Surat Untuk Kampret

Pater Tuan Kopong MSF.
(Surat dari MANILA PILIPINA).
27 Des 24018.
Pukul 08.00 WIB ( Waktu Kalbar).

Saya tak pernah mengurusi keyakinan agamamu. Tak pernah mengurusi ajaran-ajaran kitabmu. Pun pula tidak pernah menjadikan kitabku untuk menyerang atau membantah ajaranmu.

Tepat yang dikatakan Gus Dur; “Agamaku, agamaku; agamamu, agamamu”. Persaudaraan dan toleransi itu hancur bukan karena dilakukan oleh orang tak beragama tapi justru dilakukan oleh oknum beragama apalagi yang selevel habib, ustadz yang selalu mengutak atik ajaran agama lain berdasarkan ajaran atau pemahamannya sendiri.

Anda mau mengucapkan selamat natal atau tidak itu urusanmu. Sama ketika Anda mau makan bakso atau tidak itu urusanmu. Tapi tidak perlu mengurusi keyakinan iman agama lain, termasuk keyakinan agama saya.

Saya sama sekali tidak menangis sampai air mata berdarah hanya mengharapkan ucapan selamatmu atau bahkan menyembahmu untuk memintamu menucapkan ucapan selamat Natal pada saya. Tidak sama sekali!! Karena TIDAK AKAN PERNAH MENAMBAH ATAU MENGURANGI IMAN SAYA akan perayaan Iman Natal hanya karena mengucapkan selamat Natal atau tidak.

Saya bahkan tidak pernah memaksa anda untuk mengimani Yesus sebagai Allah. Karena kita memang berbeda. Tapi jangan pernah memperotes ke-Allahan Yesus yang saya imani hanya karena pernyataan kitabmu. Saya juga tidak memaksa anda untuk mengakui Yesus yang disalib karena kita memang tak sejalan tapi jangan mengumbar sesuatu yang tidak anda pahami tentang iman agama saya. Termasuk juga tidak usah repot mengurusi perayaan Natal kami pada 25 Desember.

Gereja saya, Gereja Katolik memiliki cara sendiri dalam menghitung peristiwa kelahiran Kristus. Penetapan tanggal 25 Desember dihitung berdasarkan arkeologi Alkitab yang bersumber pada Kitab Suci. Jadi tidak hanya berdasarkan kebiasaan Romawi. Termasuk juga penyaliban Kristus.

Kalau tidak ada penyaliban dan kematian Yesus bagaimana mungkin ada kebangkitan yang kami imani dan menjadi cikal bakal lahirnya Gereja Katolik. Kami mengimani Yesus bukan sekedar kelahiranNya juga bukan secara terpisah antara sengsara, wafat dan kebangkitan, tapi kami mengimani seluruh hidup Yesus sebagai satu kesatuan yang datang sebagai Allah dan menjadi Manusia (kecuali dalam hal dosa) untuk menegakkan Kerajaan Allah dan menghadirkan penyelamatan Allah Bapa.

Anda tidak mengimani ke-Allahan Yesus itu urusan anda. Karena ajaran kita memang berbeda. Tapi jangan mempersoalkan iman kami akan ke-Allahan Yesus. Anda disebut Ustadz itu karena pengakuan orang, umat dan kaummu tentu dengan melihat ajaran dan karyamu. Tidak mungkin tiba-tiba anda datang dan mengatakan saya adalah ustadz. Ntar nanti sama aja dengan Lia Eden yang mengakui dirinya sendiri sebagai utusan Tuhan.

Demikian juga dengan Yesus. Pengakuan iman saya kepada Yesus sebagai Allah disamping Ia memang memiliki ke-Allahan dalam diri-Nya sebagai Anak yang berasal dari Allah Bapa, pengakuan itu juga karena seluruh hidup dan karya Yesus seperti diajarkan oleh Kitab Suci saya Dia memang Allah meski berbeda peran. Ada unsur keilahian dalam diri Yesus.

Jadi apapun iman saya, stoplah untuk memperdebatkan. Atau jangan-jangan anda sendiri lagi tertarik untuk masuk agama saya hanya malu-malu kucing sambil menjelekan tapi merindukan.

Pesan saya satu: Ucapanmu tida menambah iman saya. Tidak mengucapkan selamat natal kepada saya juga tidak mengurangi iman saya. Jadi jangan sibuk apalagi sok tahu tentang ajaran agama saya. Karena dengan menyibukan dirimu pada agama dan imanku anda sedang menunjukan bahwa balok di matamu tidak engkau lihat tapi selumbar dimata orang lain engkau lihat (bdk. Mat 7:3).

Artinya ketika engkau sibuk mengurus keyakinan agama lain, pertanda engkau belum tuntas dan belum selesai mempelajari keyakinan agamamu sendiri. Kalau demikian; saya menyayangkan gelar terhormat yang diberikan kepadamu namun engkau nodai dengan kekerdilan nalar pikirmu. Salam.

Manila: Desember -26-2018
Pater Tuan Kopong MSF.

#nobessito.

AboutNdaru Anugerah

It is human nature to think wisely and act foolishly

One comment

  1. Maaf saya harus menulis, karena sejak sore viral video Prabowo marah-marah dari sunrooaf alphard. Saya juga ikut mengupload video itu, yang belakangan diklarifikasi Prabowo marah kepada ajudan yg melarang fansnya yg mau bersalaman. Tapi stigma Prabowo tempramental sudah melekat kuat, marah kepada siapa saja ada tempatnya, jangan semua orang dianggap kacungnya. Selengkapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *