkin seorang Soros mau memberikan donasi kepada suatu lembaga tanpa adanya konflik kepentingan?

Jangan heran bila salah satu pemimpin berpengaruh dunia yang dikaitkan dengan Pandora Papers adalah Vladimir Putin.

Apa yang diungkap dari seorang Putin lewat dokumen tersebut?

Tentu saja kekayaan ‘rahasia’ yang diklaim telah dimilikinya. (https://www.theguardian.com/news/2021/oct/03/pandora-papers-reveal-hidden-wealth-vladimir-putin-inner-circle)

Ini bukan pertama kalinya Putin menjadi sasaran. Saat Panama Papers menyeruak, nama Putin juga ditenggarai muncul pada dokumen yang ‘bocor’ tersebut. (https://www.theguardian.com/news/2016/apr/03/panama-papers-money-hidden-offshore)

Kenapa ditenggarai?

Karena nggak ada nama Putin secara letterlijk muncul pada dokumen tersebut. Aliasnya, itu hanya tudingan yang nggak mendasar karena hanya berbasis asumsi semata.

Dan sekarang, nama Putin muncul kembali pada Pandora Papers.

Kali ini tudingannya makin parah, karena Putin dikatakan telah menjalin perselingkuhan, menyembunyikan harta bernilai miliaran dollar hingga aset-nya berupa flat mewah yang ada di Monaco.

Apakah tudingan tersebut ada faktanya?

Tentu saja nggak ada. Semua hanyalah tudingan semata yang nggak datanya.

Dengan kata lain, Pandora Papers nggak lebih sebagai karya fiksi, layaknya Enny Arrow yang saat anda baca akan mampu menuntaskan hasrat libido anda sampai ke ubun-ubun.

Lalu kenapa seorang Putin menjadi sasaran dokumen konyol tersebut?

Seperti saya katakan berulang kali: siapa musuh sesungguhnya dari kartel Ndoro besar? (https://www.themoscowtimes.com/2019/08/05/putins-pledge-to-ditch-the-dollar-is-slowly-becoming-a-reality-a66709)

Salam Demokrasi!!

(*Penulis adalah analis Geopolitik dan mantan Aktivis 98)

Join Our Newsletter!

Love Daynight? We love to tell you about our new stuff. Subscribe to newsletter!

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu